SUKAPURA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo menegaskan komitmennya dalam memperkuat identitas daerah melalui pelestarian seni dan budaya. Komitmen tersebut ditandai dengan pengukuhan pengurus Dewan Kebudayaan Kabupaten Probolinggo masa bakti 2025–2030 oleh Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris di Amphiteater Seruni Point Kecamatan Sukapura, Sabtu (18/7/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Bupati Haris didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo Ning Marissa Mohammad Haris. Turut hadir jajaran Forkopimda Kabupaten Probolinggo, anggota DPRD Kabupaten Probolinggo, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto, Kepala Perangkat Daerah di lingkungan Pemkab Probolinggo serta Founder Jiwa Jawa Resort Bromo Sigit Pramono.
Pengukuhan Dewan Kebudayaan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan para pegiat budaya dalam menjaga, mengembangkan serta mempromosikan kekayaan budaya lokal sebagai bagian dari pembangunan daerah.

Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris menegaskan pembangunan daerah tidak hanya diukur dari kemajuan infrastruktur, tetapi juga dari kemampuan menjaga dan melestarikan warisan budaya yang menjadi identitas masyarakat.
“Budaya dan seni adalah jiwa sekaligus jati diri Kabupaten Probolinggo. Tanpa budaya yang terjaga dengan baik, pembangunan tidak akan memiliki arti yang utuh. Saya titip budaya Tengger, Argopuro, kisah Dewi Rengganis, Candi Jabung hingga Candi Kedaton agar terus dirawat, dikembangkan dan diceritakan kepada generasi penerus,” katanya.
Menurut Bupati Haris, Kabupaten Probolinggo memiliki kekayaan budaya yang sangat beragam, mulai dari kawasan pesisir hingga pegunungan. Seluruh potensi tersebut harus dikemas menjadi narasi budaya yang kuat sehingga mampu memperkuat identitas daerah sekaligus menjadi daya tarik sektor pariwisata.

“Saya berharap Dewan Kebudayaan mampu menjadi motor penggerak pelestarian budaya melalui kolaborasi dengan pemerintah, pelaku seni, lembaga pendidikan hingga masyarakat sehingga warisan budaya tetap lestari dan memberi manfaat bagi pembangunan daerah,” harapnya.
Sementara Ketua Dewan Kebudayaan Kabupaten Probolinggo Mahdi menyampaikan kepengurusan yang baru akan segera melakukan inventarisasi seluruh potensi kebudayaan yang dimiliki Kabupaten Probolinggo sebagai dasar penyusunan program pelestarian.
“Kami akan menginventarisasi seluruh potensi budaya Kabupaten Probolinggo, mulai dari seni tari, musik, pakaian adat hingga rumah adat. Selanjutnya kami akan bersinergi dengan berbagai pihak agar kesenian khas Kabupaten Probolinggo dapat terus hadir dalam agenda pemerintahan, pendidikan maupun kegiatan masyarakat,” ujarnya.

Mahdi menambahkan inventarisasi tersebut diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat eksistensi budaya lokal sekaligus mendorong lahirnya berbagai program pengembangan seni dan budaya yang berkelanjutan.
Melalui pengukuhan Dewan Kebudayaan Kabupaten Probolinggo masa bakti 2025–2030, Pemkab Probolinggo berharap pelestarian budaya tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga menjadi gerakan bersama seluruh elemen masyarakat demi menjaga warisan budaya sebagai identitas daerah dan modal pembangunan di masa depan. ***
Penulis : Syamsul Akbar
Editor : Tim Bromo Info
