Sunday, June 13, 2021
Depan > Pemerintahan > Dishub Berikan Pembinaan Seluruh ASN dan Non ASN

Dishub Berikan Pembinaan Seluruh ASN dan Non ASN

Reporter : Syamsul Akbar
DRINGU – Dalam upaya meningkatkan kedisiplinan Aparatur Sipil Negara (ASN), Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Probolinggo memberikan pembinaan seluruh ASN dan Non ASN yang ada di lingkungan kerjanya, Kamis (8/4/2021).

Pembinaan yang dilaksanakan di ruang pertemuan Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Probolinggo tersebut diikuti oleh 75 orang ASN dan Non ASN di lingkungan Dishub Kabupaten Probolinggo yang merupakan koordinator lalu lintas yang diharapkan bisa memberikan ilmunya kepada anggotanya. Sehingga yang belum adalah juru parkir dan petugas lalu lintas yang ada di lapangan.

Selama kegiatan, para ASN dan Non ASN ini mendapatkan materi dari narasumber yang berasal dari Dishub Kabupaten Probolinggo dan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Probolinggo.

Kasubbag Umum dan Kepegawaian Dishub Kabupaten Probolinggo Alfiatul Khoiriyah mengungkapkan kegiatan ini dimaksudkan untuk perbaikan aparatur pemerintah dalam melaksanakan tugas-tugasnya.

“Tujuannya untuk menjamin penyelenggaraan tugas-tugas secara berdaya guna dan berhasil guna serta meningkatkan mutu dan keterampilan dan memupuk kegairahan kerja,” ungkapnya.

Sementara Kepala Dishub Kabupaten Probolinggo Heri Sulistyanto melalui Sekretaris Dishub Kabupaten Probolinggo Tatok Krismarhento mengatakan pada masa pandemi selama satu tahun, tidak ada siaturahim dan pembinaan aparatur.

“Oleh karena itu, di era yang baru ini kita pakai kesempatan itu. Sebab pembinaan aparatur itu perlu dan sangat perlu karena ada aturan-aturan main yang baru itu supaya bisa disampaikan,” katanya.

Menurut Tatok, fungsi dan tugasnya Dishub mungkin ada yang sudah terlena karena banyak WFH (Work From Home) sehingga lupa kepada tugasnya. Saat ini diingatkan dan ditegaskan. Kemudian yang lain terkait dengan penampilan performance, sehingga memperoleh akreditasi A untuk Balai Uji.

“Akreditasi A untuk Balai Uji diperoleh karena kita ada sistem baru berupa pembayaran non tunai. Daerah lain seperti Malang dan Surabaya saja masih kalah dengan kita. Kita sudah non tunai memakai bank apapun. Kita tinggal masuk sesuai dengan pendaftaran dan pembayarannya yang sudah teraplikasi dan tinggal sopirnya masuk,” jelasnya.

Tatok menerangkan disitulah yang harus ditingkatkan fungsi pelayanannya. Jangan sampai karena akreditasi A dan pembayarannya non tunai, pelayanannya biasa-biasa saja. Tentunya hal tersebut malah tidak bagus. “Kegiatan ini dilakukan untuk mengingatkan dan meningkatkan ketrampilan, kesopanan dan pelayanan,” tegasnya.

Selama kegiatan tersebut, para ASN dan Non ASN ini mendapatkan materi tentang tata cara menghentikan kendaraan dan menyeberangkan orang. Performance Dishub itu harus ditata dengan baik karena di jalan dilihat orang.

“Jangan sampai ada petugas yang menggendong tas saat menghentikan kendaraan. Kalau naluri kelalulintasannya boleh, tapi dia harus bertugas memakai almamater. Termasuk tata cara menghentikan kendaraan, jangan sampai hanya 1 orang diseberangkan kasihan yang antri,” terangnya.

Sementara dari Dishub disampaikan materi tentang disiplin, performance, reward dan punisDishub tetang disipli performance reward dan punishment. “Untuk reward, kalau ASN yang terlihat itu berupa pemberian Satya Lencana dari pemerintah maupun TPP. Untuk yang lain masih belum. Kemudian untuk punishment harus diberlakukan karena ada aturan yang ada,” tegasnya.

Tatok mengharapkan setelah ada pembinaan ini para ASN dan Non ASN akan lebih eksis, lebih berwibawa dan lebih bisa berinteraksi dengan masyarakat. “Masyarakat itu baik masyarakat umum maupun sesama aSN. Karena kita banyak dibutuhkan oleh masyarakat,” pungkasnya. (wan)

cww trust seal