Friday, May 24, 2024
Depan > Kemasyarakatan > Diperta Berikan Sosialisasi Pemotongan Hewan Sesuai Syariat Islam

Diperta Berikan Sosialisasi Pemotongan Hewan Sesuai Syariat Islam

Reporter : Syamsul Akbar
BANYUANYAR – Dinas Pertanian (Diperta) Kabupaten Probolinggo memberikan sosialisasi pemotongan hewan sesuai syariat Islam di aula Kantor Kecamatan Banyuanyar, Kamis (20/7/2023).

Kegiatan yang melibatkan 20 pelaku usaha pemotongan hewan unggas ini dihadiri oleh Camat Banyuanyar Abdul Ghafur, Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Diperta Kabupaten Probolinggo drh Nikolas Nuryulianto, Ketua MUI Kecamatan Banyuanyar, Plt Ketua KUA Kecamatan Banyuanyar, Danramil dan Kapolsek Banyuanyar dan petugas teknis Kecamatan Banyuanyar.

Dasar hukum kegiatan Undang-undang Nomor 18 Tahun 2009 Jo. UU Nomor 41 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas UU Nomor 18 Tahun 2009 Tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Peraturan Pemerintah Nomo 95 Tahun 2012 Tentang Kesmavet dan Kesrawan Pasal 3 yang berbunyi “Kesehatan masyarakat veteriner meliputi penjaminan hiegine dan sanitasi, penjaminan produk hewan serta pengendalian dan penanggulangan zoonosis serta UU Nomor 33 Tahun 2014 Tentang Jaminan Produk Halal.

Camat Banyuanyar Abdul Ghafur berharap pelaku usaha khususnya di wilayah Kecamatan Banyuanayar sebaiknya selalu berkoordinasi dengan petugas teknis peternakan/dokter hewan dan MUI Kecamatan Banyuanyar terkait keamanan pangan asal hewan yang di konsumsi oleh masyarakat.

Sementara Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Diperta Kabupaten Probolinggo drh Nikolas Nuryulianto memberikan KIE (Komunikasi, Informasi dan Edukasi) kepada pelaku usaha yang sudah lama berkecimpung di produk pangan asal hewan tentang hiegine sanitasi saat berjualan di pasar tradisional.

“Kami berharap para pelaku usaha pangan asal hewan yang berada di wilayah Kecamatan Banyuanyar selalu menjalin komunikasi dengan petugas teknis peternakan/dokter hewan/ MUI Kecamatan Banyuanyar,” harapnya.

Niko meminta para pelaku usaha produk hewan yang berjualan di pasar tradisional tetap menjaga hiegine sanitasi sesuai aturan yang berlaku sehingga menjamin pangan asal hewan yang ASUH (Aman, Sehat, Utuh dan Halal).

“Pelaku usaha khususnya di wilayah Kecamatan Banyuanyar mengikuti syariat Islam saat pemotongan ternak. Pelaku usaha/unit usaha yang ada di Kecamatan Banyuanyar sebaiknya juga dicukupi dengan sertifikat halal,” pungkasnya. (wan)