Tuesday, May 21, 2024
Depan > Pendidikan > Disdikdaya Berikan Sosialisasikan Transisi PAUD-SD Yang Menyenangkan

Disdikdaya Berikan Sosialisasikan Transisi PAUD-SD Yang Menyenangkan

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo memberikan sosialisasi dan pembinaan implementasi merdeka belajar episode 24 transisi PAUD-SD yang menyenangkan di Auditorium Madakaripura Kantor Bupati Probolinggo, Kamis (20/7/2023).

Sosialisasi implementasi merdeka belajar episode 24 transisi PAUD-SD yang menyenangkan ini diikuti oleh Bunda PAUD dan guru kelas awal (kelas 1 dan 2) Sekolah Dasar (SD) dari 24 kecamatan se-Kabupaten Probolinggo.

Kegiatan ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto, Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo Hj Nunung Timbul Prihanjoko selaku Bunda PAUD Kabupaten Probolinggo, Ketua GOPTKI Kabupaten Probolinggo Rita Erik Ugas Irwanto, Kepala Disdikdaya Fathur Rozi, Kepala Bapelitbangda Santiyono, Kepala DP3AP2KB dr Anang Budi Joelijanto, Plt Kepala Dispersip dr Mansur, Ketua PGRI Kabupaten Probolinggo Asim, Ketua Himpaudi Kabupaten Probolinggo Siti Aisyah dan Ketua IGTKI-PGRI Kabupaten Probolinggo Abdul Hapi.

Tari Kiprah Glipang yang dibawakan siswa dan siswi SDN Patokan 1 Kecamatan Kraksaan mengawali kegiatan sosialisasi dan pembinaan implementasi merdeka belajar episode 24 transisi PAUD-SD yang menyenangkan tersebut.

Kepala Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Fathur Rozi menyampaikan transisi PAUD-SD yang menyenangkan merupakan bagian dari program merdeka belajar episode 24. Tema besar dari episode 24 ini adalah transisi PAUD-SD yang menyenangkan.

“Ini menjadi penting dimana dengan transisi PAUD-SD harus kita pastikan peserta didik tetap mendapatkan rasa bahagia dan senang didalam mendapatkan pembelajaran. Kalau dulu, anak usia dini harus bisa membaca, menulis dan berhitung. Namun saat ini pendidikan anak usia dini fokus untuk menumbuhkembangkan kepada karakter dan memiliki akhlak yang mulia. Itu menjadi pondasi untuk pendidikan berikutnya,” ujarnya.

Rozi menerangkan dengan adanya transisi PAUD-SD yang menyenangkan ini pemerintah ingin memastikan anak usia dini yang berada pada usia emas mendapatkan pendidikan yang baik dan dapat menghantarkan mereka memiliki karakter yang kuat sehingga Kabupaten Probolinggo menjadi kabupaten yang hebat dan berperadaban.

“Dalam proses PPDB sudah tidak melaksanakan ujian calistung. Sekalipun ada kegalauan orang tua lulus PAUD tidak bisa membaca, menulis dan berhitung baca dan berhitung. Belajar membaca menulis dan berhitung bukan pada masa anak usia dan kelas awal. Tapi setelah kelas 3 dan berikutnya. Ini sebuah perubahan yang luar biasa. Mari memberikan proses pembelajaran PAUD dan kelas awal bisa berjalan dengan baik,” tegasnya.

Sementara Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo Hj Nunung Timbul Prihanjoko selaku Bunda PAUD Kabupaten Probolinggo mengajak para Bunda PAUD bersama-sama untuk meningkatkan kualitas anak-anak dengan mencerdaskan generasi muda sesuai dengan Mars PAUD.

“Tentunya Mars PAUD ini bermakna yang mendalam bagi kita semua, bagaimana menjadi guru yang sangat berat untuk mencerdaskan generasi muda, tapi ketika kita niati dengan ibadah maka semua akan mudah,” ungkapnya.

Bunda Baca Kabupaten Probolinggo ini menegaskan bahwa pendidikan usia dini sangatlah penting karena bagaimana pembentukan karakter kepada anak-anak supaya lebih berkualitas dan cerdas seiring dengan perkembangan zaman yang begitu pesat.

“Bagaimana guru-guru PAUD ini bisa memberikan wawasan yang lebih luas, berkarakter dan berakhlak mulia. Saya menginginkan ke depan bagaimana Bunda PAUD bersama-sama mendoakan putra putrinya benar-benar berkarakter yang baik. Terlebih seorang guru benar-benar menjadi panutan bagi anak didiknya,” terangnya.

Sedangkan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto mengatakan bahwa di lembaga PAUD ini anak-anak tidak harus bisa membaca, menulis dan berhitung. Sebab jika diterapkan harus bisa membaca, menulis dan berhitung, tentunya Bunda PAUD sangat berat tugasnya. “Padahal anak usia dini itu dididik untuk bisa membentuk karakter. Bicara karakter, usia dini karakter itu bukan terbentuk tetapi membuat kita harus membentuknya,” katanya.

Sekda Ugas mencontohkan bahwa di Negara-negara maju mereka akan bangga kalau usia dini terbentuk karakternya dulu baik sikap maupun perilakunya dibandingkan dengan bisa membaca.

“Mereka lebih senang para Bunda PAUD dan guru SD ini membentuk karakter dulu. Sebab di negara maju kalau hanya belajar Matematika dan yang lainnya sekian bulan pasti bisa. Tetapi untuk membentuk karakter, sikap dan perilaku harus ditanamkan mulai usia dini,” jelasnya.

Menurut Sekda Ugas, pendidikan karakter ini harus ditanamkan sejak usia dini, kalau belajar materi masih bisa dikejar. “Disini saat masih berada di usia emas harus benar-benar ditanamkan karakter. Tentunya perlu ketelatenan dan saya salut dengan keikhlasan para Bunda PAUD,” terangnya.

Dalam kesempatan tersebut Sekda Ugas juga memberikan tantangan kepada para guru PAUD dan SD kelas awal. Untuk guru PAUD (Himpaudi dan IGTKI) diminta menyanyikan Mars PAUD dan guru SD kelas awal disuruh membaca Teks Pembukaan Undang-undang Dasar (UUD) tahun 1945. (wan)