Thursday, October 8, 2026
Depan > Informasi Layak Anak > Dinkes Kabupaten Probolinggo Dorong Remaja Putri Cegah Anemia Sejak Dini

Dinkes Kabupaten Probolinggo Dorong Remaja Putri Cegah Anemia Sejak Dini

KREJENGAN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo bersama Puskesmas Krejengan mendorong remaja putri membangun kebiasaan hidup sehat sejak dini melalui kegiatan Aksi Bergizi di SMPN 1 Krejengan, Kamis (17/9/2026).

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 95 siswi. Selain mendapatkan edukasi mengenai gizi remaja, para peserta juga memperoleh pemahaman tentang kesehatan reproduksi dan kesehatan jiwa sebagai bekal untuk menjaga kesehatan fisik dan mental.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kabupaten Probolinggo Sri Wahyu Utami mengatakan aksi bergizi menjadi salah satu ruang edukasi untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja putri mengenai pentingnya menjaga kesehatan sejak usia sekolah.

“Aksi bergizi menjadi bagian dari upaya meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja putri untuk menerapkan perilaku hidup sehat sejak dini. Edukasi mengenai gizi, kesehatan reproduksi dan kesehatan jiwa penting sebagai bekal membentuk generasi yang sehat, produktif dan berkarakter,” katanya.

Menurutnya, pemenuhan gizi seimbang perlu dibangun menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari. “Edukasi dalam aksi bergizi tidak hanya dilakukan melalui penyampaian materi, tetapi juga dipraktikkan melalui makan bersama,” lanjutnya.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan minum Tablet Tambah Darah (TTD) secara bersama-sama. Pemberian dan konsumsi TTD menjadi bagian dari upaya pencegahan anemia pada remaja putri.

Dinkes Kabupaten Probolinggo mendorong remaja putri untuk mencegah anemia sejak dini. (Foto : Dinkes)

“Remaja putri perlu memahami bahwa pola makan bergizi seimbang dan rutin mengonsumsi Tablet Tambah Darah merupakan bagian penting dalam menjaga kesehatan. Kebiasaan tersebut perlu dilakukan secara konsisten agar pencegahan anemia dapat dimulai sejak usia remaja,” terangnya.

Sri Wahyu menambahkan, kesehatan remaja tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik. Aspek kesehatan mental dan kesehatan reproduksi juga perlu mendapatkan perhatian melalui edukasi yang sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan remaja.

“Menjaga kesehatan remaja harus dilakukan secara menyeluruh. Tidak hanya memperhatikan asupan gizi dan kesehatan fisik, tetapi juga kesehatan reproduksi serta kesehatan jiwa. Dengan pengetahuan yang baik, remaja diharapkan mampu mengambil keputusan yang mendukung kesehatan dirinya,” tuturnya.

Melalui aksi bergizi, Dinkes Kabupaten Probolinggo berharap para siswi semakin memahami pentingnya menerapkan pola hidup sehat, mengonsumsi makanan bergizi seimbang dan rutin mengonsumsi TTD.

“Edukasi tersebut diharapkan menjadi bekal bagi remaja putri untuk menjaga kesehatan hingga memasuki fase kehidupan berikutnya. Upaya membangun kebiasaan sehat sejak remaja juga diharapkan mendukung terwujudnya generasi yang sehat, cerdas, produktif dan bebas stunting di masa depan,” pungkasnya. ***

Penulis : Syamsul Akbar
Editor : Tim Bromo Info