DRINGU – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo memperkuat evaluasi pelayanan kesehatan ibu dan bayi melalui kegiatan evaluasi penyebab kematian neonatal oleh dokter spesialis, Kamis (24/9/2026).
Kegiatan yang digelar di IHC RS Wonolangan tersebut melibatkan bidan dari sejumlah puskesmas sebagai bagian dari penguatan kapasitas tenaga kesehatan sekaligus evaluasi terhadap pelayanan neonatal. Pembahasan diarahkan pada identifikasi penyebab kematian neonatal serta upaya perbaikan penanganan untuk mencegah kejadian serupa.
Evaluasi menghadirkan dr. Fauziah Pratiwi, Sp.A, dokter spesialis anak serta dr. Vincentius Edwin Pradana Setiawan, Sp.OG, dokter spesialis kebidanan dan kandungan sebagai narasumber.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kabupaten Probolinggo Sri Wahyu Utami mengatakan evaluasi dilakukan untuk mengidentifikasi penyebab kelahiran bayi dengan kelainan neonatal. Hasil evaluasi diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya pencegahan sekaligus meningkatkan kualitas hidup bayi yang lahir dengan kondisi tersebut.
“Kegiatan ini dimaksudkan untuk mengidentifikasi penyebab dari kelahiran bayi neonatal. Tujuannya adalah untuk menekan kelahiran bayi neonatal yang berisiko terhadap kualitas hidup bayi tersebut,” katanya.
Menurut Sri Wahyu, penguatan pelayanan kesehatan ibu dan anak membutuhkan evaluasi secara bersama-sama. Selain tenaga kesehatan, keterlibatan unsur akademisi dinilai penting dalam mendukung pengawalan terhadap ibu hamil yang memiliki risiko.

“Tidak hanya tenaga kesehatan, keterlibatan unsur akademisi juga diperlukan untuk mendukung pengawalan terhadap ibu hamil yang memiliki risiko,” jelasnya.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat pemahaman tenaga kesehatan mengenai faktor risiko sekaligus mendukung pemantauan ibu hamil secara lebih baik. Dengan demikian, langkah pencegahan dapat dilakukan sejak masa kehamilan.
“Harapannya, upaya ini dapat membantu mencegah kelahiran bayi dengan kelainan neonatal sekaligus meningkatkan kualitas hidup bayi yang lahir. Karena itu, evaluasi dan penguatan pelayanan kesehatan ibu dan anak perlu dilakukan secara berkelanjutan,” terangnya.

Sri Wahyu juga menekankan pentingnya kontribusi akademisi dalam proses pengawalan dan evaluasi ibu hamil yang berisiko melahirkan bayi dengan kelainan neonatal. “Kontribusi dari unsur akademisi juga penting, terutama dalam mengawal dan melakukan evaluasi terhadap ibu hamil yang berisiko melahirkan bayi neonatal. Dengan kolaborasi ini, pelayanan kepada ibu dan anak diharapkan semakin berkualitas,” tegasnya.
Melalui kegiatan ini, tenaga kesehatan diharapkan semakin mampu mengenali faktor risiko dan melakukan penanganan secara tepat. Evaluasi yang melibatkan dokter spesialis juga menjadi ruang untuk memperkuat pemahaman terhadap kasus neonatal sekaligus mendorong perbaikan pelayanan di tingkat puskesmas.
“Dengan penguatan tersebut, upaya pencegahan diharapkan dapat dilakukan lebih baik sehingga risiko kelainan neonatal dapat ditekan dan kualitas hidup bayi dapat ditingkatkan,” pungkasnya. ***
Penulis : Syamsul Akbar
Editor : Tim Bromo Info
