Thursday, October 8, 2026
Depan > Pendidikan > Disdikdaya Berikan Pembinaan GPK Bagi Sekolah Inklusif

Disdikdaya Berikan Pembinaan GPK Bagi Sekolah Inklusif

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikaya) Kabupaten Probolinggo memberikan pembinaan Guru Pendamping Khusus (GPK) bagi sekolah inklusif di aula Ki Hajar Dewantara Kantor Disdikdaya Kabupaten Probolinggo, Rabu (3/5/2023).

Kegiatan ini diikuti oleh GPK dari 66 lembaga sekolah inklusif di wilayah Kabupaten Probolinggo. Selama kegiatan mereka mendapatkan materi dari narasumber Siti Khusnul Khotimah.

“Guru Pendamping Khusus untuk anak-anak inklusi ini kita hadirkan dalam rangka pembinaan dan pemberian teknis untuk penyusunan soal-soal bagi siswa inklusi,” kata Kepala Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Fathur Rozi melalui Analis Kebijakan Muda SD Like Widyawati.

Menurut Like, pendampingan dan pembinaan ini bertujuan agar guru-guru mampu menyusun soal dengan didampingi kisi-kisi dan kerangka peyusunan soal-soal untuk anak-anak yang berkebutuhan khusus.

“Hal ini dilakukan berdasarkan kurikulum yang sudah dimiliki agar guru mampu membuat soal-soal tidak sama dengan kelas-kelas normal yang lain. Tetapi disini khusus untuk ABK kita membuat soalnya ada teknis khusus sehingga guru-guru kelas yang ada di kelas-kelas yang normal itu juga perlu didampingi dengan guru kelas yang sudah kita latih di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Probolinggo,” jelasnya.

Like menambahkan sekolah inklusi memiliki prinsip yang sama. Yaitu kesetaraan hak pendidikan bagi para anak dengan disabilitas. Sekolah inklusi menerima murid tanpa memandang apakah mereka anak normal atau berkebutuhan khusus. Bisa dikatakan, sekolah inklusi sebenarnya adalah sekolah regular yang juga menerima murid ABK

“Sekolah inklusi adalah tempat dimana anak-anak berkebutuhan khusus dapat belajar bersama dengan anak-anak reguler lainnya. Namun, anak berkebutuhan khusus tetap didampingi oleh guru pendamping selama kegiatan belajar mengajar,” pungkasnya. (wan)