Thursday, October 8, 2026
Depan > Kemasyarakatan > Bupati Haris Ungkap Potensi 3B Saat Kick Off QRIS Jelajah Kuliner Indonesia Wilayah Jawa 2026

Bupati Haris Ungkap Potensi 3B Saat Kick Off QRIS Jelajah Kuliner Indonesia Wilayah Jawa 2026

SUKAPURA – Kawasan Gunung Bromo kembali menjadi panggung promosi pariwisata dan ekonomi digital. Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris memperkenalkan konsep pengembangan wisata nature, culture and sport tourism saat menghadiri Kick Off QRIS Jelajah Kuliner Indonesia Wilayah Jawa 2026 dan SunQris – Sunset Bromo Journey With QRIS 2026 di Amphitheater Seruni Point Bromo Desa Ngadisari Kecamatan Sukapura, Jum’at (28/8/2026).

Kegiatan yang digelar Bank Indonesia (BI) tersebut menjadi momentum mempertemukan potensi pariwisata Kabupaten Probolinggo dengan perkembangan transaksi digital melalui QRIS.

Hadir dalam kegiatan tersebut Deputi Kepala Perwakilan BI Jawa Timur Ridzky Prihadi Tjahyanto, Kepala Perwakilan BI Malang Indra Kuspriadi, Pemimpin Bank Jatim Cabang Kraksaan Siska Dian Permatasari, Kepala BPPKAD Kabupaten Probolinggo Kristiana Ruliani, Kepala Diskoparekraf Kabupaten Probolinggo Heri Mulyadi serta jajaran Bank Indonesia.

Kick off QRIS Jelajah Kuliner Indonesia ditandai dengan penekanan tombol oleh Bupati Haris bersama Deputi Kepala Perwakilan BI Jawa Timur Ridzky Prihadi Tjahyanto dan jajaran Bank Indonesia, Pemimpin Bank Jatim Cabang Kraksaan Siska Dian Permatasari, Kepala BPPKAD Kabupaten Probolinggo Kristiana Ruliani dan Kepala Diskoparekraf Kabupaten Probolinggo Heri Mulyadi.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Haris memaparkan konsep 3B yang menjadi bagian dari arah pengembangan pariwisata Kabupaten Probolinggo. Tiga destinasi tersebut meliputi Bromo, Bentar dan Bermi.

Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris bersama Deputi Kepala Perwakilan BI Jawa Timur Ridzky Prihadi Tjahyanto dan jajaran BI melakukan penekanan tombol dimulainya kick off Qris Jelajah Kuliner Indonesia. (Foto : Prokopim)

“Kami Kabupaten Probolinggo ini punya konsep nature, culture and sport tourism terkait dengan pariwisata dan kami punya konsep yang namanya 3B, di sini ada Bromo, Bentar, Bermi,” ujarnya.

Menurut Bupati Haris, Bromo memiliki kekuatan yang tidak hanya terletak pada panorama alam. Dari kawasan Seruni Point, wisatawan bahkan dapat menikmati pemandangan sejumlah gunung dalam satu bentang alam.

“Beruntung sekali hari ini teman-teman semua hadir di satu tempat yang mungkin didapat sensasinya di tempat lain. Kita berdiri di sini itu bisa melihat lima gunung. Lima gunung tersebut meliputi Gunung Bromo, Gunung Semeru, Gunung Batok, Gunung Kursi dan Gunung Widodaren,” jelasnya.

Lebih lanjut Bupati Haris menilai keindahan alam Bromo akan semakin kuat ketika berpadu dengan budaya masyarakat Tengger yang telah menjadi identitas kawasan tersebut. “Bromo ini tumbuh tidak hanya indahnya. Kelebihan Bromo dengan desa tercinta ini adalah ada culture, ada kultur masyarakat Tengger, budayanya sangat kuat. Apa arti dari sebuah keindahan kalau tidak ada budaya,” tegasnya.

