Tuesday, May 21, 2024
Depan > Kemasyarakatan > DKPP-BPTP Gelar Bimtek dan Penanaman Perdana Kelapa Genjah Varietas Entog

DKPP-BPTP Gelar Bimtek dan Penanaman Perdana Kelapa Genjah Varietas Entog

Reporter : Syamsul Akbar
WONOMERTO – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Probolinggo bekerja sama dengan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Timur dan Perhutani KPH Probolinggo menggelar bimbingan teknis (bimtek) dan penanaman perdana kelapa genjah varietas entog, Selasa (7/12/2021).

Kegiatan ini dilakukan di lahan seluas 8,3 hektar milik Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH)/Kelompok Tani Hutan (KTH) Alas Subur Dusun Pelan Kerep Desa Sumberkare Kecamatan Wonomerto.

Bimtek dan penanaman perdana kelapa genjah varietas entog ini dihadiri oleh Kepala DKPP Kabupaten Probolinggo Mahbub Zunaidi, perwakilan BPTP Jawa Timur serta Asper BKPH Probolinggo.

Dalam kesempatan tersebut, para anggota LMDH diberi materi perbanyakan benih dan budidaya tanaman kelapa genjah oleh Peneliti BPTP Jawa Timur Donald Sihombing dan pengenalan hama dan penyakit kelapa oleh POPT BBPPTP Ika Rahmawati.

Kepala DKPP Kabupaten Probolinggo Mahbub Zunaidi mengatakan kegiatan ini bertujuan sebagai upaya pengembangan kelapa genjah varietas entog yang nanti arahnya bisa menjadi destinasi wisata baru berupa petik kelapa muda.

“Keistimewaan dari kelapa genjah ini, umur 3 tahun sudah bisa berbuah dan panen dengan tinggi pohon mencapai 1 meter. Meskipun batangnya pendek, tetapi buahnya sangat lebat. Selain untuk wisata petik kelapa muda, buahnya juga bisa dijual untuk es kelapa muda,” katanya.

Menurut Mahbub, kelapa genjah varietas entog ini bisa berbuah sampai umur 15 tahun. Setelah itu harus dilakukan peremajaan lagi dengan melakukan penanaman kelapa genjah yang baru.

“Sepanjang tercukupi unsur hara dan nutrisi yang dibutuhkan, pohon kelapa genjah ini akan terus berbuah dalam waktu 15 tahun. Hal penting lain adalah melakukan pengendalian hama dan penyakit yang biasanya menyerang pohon kelapa genjah,” jelasnya.

Untuk demplot kelapa genjah di lahan LMDH Alas Subur ini jelas Mahbub, BPTP menyediakan sebanyak 2.400 benih polybag, pupuk organik sebanyak 12.000 kg (5 kg/lubang tanam), pupuk an organik sebanyak 240 kg (100 gram/tanaman) dan tandon air dari terpal sebanyak 4 buah.

“Kelapa genjah ini tidak seperti tanaman hortikultura. Tanaman ini bisa tumbuh di lahan kering, meskipun tetap membutuhkan air. Secara spesifik, lahan di Desa Sumberkare ini sudah cocok dan ketinggiannya berada pada 175 mdpl,” terangnya.

Mahbub mengharapkan petani bisa merawat bantuan pohon kelapa genjah ini agar bisa mendapatkan hasil dan bermanfaat. “Semoga tujuan agar muncul destinasi wisata baru berupa petik kelapa muda benar-benar bisa tercapai demi meningkatkan kesejahteraan petani,” pungkasnya. (wan)