Sunday, September 26, 2021
Depan > Pemerintahan > Bupati Tantri Bersama Jajaran TNI/Polri Gelar Rakor PPKM Darurat

Bupati Tantri Bersama Jajaran TNI/Polri Gelar Rakor PPKM Darurat

Reporter : Mujiono
PROBOLINGGO – Dengan semakin meluasnya virus Covid-19 di daerah-daerah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo menggelar rapat koordinasi (rakor) dengan jajaran TNI/Polri Tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, Sabtu (3/7/2021) siang di Pendopo Prasaja Ngesti Wibawa Kabupaten Probolinggo.

Rakor PPKM Darurat ini dilaksanakan untuk menindaklanjuti arahan yang disampaikan Presiden Republik Indonesia dan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI Tito Karnavian Nomor 15 Tahun 2021 Tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Darurat Covid-19 dalam rangka mengendalikan penularan Covid-19 di wilayah Jawa dan Bali.

Rakor PPKM Darurat dipimpin langsung oleh Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE didampingi Wakil Bupati Probolinggo Drs. HA. Timbul Prihanjoko, Kapolres Probolinggo AKBP Teuku Arsya Khadafi, Kapolresta Probolinggo AKBP RM Jauhari, Komandan Kodim 0820 Probolinggo Letkol Inf. Imam Wibowo, Tim Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo serta para tokoh agama di Kabupaten Probolinggo.

Kegiatan ini juga diikuti secara virtual oleh Ketua Forum Kabupaten Probolinggo Sehat (FKPS) dr Mirrah Samiyah, para Camat beserta jajaran Forkopimka, Kepala KUA, Kepala Desa, Kepala UPT Puskesmas se-Kabupaten Probolinggo.

PPKM Darurat ini dilakukan sebagai langkah komprehensif untuk menekan penularan Covid-19 terlebih varian baru yang menjadi kekhawatiran bersama memiliki tingkat penularan yang lebih cepat. Bahayanya virus Covid-19 ini mengharuskan mengambil langkah-langkah lebih tegas agar supaya dapat membendung penyebaran Covid-19 khususnya di Kabupaten Probolinggo.

Substansi Inmendagri Nomor 15 Tahun 2021 dalam upaya pengaturan untuk penyelamatan masyarakat dilakukannya PPKM Darurat Jawa-Bali dari tanggal 3 hingga 20 Juli 2021, pengaturan dan pembatasan aktivitas orang, penegakan disiplin protokol kesehatan, penguatan pada upaya 3 T (Tracing, Testing dan Treatment) serta vaksinasi.

Dalam substansi tersebut, memberi kewenangan pada Kepala Daerah bersama TNI/Polri untuk melakukan pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi penerapan PPKM Darurat. Pelaksanaan PPKM Mikro level RT/RW zona merah tetap diberlakukan dan evaluasi APBDes, 8% minimal untuk penanganan Covid-19 dan pelaksanaan PPKM Mikro tingkat desa.

Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE menjelaskan bahwasanya pembatasan aktivitas PPKM Darurat dilakukan untuk perkantoran meliputi 0% sektor non esensial, 25% sektor pelayanan publik, 50% sektor esential dan 100% sektor critical. Pasar/toko klontong/supermarket 50% maksimal pengunjung dan tutup maksimal 20.00 wib.

Sedangkan untuk tempat ibadah, fasilitas umum, obyek wisata, mall tutup sementara. Kegiatan belajar mengajar dilakukan secara daring/online, resepsi pernikahan maksimal 30 orang dan tanpa makan di tempat. Untuk transportasi umum 70% maksimal dari kapasitas. Syarat perjalanan jarak jauh harus memiliki sertifikat vaksin, hasil tes PCR H-2 untuk transportasi pesawat atau memiliki hasil tes antigen H -1 untuk transportasi darat atau laut. Untuk kegiatan keagamaan sosial budaya dan olahraga ditiadakan.

“Tugas seluruh OPD turut bertanggung jawab terhadap pelaksanaan penanggulangan Covid-19 dan kecamatan binaan. Melakukan sistem kerja dengan tetap memperhatikan sasaran kinerja dan target kerja pegawai dan OPD, melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap pemenuhan dan pencapaian sasaran serta target kinerja pegawai,” katanya.

Bupati Tantri juga menjelaskan penyederhanaan proses bisnis dan SOP dengan penguatan TIK, memastikan output dan produk pelayanan yang dilakukan (piring/daring) sesuai dengan standar yang ditetapkan serta dilarang melakukan perjalanan keluar daerah selama pelaksanaan PPKM Darurat.

“Dengan PPKM Darurat ini diharapkan masyarakat ini sebagai upaya terbaik ikhtiar kita memutus adanya penyebaran Covid-19 di Kabupaten Probolinggo. Tetap bersabar dengan segala aturan ketentuan yang ditetapkan ini kita sukseskan dengan bentuk kekompakan, kesabaran dan berikhtiar bersama semoga Indonesia sesegera mungkin terbebas dari Covid-19,” pungkasnya. (y0n)