Thursday, October 8, 2026
Depan > Kemasyarakatan > Diperta Kabupaten Probolinggo Tekankan Biosecurity Cegah Penyakit Ayam Petelur

Diperta Kabupaten Probolinggo Tekankan Biosecurity Cegah Penyakit Ayam Petelur

TONGAS – Dinas Pertanian (Diperta) Kabupaten Probolinggo memberikan penyuluhan peternakan terkait pencegahan dan penanganan penyakit menular pada ternak di Balai Desa Sumendi Kecamatan Tongas, Jumat (21/8/2026). Kegiatan tersebut menyasar Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Maju Bersama Desa Sumendi yang mengembangkan usaha ayam petelur.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan dan Kesmavet) Diperta Kabupaten Probolinggo drh. Nikolas Nuryulianto mengatakan penyuluhan dilakukan setelah BUMDes Maju Bersama mengalami kematian ayam dalam jumlah cukup banyak dari ternak yang didatangkan dari luar daerah.

“Dari 30 ekor ayam yang didatangkan, pada hari pertama ada sembilan ekor yang mati dan selanjutnya juga ada kematian. Karena itu kami hadir untuk memberikan arahan mengenai pencegahan dan penanganan penyakit pada ternak,” ujarnya.

Menurut Niko, setiap pembelian atau pengiriman ayam dari luar daerah harus disertai surat keterangan kesehatan hewan. Selain itu, peternak perlu mengetahui riwayat ternak, termasuk umur dan vaksinasi yang telah diberikan.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Diperta Kabupaten Probolinggo drh. Nikolas Nuryulianto menyapa masyarakat dalam penyuluhan peternakan di Desa Sumendi Kecamatan Tongas. (Foto : Diperta)

“Kalau mengambil atau membeli ayam, apalagi ayam petelur, sebaiknya disertai surat keterangan sehat hewan. Kemudian harus ada riwayat ayam tersebut, sudah berumur berapa dan sudah divaksin apa saja,” jelasnya.

Niko juga mengingatkan agar ayam yang baru datang tidak langsung dicampurkan dengan ternak yang sudah lebih lama berada di kandang. Ternak baru perlu ditempatkan di kandang isolasi selama kurang lebih 14 hari untuk memastikan tidak menunjukkan gejala penyakit.

“Ternak yang baru datang sebaiknya jangan dicampur. Harus dipisah dan ada kandang isolasi. Kurang lebih 14 hari, setelah tidak ada apa-apa baru bisa dicampur dengan ayam yang sudah lama,” tegasnya.

Selain isolasi, penerapan biosecurity dan sanitasi kandang menjadi hal penting dalam mencegah masuk serta menyebarnya penyakit. Setiap ternak yang masuk maupun keluar harus melalui prosedur biosecurity yang baik.

“Harus ada biosecurity. Ternak yang masuk maupun ternak yang keluar harus biosecuritynya baik. Sanitasinya juga harus baik dan jangan langsung masuk, tetapi harus disemprot disinfektan terlebih dahulu,” terangnya.

Medik Veteriner Muda Diperta Kabupaten Probolinggo drh. Machrus memberikan materi dalam penyuluhan peternakan di Desa Sumendi Kecamatan Tongas. (Foto : Diperta)

Niko juga mendorong BUMDes Maju Bersama untuk melakukan studi tiru atau magang sebelum mengembangkan usaha peternakan secara lebih besar. Pembelajaran langsung di unit usaha ayam petelur yang sudah berjalan dapat membantu pelaku usaha memahami tata cara pemeliharaan secara benar.

“Kalau ingin berusaha di sektor peternakan dan kesehatan hewan, sebaiknya studi tiru dulu, istilahnya magang minimal satu bulan. Jadi sudah mengetahui cara memberikan makan, minum, obat dan penanganan kalau ayam sakit,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan kebutuhan pakan ayam harus disesuaikan dengan umur dan fase pertumbuhan. Pakan untuk ayam starter, masa pertumbuhan, dewasa maupun tua memiliki kebutuhan yang berbeda. “Pakan ayam itu berbeda-beda sesuai umur. Kalau tidak sesuai dengan kebutuhan ayam, kemungkinan produksinya juga tidak optimal,” lanjutnya.

Untuk menjaga kesehatan dan produktivitas ternak, Niko menyarankan BUMDes membuat jadwal vaksinasi berdasarkan riwayat vaksin saat ayam dibeli. “Selain itu, perlu disusun SOP serta jadwal pemberian vitamin dan obat-obatan secara rutin selama satu tahun,” urainya.

Niko menegaskan Diperta Kabupaten Probolinggo siap memfasilitasi pelaku usaha, BUMDes maupun unit usaha lainnya yang ingin belajar mengenai pemeliharaan dan kesehatan ternak. “Harapannya badan usaha milik desa, unit usaha maupun pelaku usaha di mana pun selalu berkoordinasi dan berkomunikasi dengan Dinas Pertanian maupun petugas teknis peternakan di wilayah masing-masing apabila ada masalah dengan ternaknya,” tambahnya.

Suasana penyuluhan peternakan yang digelar oleh Diperta Kabupaten Probolinggo di Desa Sumendi Kecamatan Tongas. (Foto : Diperta)

Ia menambahkan, pendampingan terhadap kesehatan ayam BUMDes Maju Bersama Desa Sumendi akan dilakukan secara berkala. Diperta berencana melakukan pemantauan perkembangan kesehatan ayam tersebut setiap satu bulan sekali.

“Kami juga akan selalu memfasilitasi dan membantu unit usaha atau pelaku usaha yang ingin belajar cara merawat dan memelihara ayam. Insya Allah dalam satu bulan sekali kami akan kembali mengawasi perkembangan kesehatan ayam yang ada di BUMDes Maju Bersama,” pungkasnya. ***

Penulis : Syamsul Akbar
Editor : Tim Bromo Info