Depan > Kemasyarakatan > Diperta Sosialisasikan Perizinan dan Evaluasi Kegiatan SIKOMANDAN

Diperta Sosialisasikan Perizinan dan Evaluasi Kegiatan SIKOMANDAN

Reporter : Syamsul Akbar
DRINGU – Dinas Pertanian (Diperta) Kabupaten Probolinggo memberikan sosialisasi perizinan (SIP, SIPP dan Pengecer obat hewan) dan evaluasi kegiatan SIKOMANDAN (Sapi Kerbau Komoditas Andalan Negeri) di ruang pertemuan UPT Puskeswan Diperta Kabupaten Probolinggo, Selasa (8/11/2022).

Kegiatan ini diikuti oleh 110 orang peserta terdiri dari dokter hewan dan petugas teknis peternakan kecamatan di Kabupaten Probolinggo. Selama kegiatan mereka mendapatkan materi dari narasumber Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur Dr drh Iswahyudi, MP dan JF Asesor Manajemen Mutu Industri Muda Dinas Penanaman Modal dan PTSP Kabupaten Probolinggo Astri Tantrina Dewi.

Materi yang diberikan diantaranya Permentan Nomor 15 Tahun 2021 Tentang Standar Kegiatan Usaha dan Standar Produk pada Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko Sektor Pertanian dan Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko (P2B2R) melalui Sistem OSS Berbasis Risiko sebagai Amanat UUCK.

Kepala Diperta Kabupaten Probolinggo Mahbub Zunaidi melalui Kepala Bidang Prasarana, Sarana dan Binas Usaha Peternakan drh. Retno Wigati mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk menyampaikan informasi berkaitan dengan ijin bidang peternakan terutama Surat Ijin Praktek (SIP) dokter hewan dan Surat Ijin Praktek Paramedis (SIPP).

“Selain itu menekankan bahwa pelayanan kesehatan hewan yang ada di Kabupaten Probolinggo harus legal dengan cara memiliki SIP dan SIPP yang dikeluarkan oleh Dinas Penanaman Modal dan PTSP Kabupaten Probolinggo. Dinas Pertanian hanya memberikan rekomendasi,” katanya.

Retno menerangkan sosialisasi perizinan ini diperlukan dalam rangka memberikan pelayanan yang legal kepada masyarakat Kabupaten Probolinggo. Oleh karenanya, untuk mewujudkan hal tersebut petugas pelayanan kesehatan hewan harus mempunyai ijin baik SIP maupun SIPP termasuk pengecer obat hewan.

“SIP dan SIPP ini wajib dimiliki oleh petugas pelayanan kesehatan hewan agar pelayanan yang diberikan benar-benar legal. Perizinan yang dilakukan melalui OSS berlaku untuk seumur hidup. Kecuali yang bersangkutan nantinya pindah lokasi,” jelasnya.

Menurut Retno, SIP dan SIPP ini berlaku sesuai dengan lokasi praktek petugas yang bersangkutan. Misalnya seorang dokter hewan asal luar daerah dan lokasi tempat prakteknya ada di Kabupaten Probolinggo, maka harus mengurus perizinan di Kabupaten Probolinggo.

“Jika dokter hewan memiliki tempat praktek lebih dari satu daerah, maka setiap tempat praktek harus diurus perizinannya. Harapannya semua yang melaksanakan pelayanan kesehatan hewan di Kabupaten Probolinggo harus mempunyai ijin praktek,” terangnya.

Retno menambahkan khusus yang perizinannya belum dilakukan melalui OSS, maka harap segera mengurus melalui OSS sebelum masanya berakhir. Jika sampai berakhir, maka harus mengurus dari awal lagi.

“Segera perbarui perizinannya melalui OSS. Yang diperlukan untuk mengurus perizinan OSS agar mendapatkan NIB (Nomor Induk Berusaha) diantaranya email yang masih aktif, NPWP dan KTP. Semua ini diperlukan untuk membuat NIB. Nantinya NIB itu syarat untuk mengurus sesuai Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) seperti diatur dalam Permentan Nomor 15 Tahun 2021,” pungkasnya. (wan)

https://probolinggokab.go.id/wp-content/uploads/2019/01/slotmaxwin/ https://bali.bawaslu.go.id/assets/artikel/slotgacormaxwin/ https://slot.papuabaratprov.go.id slot slot pulsa