Sunday, September 26, 2021
Depan > Kesehatan > Dinkes Lakukan Pemantapan Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19

Dinkes Lakukan Pemantapan Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Sehari jelang vaksinasi Covid-19 secara serentak di Kabupaten Probolinggo, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo melakukan pemantapan pelaksanaan vaksinasi Covid-19, Kamis (28/1/2021) siang di ruang pertemuan Anggrek Dinkes Kabupaten Probolinggo.

Kegiatan ini diikuti oleh 100 orang secara virtual terdiri dari kepala puskesmas dan korim (koordinator imunisasi) dari 33 puskesmas serta penanggung jawab vaksinasi dan tim dari RSUD Waluyo Jati Kraksaan.

Sebagai pembicara terdiri dari Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo selaku Ketua Pelaksana Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo dr. Shodiq Tjahjono, dr. Made Suderata, SpA, Tim BPJS Kesehatan Cabang Pasuruan serta Tim Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Probolinggo.

Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Shodiq Tjahjono mengungkapkan sebagai bentuk kesiapan dari pelaksanaan vaksinasi Covid-19 untuk tenaga kesehatan di Kabupaten Probolinggo, pihaknya sudah mendistribusikan sebanyak 3.000 dosis vaksin ke 33 puskesmas dan 6 rumah sakit yang ada di Kabupaten Probolinggo.

“Hari ini adalah pemantapan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 yang tujuannya untuk mereview kembali secara teknis bagaimana penyelenggaraan imunisasi Covid-19 di fasilitas kesehatan baik itu sasarannya maupun alur pelaksanaannya supaya bisa berjalan dengan lancar dan tidak ada kendala. Mohon doa dan dukungannya supaya pelaksanaan vaksinasi Covid-19 bisa berjalan sesuai dengan harapan bersama,” katanya.

Meskipun nanti sudah dilakukan vaksinasi Covid-19 jelas Shodiq, tetapi protokol kesehatan wajib untuk terus dilakukan. Karena protokol kesehatan ini tidak hanya melindungi diri sendiri, tetapi juga masyarakat yang ada di sekitar. Terlebih vaksin ini masih belum menjangkau semuanya.

“Masih banyak orang-orang di luar sana yang rawan untuk tertular. Oleh karena itu kita tetap harus menerapkan protokol kesehatan sampai benar-benar yakin sudah terjadi kekebalan tubuh. Protokol kesehatan harus terus diterapkan mulai dari memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir sesering mungkin, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan di rumah saja,” jelasnya.

Shodiq meminta kepada masyarakat agar tidak percaya kepada informasi hoax terkait vaksin. Masyarakat harus percaya kepada pemerintah yang telah mengupayakan yang terbaik bagi masyarakat.

“Tentunya kita berharap dengan adanya vaksinasi ini kasus Covid-19 semakin menurun, karena semakin banyak orang yang kebal. Apalagi kalau nanti sekitar 75% di masyarakat ini mempunyai kekebalan, maka sudah terbentuk herd immunity. Dengan demikian, virus-virus ini bisa dihambat sehingga kasusnya bisa berkurang bahkan hilang,” tegasnya.

Oleh karena itu Shodiq meminta kepada para petugas vaksin agar bisa melaksanakan tugasnya dengan sebaik-baiknya, amanah dan tanggung jawab. Karena hal ini akan dilihat oleh masyarakat. “Ini akan menjadi tantangan bagi kita, apakah ke depan kita betul-betul sudah siap untuk memberikan pelayanan vaksinasi Covid-19 kepada masyarakat,” pungkasnya. (wan)