Thursday, September 23, 2021
Depan > Kemasyarakatan > BLK Berikan Pelatihan Berbasis Kompetensi Lima Kejuruan

BLK Berikan Pelatihan Berbasis Kompetensi Lima Kejuruan

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Dalam rangka memberikan bekal ketrampilan kepada masyarakat, UPT Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Probolinggo memberikan pelatihan berbasis kompetensi untuk 5 (lima) kejuruan dengan sumber dana dari APBN.

Kelima paket pelatihan kejuruan tersebut meliputi menjahit pakaian sesuai style I dengan 260 jam pelajaran (33 hari), instalasi listrik dengan 260 jam pelajaran (33 hari), computer operator assistant/basic office dengan 260 jam pelajaran (33 hari), mekanik sepeda motor dengan 340 jam pelajaran (43 hari) dan pengelasan SMAW 3G dengan 340 jam pelajaran (43 hari).

Masing-masing kejuruan diikuti oleh 16 orang peserta sehingga total untuk lima paket pelatihan mencapai 80 orang peserta. Sementara jumlah pendaftar untuk semua kejuruan mencapai 336 orang.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Disnaker Kabupaten Probolinggo Doddy Nur Baskoro didampingi oleh Kepala Bidang Pelatihan Kerja dan Produktivitas Sukartadi, Kepala UPT BLK Ali Imron beserta segenap instruktur, Rabu (23/6/2021).

Sehubungan dengan masih dalam suasana pandemi Covid-19, maka pembukaan ini untuk masing-masing kejuruan hanya diwakili 7 orang peserta dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Kepala Disnaker Kabupaten Probolinggo Doddy Nur Baskoro mengatakan pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan ketrampilan sesuai bidang kejuruan masing-masing dan meningkatkan ketrampilan masyarakat pada usia produktif yang tidak melanjutkan pendidikan.

“Dengan ketrampilan yang telah dimiliki diharapkan peserta dapat menumbuhkan jiwa wirausaha mandiri serta terwujudnya kualitas sumberdaya manusia yang trampil, kompeten dan produktif pada bidang masing-masing kejuruan yang memenuhi persyaratan untuk mengisi jabatan operator di perusahaan/dunia usaha,” katanya.

Menurut Doddy, pelatihan yang bersumber dari dana APBN ini dilakukan untuk melatih masyarakat pada usia produktif antara usia 18 sampai dengan 35 tahun. Dimana sasaran yang ingin dicapai pada kegiatan ini adalah untuk terciptanya kompetensi sumber daya manusia unggul demi tercapainya masyarakat terampil dan maju melalui program peningkatan kompetensi tenaga kerja dan produktivitas berupa pelatihan berbasis kompetensi.

“Program pelatihan yang ada di UPT BLK Kabupaten Probolinggo mengacu pada kebutuhan
kompetensi yang ada di pasar kerja, sehingga lulusannya dapat diserap di dunia usaha dan industri,” jelasnya.

Dengan pertumbuhan penduduk yang begitu tinggi jelas Doddy, ditambah lagi lulusan dari pendidikan formal kurang terampil, beretos kerja rendah kurang profesional akan mengalami kesulitan masuk di pasar kerja baik di dalam maupun di luar negeri. Untuk mengatasi hal tersebut UPT BLK Kabupaten Probolinggo berupaya memanfaatkan potensi yang ada untuk mengurangi pengangguran melalui program peningkatan tenaga keja dan produktivitas berupa pelatihan berbasis kompetensi.

“Sehingga dipandang perlu untuk melakukan kegiatan pelatihan pada masyarakat usia produktif agar bisa bersaing di dunia kerja yang diharapkan akan berdampak pada pengurangan angka pengangguran,” pungkasnya. (wan)