Thursday, October 8, 2026
Depan > Kemasyarakatan > Desa Alassapi Didorong Jadi Role Model Pencegahan Narkoba

Desa Alassapi Didorong Jadi Role Model Pencegahan Narkoba

BANYUANYAR – Desa Alassapi Kecamatan Banyuanyar Kabupaten Probolinggo didorong menjadi role model dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di tingkat desa. Penguatan tersebut dilakukan melalui sinergi antara Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Sidoarjo, Pemerintah Kabupaten Probolinggo, Pemerintah Desa Alassapi, tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Upaya itu dibahas dalam rapat kerja sinergi program pemberdayaan alternatif dengan stakeholder sekaligus pembentukan Desa Bersinar di Balai Desa Alassapi Kecamatan Banyuanyar, Kamis (1/10/2026).

Kegiatan tersebut diikuti perangkat desa, kader PKK, tokoh agama dan tokoh masyarakat. Hadir Kepala BNN Kabupaten Sidoarjo Kombes Pol. Ahmad Fanani Eko Prasetya, perwakilan Bakesbangpol Kabupaten Probolinggo, BNN Provinsi Jawa Timur, Camat Banyuanyar Hudan Kurniawan serta Pj Kepala Desa Alassapi Latifuddin.

Turut serta dari Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) Kabupaten Probolinggo, Dinas Sosial Kabupaten Probolinggo serta Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Probolinggo.

Peserta mendapatkan penguatan mengenai sinergi stakeholder dalam mendukung program pemberdayaan alternatif dan Desa Bersinar. Selain itu, disampaikan pula teknis pelaksanaan program pemberdayaan alternatif dan Desa Bersinar di Desa Alassapi.

Kegiatan dilanjutkan dengan penyusunan rencana aksi stakeholder dan pembacaan komitmen Desa Bersinar. Seluruh peserta juga mengikuti tes urine sebagai bagian dari rangkaian kegiatan.

Kepala BNN Kabupaten Sidoarjo Kombes Pol. Ahmad Fanani Eko Prasetya mengatakan keterlibatan desa dan masyarakat menjadi penting karena penyalahgunaan narkoba tidak hanya menjadi persoalan di wilayah perkotaan.

“Terima kasih, saya Kepala BNNK Kabupaten Sidoarjo mengharapkan Desa Alassapi ini menjadi role model bagi desa-desa lainnya. Karena saat ini narkoba ini sudah sampai ke kampung-kampung, sampai ke pelosok-pelosok,” katanya.

Sejumlah perwakilan OPD saat menyampaikan pertanyaan dalam kegiatan rapat kerja sinergi program pemberdayaan alternatif dengan stakeholder sekaligus pembentukan Desa Bersinar di Balai Desa Alassapi Kecamatan Banyuanyar. (Foto : Sutarno)

Menurutnya, Desa Alassapi diharapkan dapat menjadi contoh dalam membangun kepedulian masyarakat terhadap bahaya narkoba. “Kolaborasi dengan berbagai unsur di tingkat desa penting untuk memperkuat upaya pencegahan,” lanjutnya.

Ia juga menyampaikan bahwa BNNK Sidoarjo akan hadir dalam agenda launching program tersebut sekaligus memberikan sosialisasi kepada masyarakat. “Kalau untuk launching nanti kita akan datang ke sini. Kita akan sosialisasi kepada masyarakat dan kita bersama-sama bersama masyarakat untuk menjadikan Desa Alassapi ini menjadi role model bagi seluruh desa di Kabupaten Sidoarjo,” harapnya.

Sementara Pj Kepala Desa Alassapi Latifuddin mengaku senang dengan adanya kegiatan yang melibatkan berbagai unsur untuk memperkuat pencegahan penyalahgunaan narkoba di wilayahnya.

Menurut Latifuddin, persoalan narkoba menjadi perhatian desa karena sebelumnya terdapat kasus pengedaran narkoba. Kasus terakhir yang disebutkannya kini telah ditangani oleh Polres Probolinggo. “Saya sebagai Pj Kepala Desa Alassapi mengucapkan terima kasih dan saya senang sekali. Karena disini kasus terakhir itu ada pengedar dan sekarang ada di Polres Probolinggo,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi agenda sosialisasi, tetapi dapat membantu mencegah dan mengurangi aktivitas negatif yang berkaitan dengan peredaran narkoba di lingkungan desa. “Mudah-mudahan dengan adanya kegiatan ini dapat mencegah dan mengurangi aktivitas negatif peredaran narkoba,” harapnya.

Latifuddin berharap kolaborasi yang dibangun melalui program Desa Bersinar dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Ia juga berharap Desa Alassapi dapat keluar dari kondisi yang selama ini menjadi perhatian terkait penyalahgunaan narkoba.

“Harapan saya mudah-mudahan kegiatan ini ada manfaatnya, kemudian bisa mengatasi persoalan-persoalan narkoba, sehingga Desa Alassapi keluar dari desa merah untuk penyalahgunaan narkoba,” tambahnya.

Pelibatan pemerintah desa, aparat, tokoh masyarakat, tokoh agama dan kader PKK menjadi bagian penting dalam memperluas upaya pencegahan narkoba hingga tingkat lingkungan. Melalui sinergi tersebut, program Desa Bersinar diharapkan dapat memperkuat kesadaran masyarakat sekaligus mendorong lingkungan desa yang lebih peduli terhadap bahaya penyalahgunaan narkoba. ***

Penulis : Sutarno
Editor : Tim Bromo Info