Depan > Pemerintahan > DPKPP Gelar Rakor Persiapan Pelaksanaan Pembangunan dan Rehabilitasi RTLH

DPKPP Gelar Rakor Persiapan Pelaksanaan Pembangunan dan Rehabilitasi RTLH

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Probolinggo menggelar rapat koordinasi (rakor) persiapan pelaksanaan pembangunan dan rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Auditorium Madakaripura Kantor Bupati Probolinggo, Senin (25/4/2022).

Tahun 2022 ini, pembangunan dan rehabilitasi RTLH ini akan dilakukan sebanyak 526 unit di 31 desa pada 12 kecamatan di Kabupaten Probolinggo. Masing-masing RTLH disiapkan dana sebesar Rp 17.500.000 yang berasal dari APBD Kabupaten Probolinggo tahun 2022.

Kegiatan yang diikuti oleh 31 kepala desa, 12 camat serta sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Probolinggo ini dipimpin oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Ahmad Hasyim Ashari, Inspektur Kabupaten Probolinggo Tutug Edi Utomo, Kepala DPKPP Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief serta Kasi Perdata dan Tata Usaha Negara Kejaksaan Negeri Kabupaten Probolinggo Eko Febrianto.

Kepala DPKPP Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief mengungkapkan program pembangunan dan dan rehabilitasi RTLH ini bertujuan supaya masyarakat bisa mempunyai rumah yang layak huni baik dari sisi kesehatan maupun kecukupan ruangan.

“Kriteria penerima program RTLH ini harus masuk di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), tanahnya milik sendiri dan beberapa syarat yang lainnya,” ungkapnya.

Melalui kegiatan Oemar menegaskan karena ini dana stimulant maka diharapkan ada timbul rasa gotong royong di masyarakat untuk membantu. Sebab karena ini hanya stimulant tentunya untuk bisa selesai 100 persen dibutuhkan masih biaya yang lain.

“Dengan adanya swadaya dari masyaraat atau dari keluarganya sendiri atau mungkin punya tabungan diharapkan rumah yang ditinggali itu menjadi rumah yang layak untuk ditempati baik dari sisi kecukupan ruangan, kesehatan maupun kekuatannya,” tegasnya.

Sementara Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Ahmad Hasyim Ashari mengatakan program pembangunan dan rehabilitasi RTLH ini merupakan program yang mulia karena memberikan pelayanan kepada masyarakat terutama masyarakat miskin dan rumahnya tidak layak huni.

“Semoga program pembangunan dan rehabilitasi 526 unit RTLH ini betul-betul berjalan dan sekaligus akan merubah taraf hidup mereka, terutama dalam mempunyai rumah yang layak huni,” katanya.

Hasyim mengharapkan ada bantuan dari keluarganya dan masyarakat sekitar agar supaya dana yang dari pemerintah bisa ditambahi oleh masyarakat dan donator yang lain sehingga nanti menyempurnakan rumah yang akan direhabilitasi.

“Kami menghimbau kepada pelaksana program pembangunan dan rehabilitasi RTLH ini supaya taat aturan, taat hukum dan taat proses, sehingga program ini tidak menimbulkan masalah dikemudian hari,” pungkasnya. (wan)