Thursday, September 23, 2021
Depan > Kemasyarakatan > Bupati Tantri Tinjau Vaksinasi Bersama UMKM Probolinggo

Bupati Tantri Tinjau Vaksinasi Bersama UMKM Probolinggo

Reporter : Syamsul Akbar
KREJENGAN – Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE meninjau pelaksanaan Vaksinasi Bersama UMKM Probolinggo di Galery Batik Dewi Rengganis Desa Jatiurip Kecamatan Krejengan, Jum’at (27/8/2021) sore.

Kegiatan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) UMKM ke-6 Tahun 2021 dengan tema “Vaksinasi Menuju UMKM Tangguh” ini digelar oleh Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo bekerja sama dengan Galery Batik Dewi Rengganis.

Turut mendampingi Bupati Tantri, Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan dr. Mansur, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Anung Widiarto, Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Hari Kriswanto, Camat Krejengan Doddy Kurniawan serta Owner Batik Tulis Dewi Rengganis Rusyami.

Vaksinasi Bersama UMKM Probolinggo ini diikuti oleh 100 orang yang merupakan pelaku UMKM serta masyarakat yang ada di Desa Jatiurip Kecamatan Krejengan dan sekitarnya. Selain mengikuti vaksinasi, masyarakat yang sudah divaksin mendapatkan bingkisan yang diserahkan secara simbolis oleh Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE.

Dalam kesempatan tersebut Bupati Tantri melihat dari dekat proses vaksinasi yang diikuti pelaku UMKM dan masyarakat. Tidak hanya melihat, orang nomor satu di lingkungan Pemkab Probolinggo ini juga berdialog dengan para peserta vaksinasi.

Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE menyampaikan ucapan terima kasih kepada insan koperasi dan UMKM yang telah menginisiasi kegiatan vaksinasi untuk keluarga besar koperasi dan UMKM.

“Semoga kegiatan ini bisa menjadi trigger bagi koperasi dan UMKM lain. Tentu secara general pada warga masyarakat di Kabupaten Probolinggo untuk bersama-sama kita mendorong program vaksinasi ini sehingga bisa sesegera mungkin bisa tercapai minimal 70% dari total penduduk atau populasi di Kabupaten Probolinggo,” katanya.

Menurut Bupati Tantri, vaksinasi ini merupakan upaya ikhtiar lahir. Karena memang manusia diwajibkan untuk berikhtiar lahir. Kalau ikhtiar batin sudah dilakukan melalui sholat lima waktu dan doa.

“Tidak ada yang sempurna manakala tidak dilakukan berbarengan. Vaksinasi ini adalah ikhtiar supaya tetap sehat di masa pandemi selain memakai masker. Memang kita diajak untuk telaten dan sabar,” jelasnya.

Bupati Tantri menegaskan bahwa vaksin ini bukanlah obat. Oleh karena itu setelah divaksin jangan pernah lepas masker. “Vaksin ini untuk mengantisipasi manakala nanti terpapar Covid-19. Minimal gejala yang dialami tidak parah seperti yang hari ini dirawat di rumah sakit sampai banyak yang berpulang karena Covid-19,” tegasnya.

Terpisah Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo Anung Widiarto mengungkapkan program vaksinasi nasional ini perlu mendapatkan dukungan dari daerah, salah satunya Kabupaten Probolinggo.

“Untuk itu kami dari insan koperasi dan UMKM ingin berbuat bagaimana vaksinasi di Kabupaten Probolinggo bisa mencapai 70% dari total penduduk agar bisa membentuk herd immunity atau kekebalan kelompok,” ujarnya.

Oleh karena itu jelas Anung, bersamaan dengan momentum HUT UMKM ke-6 ini bagaimana pihaknya bisa mendorong program percepatan vaksinasi di Kabupaten Probolinggo. Untuk menambah semangat, masyarakat yang selesai divaksin menerima sedikit bingkisan.

“Intinya kami hanya ingin membantu bagaimana program vaksinasi ini bisa berjalan dengan baik mulai dari tingkat desa agar dapat menjadi pemicu di Kabupaten Probolinggo,” pungkasnya. (wan)