Thursday, February 22, 2024
Depan > Pemerintahan > Dishub Terima Kunjungan DPRD Kabupaten Banyuwangi Terkait Parkir, PJU dan ODOL

Dishub Terima Kunjungan DPRD Kabupaten Banyuwangi Terkait Parkir, PJU dan ODOL

Reporter : Syamsul Akbar
PROBOLINGGO – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Probolinggo kedatangan sebanyak 12 orang anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Banyuwangi, Selasa (17/1/2023) siang.

Kedatangan mereka langsung disambut oleh Kepala Dishub Kabupaten Probolinggo Taufik Alami bersama segenap para jajarannya di ruang Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Kabupaten Probolinggo.

Kunjungan DPRD Kabupaten Banyuwangi ke Dishub Kabupaten Probolinggo ini untuk membahas masalah parkir, rasionalisasi Penerangan Jalan Umum (PJU) dan masalah kelebihan kapasitas muatan atau ODOL (Over Dimension/Over Loading) bagi kendaraan angkutan.

Setelah menyampaikan maksud dan tujuannya dan ucapan selamat datang oleh Kepala Dishub Kabupaten Probolinggo Taufik Alami, selanjutnya dilakukan diskusi mengenai strategi dan capaian yang dilaksanakan oleh Dishub Kabupaten Probolinggo.

“Masing-masing daerah mempunyai kelebihan dan beberapa kelemahan yang harus diperbaiki. Sehingga DPRD Kabupaten Banyuwangi mengaku salut, bangga dan senang dengan capaian yang dilakukan oleh Dishub Kabupaten Probolinggo,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut Taufik menceritakan strategi khusus untuk parkir berupa sistem digital e-money dan lain sebagainya. Nantinya bekerja sama dengan pihak perbankan. Jika itu bisa diwujudkan, maka capaian pendapatan dari e-parkir bisa lebih terukur dan meghindari penyalahgunaan penyimpangan dalam pengelolaan parkir.

“Jadi dalam era good governance seperti saat ini harus mengembangkan strategi inovasi berdasarkan prinsip-prinisp transparansi,” jelasnya.

Taufik mengaku kaget mengapa banyak daerah yang sering melakukan kunjungan ke Dishub Kabupaten Probolinggo. Sebelumnya juga ada DPRD Kabupaten Pasuruan. Ternyata daerah lain juga mengamati kemajuan perkembangan masalah transportasi, sarana prasarana PJU dan lain sebagainya.

“Kelemahan kita masih kekurangan perlunya sistem komputerisasi atau digitalisasi termasuk untuk keselamatan transportasi, kelengkapan sarana prasarana CCTV terintegrasi dan penegakan hukuman terhadap pelanggaran berhubungan dengan transportasi darat,” pungkasnya. (wan)