Thursday, October 8, 2026
Depan > Kemasyarakatan > Diperta Lakukan Surveilans Pasca Vaksinasi PMK

Diperta Lakukan Surveilans Pasca Vaksinasi PMK

Reporter : Syamsul Akbar
SUKAPURA – Dinas Pertanian (Diperta) Kabupaten Probolinggo melakukan surveilans pasca vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di wilayah Kecamatan Sukapura, Jum’at (8/9/2023).

Kegiatan ini diikuti oleh Medik Veteriner Muda Diperta Kabupaten Probolinggo drh Machrus, para dokter hewan di wilayah Kecamatan Sukapura serta petugas teknis Kecamatan Sukapura.

Kepala Diperta Kabupaten Probolinggo Mahbub Zunaidi melalui Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner drh Nikolas Nuryulianto mengatakan kegiatan ini dimaksudkan untuk pengambilan serum sebanyak kurang lebih 1.026 ekor dan serum darah sapi yang sudah divaksin PMK serta swab yang diambil sebanyak 200 ekor .

“Kegiatan ini bertujuan untuk mengukur teater anti body yang ada pada ternak setelah diberikan vaksinasi PMK, khususnya di wilayah kabupaten Probolinggo. Nantinya ada 55 titik yang diambil. Jadi ada beberapa kecamatan di 55 titik bisa desa maupun dusun. Sebanyak 1.026 sampel, serum darahnya 1.200 sampel dan swab 200 sampel,” katanya.

Menurut Niko, serum yang sudah diambil dari lapangan dan dikumpulkan ke UPT Puskeswan. Sebelum bulan September berakhir sudah selesai sebanyak 1026 sampel. Kemudian akan dikirimkn Balai Besar Veteriner (BBVet) Wates.

“Tidak semua ternak itu diambil sampelnya, khususnya sampel serum darah itu ternak yang sudah diberikan vaksinasi PMK. Kalau tidak diberikan vaksin PMK, jangan diambil serum darahnya karena tidak ada sistem anti body yang terbentuk,” jelasnya.

Niko mengharapkan ternak yang ada di Kabupaten Probolinggo khususnya seperti sapi, kambing, domba, kerbau maupun babi yang sudah diberikan vaksinasi PMK dan memiliki teater anti body didalam tubuhnya bisa diturunkan ke anaknya.

“Harapannya supaya ternak di wilayah Kabupaten Probolinggo yang sudah diberikan vaksinasi PMK memiliki teater anti body yang cukup, khususnya pada Penyakit Mulut dan Kuku. Selain itu, masyarakat yang memiliki ternak rentan PMK itu tetap berkomunikasi dengan petugas teknis peternakan maupun dokter hewan agar ternaknya diberikan vaksinasi PMK. Karena program pemerintah pusat tidak akan sukses bila masyarakat tidak membantunya,” pungkasnya. (wan)