Depan > Pemerintahan > Dishub Siap Amankan Arus Mudik dan Arus Balik Lebaran 2022

Dishub Siap Amankan Arus Mudik dan Arus Balik Lebaran 2022

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Saat ini pemerintah sudah memperbolehkan masyarakat untuk melakukan mudik lebaran tahun 2022 pada hari raya Idul Fitri 1443 Hijriyah dengan syarat sudah mendapatkan vaksin booster dan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Apabila belum mendapatkan vaksin booster, maka regulasinya harus menggunakan tes PCR atau antigen.

“Kesiapan Dishub untuk pengamanan arus mudik dan arus balik lebaran 2022 ini meliputi kelengkapan sarana prasarana dan penyiapan personilnya,” kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Probolinggo Taufik Alami.

Untuk kelengkaparan sarana prasarana jelas Taufik, Dishub sudah menyiapkan beberapa pos pantau dan pos pelayanan untuk memantau arus mudik dan arus balik lebaran 2022. Yakni Pos Pantau Paiton, Pos Pantau Kraksaan, Pos Pantau Exit Tol Leces (Probolinggo Timur), Pos Pantau Exit Tol Muneng (Probolinggo Barat), Pos Pantau Rest Area Tongas serta Pos Pelayanan Bentar.

“Selanjutnya pemasangan rambu-rambu yang dibutuhkan dan Penerangan Jalan Umum (PJU). Kita sudah melakukan perbaikan-perbaikan PJU seperti di wilayah Kota Kraksaan sudah cukup penerangannya, tinggal area-area lainnya termasuk jalan nasional atau jalan provinsi. Kita sudah melakukan koordinasi dengan Provinsi Jawa Timur untuk segera melakukan perbaikan dan membantu mengoptimalisasi PJU di Kabupaten Probolinggo,” jelasnya.

Terkait dengan kereta api terang Taufik, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Provinsi Jawa Timur untuk mangoptimalkan kembali Early Warning System (EWS) di setiap perlintasan-perlintasan kereta api. “Jadi EWS di perlintasan kerepa api sudah disiapkan kembali. Termasuk rambu-rambu yang memudahkan masyarakat,” terangnya.

Menurut Taufik, untuk personil akan tetap standby dan akan tetap membantu melakukan tugas pembantuan di pos pantau dan tugas pembantuan pengamanan di jam-jam sibuk selama masa arus mudik dan arus balik lebaran.

“Kita melakukan monitoring lalu lintas melalui monitor Traction Control System (TCS) melalui kamera-kamera yang ada di beberapa titik di Kabupaten Probolinggo mulai pintu masuk tol dan beberapa titik lainnya. Untuk pusat pengendaliannya ada di ruang Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Dishub Kabupaten Probolinggo,” tegasnya.

Taufik mengharapkan agar pemudik tetap mematuhi rambu-rambu lalu lintas, mementingkan keselamatan tidak hanya keselamatan diri sendiri termasuk keselamatan orang lain atau pengguna jalan lainnya. Serta sesuai anjuran pemerintah mudik aman, nyaman dan sehat dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

“Persiapkan betul untuk mudik ini bukan hanya kendaraannya, tetapi juga kesiapan fisiknya. Apabila capek dan mudah sakit, hindari bepergian. Selain itu, kendaraannya harus sehat dan diservice ke bengkel-bengkel yang resmi. Dokumentasi kelengkapan dan surat-surat kendaraan harus dicukupi. Jangan memaksakan diri disaat mengantuk dan harus istirahat di rest rest dan lain sebagainya,” ungkapnya.

Yang lebih penting lagi Taufik menghimbau agar pemudik lebih baik menggunakan transportasi umum saja dan menghindari terlalu banyak memakai kendaraan pribadi. Tujuannya untuk mengurangi volume kendaraan yang bisa menyebabkan kemacetan dan rawan kecelakaan. Pergunakan kendaraan sesuai dengan peruntukannya.

“Selain itu, antisipasi lonjakan penumpang dengan melihat jadwal-jadwal mudik. Jangan terlalu mendekati lonjakan mudik, biasanya pada H-2 dn H-3. Kami sarankan untuk mengatur jadwalnya supaya tidak terjadi kepadatan. Apabila terjadi lonjakan penumpang, kami bekerja sama dengan Organda untuk menyiapkan armada tambahan,” tambahnya.

Taufik menambahkan Dishub juga akan melakukan pengamanan terkait dengan aturan operasional angkutan barang pada masa arus mudik dan arus balik lebaran 2022 sesuai dengan Surat Edaran Menteri Perhubungan Nomor 40 Tahun 2022.

“Pengaturan pembatasan operasional angkutan barang meliputi mobil barang dengan jumlah berat berat yang diizinkan lebih dari 14.000 kg, mobil barang dengan sumbu 3 atau lebih, mobil barang dengan kereta tempelan, mobil barang dengan kereta gandengan serta mobil barang yang digunakan untuk pengangkutan bahan galian seperti tanah, pasir, batu, bahan tambang dan bahan bangunan,” ujarnya.

Pengaturan pembatasan operasional angkutan barang dengan ketentuan waktu pemberlakuan untuk ruas jalan tol arus mudik pada Kamis tanggal 28 April 2022 pukul 00.00 hingga Minggu tanggal 1 Mei 2022 pukul 12.00 WIB. Untuk arus balik pada hari Sabtu tanggal 7 Mei 2022 pukul 00.00 WIB hingga Senin tanggal 9 Mei 2022 pukul 12.00 WIB.

Kemudian ruas jalan non tol (jalan nasional), untuk arus mudik pada Kamis tanggal 28 April 2022 pukul 00.00 WIB hingga Minggu tanggal 1 Mei 2022 pukul 22.00 WIB dan arus balik pada Sabtu tanggal 7 Mei 2022 pukul 05.00 WIB hingga Senin tanggal 9 Mei 2022 pukul 22.00 WIB.

“Pengaturan operasional angkutan barang tidak berlaku bagi mobil barang yang mengangkut bahan bakar minyak atau gas, barang ekspor dan impor menuju dan dari pelabuhan, air minum dalam kemasan, ternak, pupuk, hantaran pos dan uang, barang pokok serta sepeda motor mudik gratis,” pungkasnya. (wan)