Depan > Kemasyarakatan > BLK Disnaker Berikan Pelatihan Berbasis Kompetensi

BLK Disnaker Berikan Pelatihan Berbasis Kompetensi

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Dalam rangka memberikan bekal ketrampilan kepada masyarakat, UPT Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Probolinggo memberikan pelatihan berbasis kompetensi untuk 5 (lima) paket kejuruan dengan sumber dana dari APBD Kabupaten Probolinggo.

Kelima paket kejuruan dalam pelatihan berbasis kompetensi tersebut meliputi menjahit pakaian dengan mesin, otomotif servis sepeda motor, komputer, Prosesing Hasil Pertanian (PHP) sebanyak 2 kelas serta bordir apparel. Tiap-tiap kelas diikuti 16 orang sehingga total untuk 6 kelas mencapai 96 orang peserta dengan 240 Jam Pelajaran (JP) atau 30 hari.

Untuk menjahit pakaian dengan mesin dilaksanakan di Desa Alassapi Kecamatan Banyuanyar, otomotif servis sepeda motor dilaksanakan di Desa Randumerak Kecamatan Paiton, komputer dilaksanakan di Desa Gading Wetan Kecamatan Gading, Prosesing Hasil Pertanian (PHP) dilaksanakan di Desa Pabean Kecamatan Dringu dan Desa Maron Wetan Kecamatan Maron serta bordir apparel dilaksanakan di Desa Selogudig Wetan Kecamatan Pajarakan.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Plt Kepala Bidang Pelatihan Kerja dan Produktivitas Disnaker Kabupaten Probolinggo Didik Dali Histo Rijanto didampingi Kepala UPT BLK Disnaker Kabupaten Probolinggo Ali Imron, Rabu (29/6/2022).

Pembukaan pelatihan berbasis kompetensi ini dihadiri oleh Sekretaris Badan Pengelolaan Pendapatan, Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Probolinggo Siswanto, Penyuluh Perindustrian dan Perdagangan Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Probolinggo Supami serta para instruktur.

Kepala UPT BLK Disnaker Kabupaten Probolinggo Ali Imron mengungkapkan kegiatan pelatihan dilakukan untuk mengupgrade skill, pengetahuan, mengasah sikap, etika dan perilaku peserta dengan tujuan menjembatani program pemerintah dalam mengentaskan pengangguran, baik disebabkan menunggu lepas pendidikan atau menunggu sebab PHK.

“Pelatihan berbasis kompetensi diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Probolinggo melalui BLK diimplementasikan dalam bentuk pelatihan gratis dengan harapan dapat bermanfaat bagi calon-calon pencari kerja dalam memperdalam ilmu, mengembangkan potensi dan melegalisasi kompetensi,” ujarnya.

Sementara Plt Kepala Bidang Pelatihan Kerja dan Produktivitas Disnaker Kabupaten Probolinggo Didik Dali Histo Rijanto mengatakan pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan ketrampilan sesuai bidang kejuruan masing-masing dan meningkatkan ketrampilan masyarakat pada usia produktif yang tidak melanjutkan pendidikan.

“Dengan ketrampilan yang telah dimiliki diharapkan peserta dapat menumbuhkan jiwa wirausaha mandiri serta terwujudnya kualitas sumberdaya manusia yang trampil, kompeten dan produktif pada bidang masing-masing kejuruan yang memenuhi persyaratan untuk mengisi jabatan operator di perusahaan/dunia usaha,” katanya.

Menurut Didik, pelatihan yang bersumber dari dana APBD ini dilakukan untuk melatih masyarakat pada usia produktif antara usia 18 sampai dengan 35 tahun. Dimana sasaran yang ingin dicapai pada kegiatan ini adalah untuk terciptanya kompetensi sumber daya manusia unggul demi tercapainya masyarakat terampil dan maju melalui program peningkatan kompetensi tenaga kerja dan produktivitas berupa pelatihan berbasis kompetensi.

“Program pelatihan yang ada di UPT BLK Kabupaten Probolinggo mengacu pada kebutuhan
kompetensi yang ada di pasar kerja, sehingga lulusannya dapat diserap di dunia usaha dan industri,” jelasnya.

Didik menambahkan dengan pertumbuhan penduduk yang begitu tinggi, ditambah lagi lulusan dari pendidikan formal kurang terampil, beretos kerja rendah, kurang profesional akan mengalami kesulitan masuk di pasar kerja baik di dalam maupun di luar negeri.

“Untuk mengatasi hal tersebut, Disnaker melalui UPT Balai Latihan Kerja Kabupaten Probolinggo berupaya memanfaatkan potensi yang ada untuk mengurangi pengangguran melalui program peningkatan tenaga keja dan produktivitas berupa pelatihan berbasis kompetensi,” terangnya.

“Oleh karena itu dipandang perlu untuk melakukan kegiatan pelatihan pada masyarakat usia produktif agar bisa bersaing di dunia kerja yang diharapkan akan berdampak pada pengurangan angka pengangguran,” pungkasnya. (wan)