KRAKSAAN – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Probolinggo mendorong peserta pelatihan menjahit dan batik tidak berhenti pada penguasaan keterampilan dasar. Kompetensi yang diperoleh diharapkan dikembangkan menjadi peluang kerja maupun usaha mandiri yang menghasilkan pendapatan.
Pesan tersebut disampaikan Kepala Disnaker Kabupaten Probolinggo Saniwar saat membuka pelatihan berdasarkan unit kompetensi kejuruan menjahit dan batik di ruang pertemuan UPT Balai Latihan Kerja (BLK) Disnaker Kabupaten Probolinggo, Rabu (23/9/2026).
Pelatihan tersebut menggunakan anggaran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun 2026. Sebanyak 16 peserta mengikuti kejuruan menjahit dan 16 peserta lainnya mengikuti kejuruan batik.

Dalam pembukaan tersebut, Kepala Disnaker Kabupaten Probolinggo Saniwar menyerahkan secara simbolis peralatan dan seragam kerja serta Kartu BPJS Ketenagakerjaan kepada perwakilan peserta.
Turut hadir dalam pembukaan tersebut Kepala Bidang Pelatihan Kerja dan Produktivitas Disnaker Kabupaten Probolinggo Erna Sayuti, Kepala UPT BLK Jumhari serta instruktur kejuruan menjahit dan batik.
Kepala Disnaker Kabupaten Probolinggo Saniwar mengatakan tujuan utama pelatihan bukan sekadar memberikan pengalaman kepada peserta, tetapi memastikan keterampilan yang dipelajari benar-benar dapat dikuasai dan dimanfaatkan setelah pelatihan berakhir.

“Harapannya para peserta ini nanti betul-betul mempunyai kompetensi, kemampuan sesuai dengan kejurusannya masing-masing. Yang pelatihan menjahit harus mempunyai kemampuan untuk bisa menjahit, begitu juga yang pelatihan membatik harus mampu membatik,” harapnya.
Menurutnya, keterampilan tersebut dapat menjadi modal bagi peserta untuk membuka usaha secara mandiri. Peserta menjahit dapat mengembangkan kemampuan dengan menerima pesanan dari rumah. Sementara peserta batik dapat menghasilkan produk kreatif yang memiliki nilai jual. Peluang kerja juga terbuka bagi peserta yang ingin bergabung dengan perusahaan sesuai kompetensi yang dimiliki.
“Setelah pelatihan ini, yang menjahit bisa buka usaha sendiri dengan menjahit di rumahnya. Yang membatik juga demikian. Kalau nanti ada perusahaan garmen, yang menjahit bisa mendaftarkan diri di perusahaan tersebut. Begitu juga dengan membatik,” katanya.

Saniwar mengingatkan kemampuan dasar yang diberikan instruktur harus terus dikembangkan. Peserta dituntut memiliki kreativitas dan inovasi agar produk yang dihasilkan tidak monoton serta mampu bersaing di pasar.
“Kalau instruktur kan dasarnya. Harapannya nanti para peserta harus punya inovasi. Apa yang disampaikan instruktur itu dasar, termasuk batik. Bagaimana supaya hasil membatiknya lebih bagus dan lebih laku, itu yang penting,” jelasnya.
Ia memperkenalkan konsep ATM atau amati, tiru dan modifikasi sebagai salah satu cara mengembangkan keterampilan. Peserta dapat mempelajari produk atau model yang sudah ada, kemudian memberikan sentuhan berbeda agar menghasilkan karya yang memiliki ciri khas dan nilai tambah. “Kalau bahasa umumnya ATM yaitu Amati, Tiru dan Modifikasi. Itulah ilmu yang harus dimiliki para peserta pelatihan ini,” tegasnya.

Saniwar juga meminta peserta mengikuti pelatihan dengan serius dan tidak menjadikan fasilitas sebagai alasan utama mengikuti program. “Harapannya ketika ikut pelatihan benar-benar mengikuti dengan semangat, supaya apa yang diterima nanti betul-betul maksimal,” terangnya.
Ia menambahkan, pelatihan gratis tersebut merupakan bentuk fasilitasi Pemerintah Kabupaten Probolinggo dalam meningkatkan keterampilan masyarakat. Perlengkapan penunjang diberikan kepada peserta sesuai ketentuan program. Peserta yang tidak melanjutkan pelatihan sebelum selesai juga diminta mengembalikan perlengkapan yang telah diterima apabila memang sudah diberikan.
“Melalui program ini kami berharap peserta tidak hanya pulang membawa sertifikat atau pengalaman mengikuti pelatihan. Lebih jauh, keterampilan yang dikuasai dapat menjadi modal nyata untuk bekerja, membuka usaha dan meningkatkan penghasilan” tambahnya.

Upaya peningkatan kompetensi tenaga kerja tersebut sekaligus menjadi bagian dari langkah Pemerintah Kabupaten Probolinggo dalam memperluas kesempatan kerja dan mengurangi pengangguran melalui penguatan keterampilan masyarakat. ***
Penulis : Syamsul Akbar
Editor : Tim Bromo Info
