Tuesday, May 21, 2024
Depan > Kemasyarakatan > Disporapar Berikan Pelatihan Pengelolaan Desa Wisata

Disporapar Berikan Pelatihan Pengelolaan Desa Wisata

Reporter : Syamsul Akbar
SUKAPURA – Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Probolinggo memberikan pelatihan pengelolaan desa wisata di Hotel Nadia Desa Sapikerep Kecamatan Sukapura, Senin hingga hingga Rabu (21-23/8/2023).

Pelatihan ini diikuti oleh 40 orang peserta yang terdiri dari Desa, BUMDes dan Pokdarwis meliputi Desa Andungbiru, Desa Guyangan, Desa Binor, Desa Bermi, Desa Jetak, Desa Wonotoro, Desa Sapikerep, Desa Tambak Ukir (Bukit Gligir), Desa Dungun (Bahak), Desa Curah Dringu (Bahak), Desa Negororejo Lumbang, Desa Tigasan Wetan (Bukit Dami) dan Forkom Ekraf Kabupaten Probolinggo.

Pemateri pelatihan berasal dari EJEF (East Java Ecotourism Forum), ASIDEWI (Asosiasi Desa Wisata Indonesia), Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Probolinggo dan Forkom Pokdarwis Kabupaten Probolinggo.

Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Disporapar Kabupaten Probolinggo Dian Cahyo Prabowo mengungkapkan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, motivasi dan kompetensi dalam pengelola desa wisata agar lebih profesional dan berkualitas dalam melakukan pengelolaan desa wisata dan memberikan pelayanan kepada wisatawan.

“Pelatihan ini diselenggarakan dengan metode 50% penyampaian materi, 20% diskusi dan 30% kunjungan lapangan dengan tujuan Desa Ketapanrame Mojokerto yang mana desa tersebut masuk 75 desa wisata terbaik ADWI 2023,” ujarnya.

Sementara Kepala Disporapar Kabupaten Probolinggo Sugeng Wiyanto mengatakan desa wisata merupakan sebuah konsep pengembangan daerah yang menjadikan desa sebagai destinsasi wisata. Pengelolaan seluruh daya tarik wisata yang tepat diharapkan dapat memberdayakan masyarakat desa itu sendiri.

“Sesuai dengan prinsip utama dalam desa wisata yaitu desa membangun. Prinsip ini berfokus terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan usaha produktif sesuai dengan potensi dan sumber daya lokal,” katanya.

Sugeng menjelaskan pengembangan desa wisata diharapkan dapat menjadi salah satu bentuk percepatan pembangunan desa terpadu untuk mendorong kesejahteraan masyarakat di dalamnya. Desa wisata yang telah maju nantinya akan memberikan efek domino berupa peningkatan kualitas lingkungan, kesejahteraan masyarakat dan kelestarian budaya.

“Kita sadari bersama bahwa pengetahuan tentang desa wisata sangat dibutuhkan oleh para pelaku wisata/pengelola desa wisata, sehingga pengelola desa wisata lebih profesional dan berkualitas dalam melakukan pengelolaan desa wisata dan memberikan pelayanan kepada wisatawan yang berkunjung di Kabupaten Probolinggo,” jelasnya.

Menurut Sugeng, untuk mencapai tujuan tersebut maka Pemerintah Daerah berusaha meningkatkan kapasitas dan kemampuan personil melalui pelatihan pengelolaan desa wisata sehingga dapat meningkatkan kemampuan para pengelolaa desa wisata. “Melalui pelatihan ini diharapkan para peserta dapat mengambil ilmu dan menerapkan ilmunya dalam melayani para wisatawan,” pungkasnya. (wan)