Monday, February 26, 2024
Depan > Kesehatan > Dinkes Gelar Koordinasi Pelaksana Program Pencegahan dan Pengendalian PTM

Dinkes Gelar Koordinasi Pelaksana Program Pencegahan dan Pengendalian PTM

Reporter : Syamsul Akbar
PROBOLINGGO – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo menggelar koordinasi pelaksana program pencegahan dan pengendalian Penyakit Tidak Menular (PTM) di Paseban Sena Probolinggo, Selasa (14/3/2023).

Kegiatan ini diikuti oleh 33 orang Pengelola Program PTM Puskesmas se-Kabupaten Probolinggo. Selama kegiatan mereka mendapatkan materi analisa situasi program pencegahan dan pengendalian PTM di Kabupaten Probolinggo, kebijakan dan strategi P2PTM dalam mendukung transformasi bidang kesehatan dan strategi operasional dalam pencapaian indikator program pencegahan dan pengendalian PTM.

Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr Shodiq Tjahjono melalui Penyuluh Kesehatan Masyarakat Muda Restie R. Sudjarwo mengatakan Penyakit Tidak Menular (PTM) telah menjadi masalah kesehatan msyarakat yang besar di Indonesia.

“Penyakit Tidak Menular (PTM) terjadi akibat berbagai faktor risiko, seperti merokok, diet tidak sehat, kurang aktivitas fisik dan konsumsi minuman beralkohol. Faktor risiko tersebut akan menyebabkan terjadinya perubahan fisiologis di dalam tubuh manusia, sehingga menjadi faktor risiko antara lain tekanan darah meningkat, gula darah meningkat, kolesterol darah meningkat dan obesitas,” katanya.

Menurut Ristie, program pengendalian PTM dan faktor risikonya dilaksanakan mulai dari
pencegahan, deteksi dini, pengobatan dan rehabilitasi. Kegiatan pencegahan dan deteksi dini dapat dilaksanakan melalui pemberdayaan masyarakat melalui Posbindu PTM.

“Sedangkan deteksi dini, pengobatan dan rehabilitasi di fasilitas pelayanan kesehatan, baik Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) maupun Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjut (FKRTL),” jelasnya.

Ristie menjelaskan salah satu kegiatan FKTP adalah melaksanakan pencatatan, pelaporan dan evaluasi terhadap akses, mutu dan cakupan pelayanan kesehatan, termasuk PTM. Surveilans PTM di FKTP dilaksanakan sejalan dengan kegiatan FKTP tersebut guna mendukung penyelenggaran program pengendalian penyakit di masyarakat. Kegiatan ini merupakan kegiatan yang dilaksanakan secara sistematis dan terus-menerus.

“Dalam rangka pelaksanaan surveilans faktor risiko PTM baik berbasis Posbindu maupun FKTP, diperlukan panduan teknis dan sistem surveilans informasi surveilans yang menjadi acuan pelaksanaan di lapangan. Selanjutnya, data dan informasi yang dihasilkan dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya bagi pengembangan dan penguatan program pengendalian PTM. Dengan terlaksananya kegiatan ini diharapkan terlaksananya kegiatan dan pelaporan surveilans PTM di Kabupaten Probolinggo secara berkesinambungan,” pungkasnya. (wan)