Monday, April 22, 2024
Depan > Kemasyarakatan > Diskan Lakukan Pendampingan Penyadartahuan Masyarakat Tentang KKPD Gili Ketapang

Diskan Lakukan Pendampingan Penyadartahuan Masyarakat Tentang KKPD Gili Ketapang

Reporter : Syamsul Akbar
SUMBERASIH – Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Probolinggo bekerja sama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Jawa Timur memberikan pendampingan penyadartahuan masyarakat terkait Kawasan Konservasi Perairan Daerah (KKPD) Gili Ketapang.

Kegiatan ini diikuti oleh 35 orang dari unsur Diskan Kabupaten Probolinggo, Petugas Penyuluh Bantu, Kepala Desa Gili Ketapang dan Perangkat Desa Gili Ketapang serta perwakilan tokoh masyarakat Desa Gili Ketapang.

Selama kegiatan mereka mendapatkan materi dari narasumber terdiri dari Diskan Kabupaten Probolinggo, UPTD Cabang Dinas Situbondo Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur, Bidang Pengawasan DKP Provinsi Jawa Timur dan Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar UPT Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia.

Plt Kepala Diskan Kabupaten Probolinggo Yahyadi mengatakan dalam rangka meningkatkan usaha di bidang perikanan, perlu adanya kebijakan-kebijakan yang berdasarkan tujuan, sarana dan strategi. Dimana untuk Diskan Kabupaten Probolinggo sudah tertera dalam rencana strategis (renstra) bahwa tujuannya adalah meningkatnya pendapatan usaha perikanan.

“Disana banyak tentunya faktor-faktor yang akan mendukung dari pada peningkatan pendapatan usaha perikanan tersebut. Diantaranya yang tidak kalah pentingnya adalah pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan konservasi kelautan agar masyarakat disana memahami dan melakukan apa yang menjadi tujuan kita bersama,” katanya.

Yahyadi mengaku sangat bersyukur dengan adanya kegiatan yag dilaksanakan oleh DKP Provinsi Jawa Timur. Hal tersebut merupakan berkah berupa pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan konservasi pengairan. Dimana telah dilaksanakan KKPD (Kawasan Konservasi Perairan Daerah) khususnya di Gili Ketapang dan sekitarnya.

“Kegiatan ini dilakukan untuk memberikan pemahaman dan sosialisasi kepada masyarakat dan dukungannya dari stakeholder yang ada di wilayah kawasan konservasi di wilayah Provinsi Jawa Timur, salah satunya adalah di perairan Pulau Gili Ketapang. Hal ini sesuai dengan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 64 Tahun 2020 Tentang Penetapan Kawasan Konservasi Perairan Daerah Gili Ketapang dan Perairan Sekitarnya di Provinsi Jawa Timur,” jelasnya.

Menurut Yahyadi, hal ini harus terus digenjot agar masyarakat di sekitar kawasan tersebut memahami sehingga tidak terjadi apa yang tidak diinginkan. Dimana ada zona kawasan konservasi perairan daerah yang disampaikan kepada masyarakat.

“Diantaranya, zona inti yang merupakan zona perlindungan penuh terhadap sumberdaya alam yang ada di dalamnya, zona pemanfaatan yaitu zona yang dapat digunakan untuk kegiatan masyarakat misalnya kegiatan pariwisata bahari. Jadi sudah dikotak-kotak supaya tidak salah nantinya. Misalnya zona inti malah dikerjakan untuk pemanfaatan,” tegasnya.

Selain itu juga ada zona perikanan berkelanjutan yaitu zona yang dimanfaatkan oleh masyarakat untuk kegiatan budidaya ikan kerapu dan kegiatan nelayan melakukan penangkapan ikan. Hal ini sudah menyentuh pada masyarakat langsung karena ada kegiatan-kegiatan berupa hibah dalam rangka bagaimana cara budidaya ikan kerapu bahkan sama jaringnya juga dibantu.

“Zona lainnya adalah zona untuk masyarakat yang harus melakukan rehabilitasi terhadap lingkungannya. Yaitu, kegiatan penanaman pohon maupun transplantasi terumbu karang di wilayah perairan Gili Ketapang,” ujarnya.

Yahyadi menerangkan hal ini harus digenjot mengingat pola makan dari masyarakat. Jika diamati di Kabupaten Probolinggo ini sudah beralih. Biasanya di warung dan rumah makan yang kebanyakan menunya daging, masih kalah dengan ikan asap. Bahkan sekarang sudah menyebar, ikan asap itu tidak hanya dipinggiran pantura saja, sampai daerah pegunungan itu ada yang namanya ikan asap.

“Apabila kalau tidak ditangkap peluang ini, maka nantinya akan kelimpungan. Mari sedikit demi sedikit masyarakat di sekitar kawasan konservasi itu kita bina bersama-sama. Saya yakin seyakin-yakinnya akan bermanfaat untuk masyarakat disitu, sehingga dalam hal mengentaskan kemiskinan melalui budidaya ikan kerapu yang kita bantu bisa mengangkat harkat dan martabat rakyat miskin,” pungkasnya. (wan)