Saturday, July 24, 2021
Depan > Kemasyarakatan > Baznas Kumpulkan 21 Ton Beras Zakat Fitrah ASN

Baznas Kumpulkan 21 Ton Beras Zakat Fitrah ASN

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Probolinggo hingga Senin (11/5/2020) sore berhasil mengumpulkan 21.039 kg atau 21,039 ton beras zakat fitrah dari Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo.

Ketua Baznas Kabupaten Probolinggo H Achmad Muzammil mengungkapkan zakat fitrah ini diperoleh dari 7.013 orang ASN dari OPD (Organisasi Perangkat Daerah), kecamatan, kelurahan dan semua instansi di Kabupaten Probolinggo. Dimana masing-masing ASN menyetor Rp 30 ribu. Sehingga total pengumpulannya mencapai Rp 210.390.000.

“Zakat fitrah ini disetorkan oleh ASN kepada Baznas Kabupaten Probolinggo untuk selanjutnya diberikan kepada fuqoro dan masakin dalam bentuk beras. Asumsinya Rp 30 ribu ini adalah untuk 3 kg. Sehingga total dari 7.013 orang ASN, beras yang terkumpul mencapai 21,039 ton,” katanya.

Menurut Muzammil, penyetoran zakat fitrah ASN ke Baznas Kabupaten Probolinggo ini dilakukan berdasarkan Surat Edaran Bupati Probolinggo Nomor: 420/104/426.33/2020 Tanggal 14 April 2020 Tentang Pengumpulan Zakat Fitrah Bagi ASN di Lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo.

“Dalam surat edaran itu disebutkan bahwa pengumpulan zakat fitrah sifatnya wajib bagi setiap ASN muslim/muslimah yang dikoordinir melalui bendaharawan masing-masing OPD. Hasil pengumpulan zakat fitrah ASN ini disetorkan kepada Baznas Kabupaten Probolinggo,” jelasnya.

Muzammil menerangkan, dalam pendistribusian zakat fitrah dari ASN ini pihak Baznas akan meminta bantuan kepada organisasi kepemudaan dalam hal ini Gerakan Pemuda Ansor dan Karang Taruna Kabupaten Probolinggo yang berada di masing-masing kecamatan di Kabupaten Probolinggo.

“Kami menghimbau agar zakat fitrah ini diberikan kepada fuqoro dan masakin yang ada di 24 kecamatan. Bagi yang kemarin sudah mendapatkan sembako dari Baznas, hendaknya tidak mendapatkan lagi. Sehingga ada pemerataan pendistribusian zakat fitrah,” terangnya.

Lebih lanjut Muzammil menegaskan zakat fitrah itu wajib sejak manusia lahir. Batas waktunya mulai awal Ramadhan sampai sebelum sholat Idul Fitri. Harapannya kepada masyarakat pengumpulan zakat fitrah disarankan jangan langsung ke mustahiq tetapi harus dikoordinir oleh Lembaga Amil Zakat (LAZ) yang sudah ditetapkan.

“Karena dengan adanya pengumpulan amil zakat yang sudah ditetapkan oleh pemerintah tidak akan ada duplikasi penerimaan dan ada pemerataan. Para tokoh masyarakat yang diberi kepercayaan masyarakat mengumpulkan zakat harus mempunyai payung hukum sesuai dengan aturan perundang-undangan,” tegasnya.

Muzammil menegaskan zakat fitrah ASN dengan dikoordinir oleh Baznas maka akan tahu kondisi penerima yang sebenarnya. Secara syar’i sah karena Baznas ditunjuk oleh pemerintah.

“Awalnya zakat fitrah ini akan disalurkan dalam bentuk beras kepada para mustahiq. Namun dalam perkembangannya seiring dengan banyaknya dana dari zakat mal sehingga rapat komisioner menghendaki ada tambahan sembako berupa gula 1 kg, minyak goreng 1 liter, mie instan 5 bungkus, kopi dan teh yang kalau dinominalkan mencapai Rp 50 ribu,” pungkasnya. (wan)

cww trust seal