Tuesday, June 25, 2024
Depan > Kemasyarakatan > DKPP-Bank BNI Gelar Rakor Percepatan Distribusi Kartu Tani

DKPP-Bank BNI Gelar Rakor Percepatan Distribusi Kartu Tani

Reporter : Syamsul Akbar
DRINGU – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Probolinggo bekerja sama dengan Bank BNI menggelar rapat koordinasi (rakor) percepatan distribusi Kartu Tani di ruang pertemuan Diklat Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Probolinggo, Senin (15/11/2021) siang.

Kegiatan yang diikuti oleh Distributor Pupuk dan PPL dari 24 kecamatan se-Kabupaten Probolinggo ini dihadiri oleh Pimpinan Kantor Cabang Bank BNI Probolinggo Sri Wijayanti dan Kepala DKPP Kabupaten Probolinggo Mahbub Zunaidi.

Dalam kesempatan tersebut dilakukan penandatanganan nota kesepahaman terkait percepatan distribusi Kartu Tani di Kabupaten Probolinggo oleh Pimpinan Kantor Cabang BNI Probolinggo Sri Wijayanti dan Kepala DKPP Kabupaten Probolinggo Mahbub Zunaidi.

Pimpinan Kantor Cabang BNI Probolinggo Sri Wijayanti mengungkapkan bahwa Bank BNI memiliki tanggung jawab besar dalam penyaluran dan pendistribusian Kartu Tani di Kabupaten Probolinggo.

“PR kita terbesar saat ini, kita memiliki banyak sekali Kartu Tani yang masih tersimpan di kantor. Jumlahnya kira-kira ada ratusan. Itu merupakan PR kami karena memang jumlah petani kita sangat luar biasa. Untuk Kabupaten Probolinggo areanya banyak area pertanian sehingga petani kita cukup besar. Permasalahannya Bank BNI untuk Jawa Timur mempunyai tugas menyediakan sarana untuk penyaluran pupuk subsidi dengan Kartu Tani,” ujarnya.

Sri Wijayanti menyampaikan selama ini pihaknya bukannya diam dan tidak bergerak. Di tahun 2021 ini pihaknya secara masif melakukan pendistribusian secara masif sejak awal tahun.

“Kendalanya adalah mayoritas tingkat kehadiran petani yang belum maksimal. Oleh karena itu harus dicarikan solusi untuk menyalurkan Kartu Tani. Disamping jumlahnya banyak, Bank BNI juga fokus kepada kartu-kartu lain seperti Kartu Bansos, PIP dan lain sebagainya. Kami harapkan yang hadir ini mampu memberikan solusi dan ide-ide mengenai Kartu Tani di Kabupaten Probolinggo,” tegasnya.

Sementara Kepala DKPP Kabupaten Probolinggo Mahbub Zunaidi mengatakan Kartu Tani adalah kartu yang dikeluarkan oleh perbankan (Bank BNI) kepada petani untuk digunakan dalam transaksi penebusan pupuk bersubsidi melalui mesin Electronic Data Capture (EDC) di kios-kios pengecer resmi pupuk subsidi.

“Sampai saat ini di Kabupaten Probolinggo belum ada kios yang mengoperasikan mesin EDC untuk transaksi pupuk bersubsidi. Petani yag berhak mendapatkan kartu tani adalah petani yang terdaftar di sistem E-RDKK Kementerian Pertanian RI,” katanya.

Menurut Mahbub, tahun 2021 petani Kabupaten Probolinggo yang terdaftar berjumlah 135.043 orang. Sementara untuk tahun 2022 jumlah petani yang telah terdata di E-RDKK berjumlah 133.724 orang atau terjadi penurunan 1.319 orang (0,97%).

“Sistem E-RDKK terintegrasi dengan SIMLUHTAN sehingga semua petani harus terdaftar pada kelompok tani. Untuk di Kabupaten Probolinggo terdapat 1.612 kelompok tani,” jelasnya.

Mahbub menjelaskan penyaluran kartu tani oleh Bank BNI selama ini dibantu oleh PPL melalui masing-masing BPP. “Penyaluran kartu tani oleh Bank BNI Cabang Probolinggo pada tahun 2021 hanya mencapai 46% dari jumlah petani yang terdaftar,” tegasnya.

Tidak lupa Mahbub juga menyampaikan beberapa hal yang menjadi catatan dari proses penyaluran Kartu Tani 2021. Yakni, alokasi waktu penyaluran kartu terlalu sempit. Lebih dari 2.000 kartu disalurkan di 1 tempat hanya dalam waktu 4-5 jam. Tempat penyaluran kartu di satu kecamatan terkadang hanya 1 (satu) titik, sehingga berpotensi terjadi kesemrawutan. Akomodasi untuk operasional penyaluran kartu tani terbatas. Misalnya untuk kebersihan, pengamanan dan konsumsi petugas (PPL, Aparatur Desa/Kecamatan, Satpol PP dan lain-lain.

“Selain itu, jumlah petugas pendistribusi kartu dari Bank BNI terbatas. Kartu yang disalurkan pada tahun berjalan sebagian berasal dari tahun-tahun sebelumnya, sehingga banyak kartu yang tidak tersalurkan karena penerima kartu sudah meninggal dunia, pindah alamat, sudah tidak berusaha tani lagi atau namanya tercetak lebih dari sekali,” pungkasnya. (wan)