WONOMERTO – Dinas Pertanian (Diperta) Kabupaten Probolinggo mendampingi tim UPT Laboratorium Kesehatan Hewan (Labkeswan) Malang dan Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur melaksanakan uji pullorum di PT Charoen Pokphand Jaya Farm Unit 8 Desa Sepuhgembol Kecamatan Wonomerto, Selasa (2/6/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin oleh Kepala UPT Labkeswan Malang drh. Liza Nahdia bersama perwakilan Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur drh. Indri Salespi dan Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan dan Kesmavet) Diperta Kabupaten Probolinggo drh. Nikolas Nuryulianto. Uji pullorum dilakukan sebagai upaya pengawasan kesehatan unggas, khususnya ayam petelur dari ancaman penyakit pullorum atau yang dikenal sebagai penyakit berak putih.
Dalam kegiatan tersebut, tim mengambil sebanyak 3.400 sampel darah dari 46 kandang ayam petelur. Pemeriksaan dilakukan menggunakan metode uji serum untuk mendeteksi keberadaan bakteri Salmonella pullorum yang menjadi penyebab penyakit tersebut.
Kepala Bidang Keswan dan Kesmavet Diperta Kabupaten Probolinggo drh. Nikolas Nuryulianto mengatakan uji pullorum merupakan langkah penting untuk memastikan kesehatan ternak sekaligus menjaga produktivitas usaha peternakan ayam petelur.
“Pullorum merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri Salmonella pullorum dan dapat berdampak serius terhadap produktivitas ayam petelur. Penyakit ini bisa menurunkan produksi telur dan berpotensi menular dari induk ke telur sehingga penyebarannya dapat berlangsung terus-menerus apabila tidak segera ditangani,” katanya.

Menurut Niko, dari hasil pemeriksaan awal ditemukan beberapa sampel yang menunjukkan hasil positif pullorum. Karena itu, perusahaan diberikan waktu selama 35 hari untuk melakukan tindakan pengendalian dan perbaikan kesehatan ternak sebelum dilakukan pengujian ulang.
“Tim UPT Labkeswan Malang, Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dan Dinas Pertanian Kabupaten Probolinggo memberikan waktu selama 35 hari kepada perusahaan untuk melakukan penanganan. Uji ulang akan dilaksanakan pada 7 Juli 2026 khusus pada kandang yang terindikasi positif pullorum,” jelasnya.
Lebih lanjut Niko menerangkan langkah yang harus dilakukan perusahaan selama masa pengendalian meliputi pemberian vitamin, antibiotik sesuai rekomendasi dokter hewan serta peningkatan hygiene dan sanitasi kandang secara berkala.
“Karena penyebabnya adalah bakteri, maka perlu dilakukan pengobatan dengan antibiotik yang tepat serta pemberian vitamin untuk meningkatkan kondisi kesehatan ternak. Selain itu, kebersihan dan sanitasi kandang harus dijaga secara konsisten agar bakteri yang berada di lingkungan kandang dapat dieliminasi. Harapannya saat uji ulang nanti sudah tidak ditemukan lagi bakteri Salmonella pullorum pada sampel darah ayam,” terangnya.
Niko menegaskan pengawasan kesehatan hewan secara rutin sangat penting untuk menjaga kualitas produksi peternakan, melindungi kesehatan hewan dan mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Probolinggo.
“Melalui pengawasan dan pengujian secara berkala, kami berharap seluruh pelaku usaha peternakan dapat menjaga kesehatan ternaknya dengan baik sehingga produktivitas tetap optimal dan produk yang dihasilkan aman serta berkualitas,” pungkasnya. ***
Penulis : Syamsul Akbar
Editor : Tim Bromo Info
