Thursday, October 8, 2026
Depan > Kemasyarakatan > Diperta Gelar Sekolah Lapang Agribisnis Tembakau

Diperta Gelar Sekolah Lapang Agribisnis Tembakau

Reporter : Syamsul Akbar
KURIPAN – Dinas Pertanian (Diperta) Kabupaten Probolinggo menggelar Sekolah Lapang Agribisnis Tembakau di Kabupaten Probolinggo di Kantor BPP Kuripan pada Kamis dan Jum’at (14-15/9/2023).

Kegiatan yang diikuti oleh 25 orang dari unsur petani tembakau ini dihadiri narasumber terdiri dari Kepala Bidang Sarana Penyuluhan dan Pengendalian Pertanian Diperta Kabupaten Probolinggo drh Faiq El Himmah, Pengawas Benih Tanaman Muda Evi Rosellawati, Koordinator PPL Kuripan Nanang Setiono serta Tosan selaku petani/pengusaha di bidang pertembakauan.

Kepala Diperta Kabupaten Probolinggo Mahbub Zunaidi melalui Kepala Bidang Sarana Penyuluhan dan Pengendalian Pertanian drh Faiq El Himmah mengatakan kebijaksanaan dan teknologi pembangunan perkebunan pada umumnya dan komoditas tembakau pada khususnya perlu disebarkan secara cepat dan mudah dipahami oleh masing-masing pemakainya (petani-petugas pertanian lapangan ).

“Hal ini dilakukan untuk diproses lebih lanjut dan digunakan dalam pengelolaan usaha tani termasuk di dalamnya proses produksi maupun pengolahan yang berorientasi agribisnis,” katanya.

Faiq menjelaskan untuk memenuhi kebijaksanaan tersebut maka diperlukan upaya peningkatan kemampuan penyuluh pertanian, petani tembakau secara terpadu dan berkelanjutan melalui Sekolah Lapang Agribsnis Tembakau.

“SL Agribisnis Tembakau ini merupakan proses pendidikan untuk petani tembakau yang terhimpun dalam kelompok tani di lapangan bersama narasumber yang berkompeten untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman, ketrampilan tentang prinsip-prinsip usaha tani yang berorientasi agribisnis,” jelasnya.

Menurut Faiq, bagi petani SL Agribisnis Tembakau ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman, ketrampilan dan penghayatan tentang-tentang prinsip-prinsip usaha tani yang berorientasi agribisnis, sehingga mampu mengambil keputusan dalam memanfaatkan peluang ekonomi usaha tani yang memiliki keunggulan komparatif wilayah dan keunggulan kompetitif komoditas sebagai sistem usaha tani lestari yang efisien yaitu produktivitas tinggi, kreatif, inovatif, perolehan pendapatan tinggi serta kelestarian sumber daya terjamin.

“Dari SL Agribisnis Tembakau ini diharapkan terjadi proses adopsi prinsip-prinsip usaha tani yang berorientasi agribisnis di mana petani tembakau menjadi ahli, mampu mengambil keputusan dan mampu menjadi pengusaha yang handal serta bisa menyebarluaskan prinsip-prinsip agribisnis,” harapnya.

Faiq menambahkan 1o azas dalam proses belajar dalam SL Agribisnis Tembakau meliputi kemitraan, pengalaman nyata, kebersamaan, partisipasi, keswasembadaan, kesinambungan, manfaat, kesesuaian, lokalitas dan keterpaduan.

“Ke-10 azas tersebut dapat dicapai melalui kegiatan belajar yang menjamin kemitraan antara petani dan pelatih/narasumber, perencanaan bersama di kelompok tani, keputusan bersama dari anggota kelompok tani, cara belajar lewat pengalaman, melakukan sendiri, mengalami sendiri, menemukan sendiri, teori dan praktek terpadu di lapangan dengan sarana yang ada,” pungkasnya. (wan)