Thursday, October 8, 2026
Depan > Pendidikan > Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Dorong Duta Gizi Edukasi Siswa melalui MBG

Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Dorong Duta Gizi Edukasi Siswa melalui MBG

PROBOLINGGO – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo terus melakukan monitoring pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di satuan pendidikan, Senin (28/9/2026).

Monitoring dilakukan untuk memastikan program berjalan sekaligus mendorong sekolah memberikan edukasi kepada peserta didik mengenai pola hidup bersih dan sehat serta pentingnya memahami kandungan gizi makanan. Kegiatan ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Krejengan, SMP Negeri 1 Gading dan SMP Negeri 3 Gading.

Kepala Bidang Pembinaan SMP Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Like Lidyawati mengatakan monitoring tersebut dilakukan untuk memastikan pelaksanaan MBG tetap berlangsung di seluruh satuan pendidikan di Kabupaten Probolinggo.

“Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memastikan bahwasannya program MBG tetap berlangsung dan berjalan di semua satuan pendidikan di wilayah Kabupaten Probolinggo,” katanya.

Menurutnya, sejumlah aspek menjadi perhatian dalam monitoring, salah satunya penerapan pola hidup bersih dan sehat serta kebiasaan mencuci tangan menggunakan sabun. Hal tersebut dinilai penting untuk mendukung kesehatan peserta didik.

“Adapun beberapa hal yang kita monitoring berkaitan dengan bagaimana terkait dengan pola hidup bersih dan sehat serta cuci tangan pakai sabun yang sudah dipenuhi oleh tiap-tiap satuan pendidikan,” jelasnya.

Tim Disdikdaya Kabupaten Probolinggo melakukan monev program MBG di salah satu satuan pendidikan SMP di Kabupaten Probolinggo. (Foto : Disdikdaya)

Selain memastikan kesiapan sekolah, Disdikdaya juga memastikan seluruh siswa dan elemen di satuan pendidikan terdata sebagai penerima manfaat program MBG. Persiapan tersebut menjadi bagian penting agar pelaksanaan program dapat berjalan dengan baik.

“Hal ini sangat penting bagi kami untuk memastikan bagaimana hal penting untuk menjaga kesehatan bagi anak-anak kita. Utamanya persiapan-persiapan yang harus dilakukan oleh satuan pendidikan dalam rangka menyambut program MBG yang sudah berjalan di Kabupaten Probolinggo,” lanjutnya.

Ia menambahkan, pelaksanaan program MBG tidak hanya dimaknai sebagai pemberian makanan secara rutin kepada siswa. Program tersebut juga dapat menjadi sarana pembentukan karakter, khususnya dalam menanamkan rasa syukur kepada peserta didik.

“Bukan hanya anak-anak mendapatkan makanan secara rutin tiap hari, tetapi bagaimana anak-anak mampu mensyukuri atas nikmat yang diberikan oleh Allah SWT atas rezeki yang diterima hari ini bagaimana kita bentuk syukur yang harus dilakukan,” tegasnya.

Like menjelaskan, salah satu bentuk pembiasaan yang ditekankan adalah berdoa sebelum makan. Selain itu, siswa juga perlu memahami kandungan gizi dalam makanan yang mereka konsumsi, mulai dari kalori, protein, sayuran hingga vitamin.

“Paling tidak berdoa sebelum makan, kemudian juga nilai gizi yang ada di dalamnya, yang terkandung dalam makanan yang disajikan itu harus juga diperhatikan. Artinya ada unsur kalori yang ada di dalamnya. Kemudian bagaimana unsur protein, sayuran dan vitamin di dalamnya,” tuturnya.

Siswa SMP Negeri 1 Krejengan saat menikmati program MBG. (Foto : Disdikdaya)

Untuk memperkuat edukasi tersebut, Disdikdaya mulai mengenalkan program duta gizi di sekolah. Setiap kelas nantinya dapat memiliki siswa yang mendapat tugas menyampaikan pesan singkat mengenai pentingnya MBG dan gizi sebelum makanan dikonsumsi.

“Hal ini kita sampaikan di tiga sekolah berkaitan dengan bagaimana jika di sekolah itu ada duta gizi. Dimana setiap kelas nanti diprogram, dijadwalkan semacam jadwal harian siapa yang akan bertugas,” ungkapnya.

Duta gizi tersebut juga diarahkan untuk menyampaikan pesan sekitar tiga menit. Materi yang disampaikan mencakup rasa syukur, pola hidup bersih dan sehat serta nilai gizi yang terdapat dalam makanan.

“Paling tidak tiga menit menyampaikan arti penting dari hadirnya MBG. Tadi sudah kami sampaikan yang pertama berkaitan dengan bagaimana mensyukuri nikmat yang diberikan oleh Allah SWT. Kemudian bagaimana pola hidup bersih dan sehatnya. Yang tak kalah penting adalah nilai gizi,” terangnya.

Menurut Like, program duta gizi sekaligus menjadi sarana melatih keberanian siswa untuk berbicara dan mencari informasi. Siswa dapat diarahkan mencari informasi mengenai kandungan gizi dari makanan yang dikonsumsi.

“Setiap kelas nanti akan ada yang menjadi duta gizi. Dimana mereka kita latih keberaniannya untuk menyampaikan pesan. Kemudian mencari informasi lewat AI berkaitan dengan nilai-nilai gizi dari masing-masing yang dikonsumsi. Serta doa bersama sebelum menikmati hidangan,” ujarnya.

Kepala Bidang Pembinaan SMP Kabupaten Probolinggo Like Lidyawati saat memimpin monev program MBG. (Foto : Disdikdaya)

Like menyebut respons satuan pendidikan terhadap program tersebut cukup positif. Program duta gizi akan terus disampaikan dalam monitoring di satuan pendidikan lainnya. “Hal ini sangat penting dan respon positif yang diterima oleh sekolah berkaitan dengan duta gizi yang menjadi program kami di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Probolinggo ini tersupport baik oleh setiap satuan pendidikan,” tambahnya.

Ia berharap pelaksanaan program MBG tidak hanya memberikan manfaat dari sisi pemenuhan makanan bagi peserta didik, tetapi juga menjadi bagian dari pendidikan karakter dan pembiasaan hidup sehat.

“Harapan ke depan dari kami, yang pertama penumbuhan nilai-nilai karakter kepada peserta didik kita berwujud syukur atas karunia rejeki yang diberikan oleh Allah SWT. Kemudian yang kedua, tahu akan nilai gizi yang terkandung di dalamnya. Yang ketiga tertib dan menerima hidangan yang disediakan tidak berebut dan selalu berkontribusi baik untuk pendidikan,” pungkasnya. ***

Penulis : Syamsul Akbar
Editor : Tim Bromo Info