Depan > Kemasyarakatan > Disperindag Fasilitasi Pertemuan Pengelola Gudang SRG dan Bank BRI

Disperindag Fasilitasi Pertemuan Pengelola Gudang SRG dan Bank BRI

Reporter : Syamsul Akbar
PROBOLINGGO – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Probolinggo memfasilitasi pertemuan antara Bank BRI dan Pengelola Gudang SRG (Sistem Resi Gudang) Alassumur Kulon Kecamatan Kraksaan, Rabu (11/5/2022) siang di Kantor BRI Cabang Probolinggo.

Pertemuan ini dihadiri oleh Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo Anung Widiarto selaku Pengguna Anggaran Disperindag Kabupaten Probolinggo, Pimpinan BRI Cabang Probolinggo Farida Budi Wijayanti, Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Endang Rustiningsih, Pengelola Gudang SRG Alassumur Kulon Prabowo dan Penjamin Mutu Produk Muda Disperindag Kabupaten Probolinggo Ridwan Hidayat.

Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Kabupaten Probolinggo Endang Rustiningsih mengungkapkan pertemuan Bank BRI dengan Pengelola Gudang SRG Alassumur Kulon ini bertujuan untuk melakukan pembahasan tentang Bank BRI sebagai bank penjamin dan pemberi dana dalam penerbitan resi gudang.

“Kita berharap agar para petani dan UMKM dibidang pengelolaan gabah, beras dan kopi dapat memasukkan komoditi yang dimilikinya ke SRG agar harga jual menjadi stabil,” ujarnya.

Sementara Pimpinan BRI Cabang Probolinggo Farida Budi Wijayanti mengaku siap untuk menjadi bank penjamin dan memberikan dana dalam penerbitan resi gudang yang dikeluarkan oleh SRG Alassumur Kulon.

“Saat ini Bank BRI masih koordinasi dengan BAPPEBTI (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi) dan KBI (Kliring Bank Indonesia) untuk penerbitan dan penjamin resi,” ungkapnya.

Sedangkan Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo Anung Widiarto mengatakan SRG sebagai solusi pendanaan bagi para petani dan UMKM dibidang gabah, beras dan kopi.

“Semoga keberadaan SRG ini bisa meningkatkan perekonomian para petani di Kabupaten Probolinggo. Sebab petani bisa menunda penjualan karena harga turun dan menjualnya ketika harga sudah naik,” harapnya. (wan)