Depan > Pendidikan > Karya Media Pandu Camat Raih Juara Lomba Inobel Korwil Dikbud Kraksaan

Karya Media Pandu Camat Raih Juara Lomba Inobel Korwil Dikbud Kraksaan

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) dan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) tahun 2022, Koordinator Wilayah (Korwil) Bidang Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kecamatan Kraksaan menggelar lomba inovasi pembelajaran (inobel) dan lomba Kreasi Tari Glipang.

Sabtu (11/6/2022), Korwil Dikbud Kecamatan Kraksaan menggelar desiminasi dan penganugerahan inobel dan puncak Kreasi Tari Glipang di aula SDN Semampir 1 Kecamatan Kraksaan.

Dalam lomba inobel ini, karya upaya meningkatkan hasil belajar Matematika materi pecahan melalui media Pandu Camat oleh Valentina Retna Rahayu dari SDN Patokan 1 berhasil meraih juara pertama.

Untuk juara 2 diraih Dewi Mayangsari dari SDN Kraksaan Wetan 1, juara 3 diraih Yuni Wijayati dari SDN Kandangjati Kulon 2, juara harapan 1 diraih Febri Wike Puspita Sari dari SDN Kraksaan Wetan 1, juara harapan 2 diraih Fanny Rahmawati dari SDN Semampir 1 dan juara harapan 3 diraih Afidatul Ma’rifah dari SDN Alasumur Kulon 2.

Sementara lomba Kreasi Tari Glipang, juara 1 diraih SD Syekh Abdul Qodir al Jailani (SAQA), juara 2 diraih SDN Patokan 1, juara 3 diraih SDN Semampir 2, juara harapan 1 diraih SDN Rondokuning, juara harapan 2 diraih SDI Miftahul Afkar, juara harapan 3 diraih SDN Sidopekso serta juara favorit berdasarkan like youtube diraih SD Muhammadiyah Kreatif.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Probolinggo Fathur Rozi, Korwil Bidang Dikbud Kecamatan Kraksaan Sofiah Hartuti serta perwakilan dari PGRI dan K3S Kecamatan Kraksaan.

Korwil Bidang Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan Kraksaan Sofiah Hartuti mengungkapkan lomba inobel ini dilakukan sebagai upaya untuk pengembangan SDM melalui peningkatan kualitas pendidikan dan manajemen mutu pendidikan di Kecamatan Kraksaan.

“Kita harus bisa memotivasi diri sendiri dan orang lain. Terwujudnya langkah awal ini untuk lompatan di bidang pendidikan dengan menggerakkan komunitas yang ada di Kecamatan Kraksaan. Tidak hanya itu, komunitasnya sudah berjalan dengan baik,” ujarnya.

Sofiah menjelaskan lomba inobel ini sangat luar biasa dalam rangka untuk menggerakkan guru yang ada di Kecamatan Kraksaan. “Saya ingin guru-guru bangkit untuk memajukan pendidikan di Kecamatan Kraksaan pada khususnya dan Kabupaten Probolinggo pada umumnya. Sebab raport pendidikan kita yang berkaitan dengan literasi dan numerasi masih rendah,” jelasnya.

Lebih lanjut Sofiah menerangkan Tari Glipang merupakan salah satu ikon budaya dari Kabupaten Probolinggo yang harus terus dikembangkan. “Guru-guru dari daerah manapun dan berdomisili di Kabupaten Probolinggo, maka secara otomatis harus mencintai budaya yang ada di Kabupaten Probolinggo,” tegasnya.

Sementara Kepala Disdikbud Kabupaten Probolinggo Fathur Rozi meminta agar guru-guru jangan berhenti untuk berinovasi dan berkreasi. Sebab karya guru-guru akan selalu ditunggu oleh anak didik bangsa.

“Seorang guru harus bisa membuat pembelajaran yang menyenangkan dan tidak membosankan. Namun bukan hanya dapat meningkatkan hasil belajar, tetapi meningkatkan motivasi belajar. Saya harapkan guru-guru inovatif dan mampu menggerakkan guru-guru yang lain,” katanya.

Sesuai dengan tema Hardiknas 2022 “Pimpin Pemulihan Bergerak untuk Merdeka Belajar” jelas Rozi, guru dituntut untuk menjadi pemimpin pemulihan pembelajaran yang inovatif. “Setelah inovatif harus bersama-sama bergerak menuju merdeka belajar,” jelasnya.

Menurut Rozi, sebagai ASN seorang guru memiliki core values yang pada intinya adalah Ber-AKHLAK yang merupakan akronim dari berorientasi pelayanan, akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif dan kolaboratif.

“Sebagai ASN kita harus memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan keseriusan untuk kecerdasan masyarakat. Semua itu harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab dengan terus meningkatkan kompetensi diri. Kita harus menjalin hubungan yang harmonis dengan semua, patuh dan taat pada aturan serta berkolaborasi untuk meningkatkan mutu pendidikan,” terangnya.

Rozi menegaskan guru yang kreatif jangan pernah merasa sendirian karena prestasi bisa diraih karena bersama-sama. Jika ingin maju jangan maju sendirian. Sebab nilai kesendirian kurang bermakna dibandingkan dengan maju bersama-sama.

“Ayo kebaikan-kebaikan itu jangan hanya ada pada dirinya sendiri. Tolong share dan lakukan kolaboratif dengan guru-guru di sekolahnya dan di sekolah lain.Jadikan ajang KKG dan gugus sebagai lading kebaikan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat dan bakti kita kepada Allah SWT,” pungkasnya. (wan)