Bupati Haris juga menyinggung Karhutla yang sempat terjadi di kawasan Bromo. Ia berharap alam kembali pulih sehingga kawasan tersebut semakin menarik untuk dikunjungi. “Kami cukup prihatin kemarin sempat ada karhutla di Bromo. Tetapi seperti halnya kehidupan, ada pagi ada malam, senang ada susah. Setelah kebakaran biasanya nanti Insya Allah di bulan November-Desember Bromo ini akan cantik-cantiknya,” terangnya.

Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris memberikan sambutan dalam kick off Qris Jelajah Kuliner Indonesia. (Foto : Prokopim)

Selain Bromo, pemerintah daerah terus mendorong pengembangan destinasi lain. Bentar disebut sebagai representasi potensi wisata bahari, sedangkan Bermi menjadi bagian dari kekayaan destinasi yang ditawarkan Kabupaten Probolinggo.

“Saya mengajak wisatawan untuk tidak berhenti di Bromo. Saya ingin wisatawan memperpanjang perjalanan dengan mengunjungi destinasi lain yang memiliki karakter berbeda. Semoga ke depan nanti tidak hanya ke Bromo, tapi kami persilahkan tempat-tempat kami, tempat keindahan yang lain di Kabupaten Probolinggo,” harapnya.

Bupati Haris mengapresiasi kegiatan QRIS Jelajah Kuliner Indonesia karena dinilai dapat membantu pelaku usaha dan sektor pariwisata mengikuti perkembangan kebutuhan masyarakat. “Saya yakin ini nanti progresnya sangat luar biasa,” tandasnya.

Sementara Deputi Kepala Perwakilan BI Jawa Timur Ridzky Prihadi Tjahyanto mengatakan penggunaan QRIS di Pulau Jawa terus berkembang. Hingga saat ini, transaksi QRIS di wilayah Jawa telah mencapai sekitar 45 juta transaksi. “Kami punya target seluruh nasional itu 75 juta transaksi,” ungkapnya.

Ia berharap kegiatan QRIS Jelajah Kuliner Indonesia dapat memperluas penggunaan transaksi digital, termasuk di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. “Mohon dukungan dan doanya agar target 75 juta transaksi se-Indonesia Raya bisa tercapai dengan kegiatan ini,” terangnya.

Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur Ridzky Prihadi Tjahyanto, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Malang Indra Kuspriadi dengan Tim Peserta QJI. (Foto : Prokopim)

Menurut Ridzky, QRIS memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam melakukan pembayaran karena transaksi dapat dilakukan secara cepat, mudah, murah dan andal. “QRIS merupakan generasi dari Bank Indonesia, persembahan Bank Indonesia untuk masyarakat. Dengan adanya QRIS sangat membantu transaksi menjadi cepat, mudah, murah dan handal,” jelasnya.

Ia menambahkan, penggunaan QRIS juga berkaitan dengan upaya melestarikan Rupiah sebagai simbol kedaulatan negara. Rupiah bukan hanya berfungsi sebagai alat pembayaran, tetapi juga memiliki nilai simbolis sebagai identitas dan kedaulatan Indonesia.

“Transaksi QRIS merupakan bagian dari bagaimana kita ikut melestarikan Rupiah kita. Jadi Rupiah tidak hanya sebagai alat pembayaran, tetapi juga di situ ada simbol-simbol kedaulatan Negara Indonesia,” tegasnya.

QRIS Jelajah Kuliner Indonesia Wilayah Jawa 2026 melibatkan 14 tim dari 14 Kantor Perwakilan Bank Indonesia di Pulau Jawa. Pemilihan Bromo sebagai lokasi kegiatan menjadi upaya menggabungkan promosi transaksi digital dengan kekuatan pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Di sini ada 14 perwakilan tim dari 14 Kantor Perwakilan Bank Indonesia seluruh Jawa. Kita sengaja memilih tempat di Bromo. Pagi sudah diawali dengan kegiatan Sunrise QRIS,” pungkasnya. ***

Penulis : Syamsul Akbar
Editor : Tim Bromo Info