DRINGU – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Probolinggo bersama CSR PT Paiton Energy kembali memperkuat edukasi kesehatan bagi generasi muda. Kali ini, sosialisasi digelar di SMP Negeri 1 Dringu, Senin (31/8/2026).
Sebanyak 40 siswa dari kelas VII, VIII dan IX mengikuti kegiatan tersebut. Para peserta mendapatkan pendampingan dari Tim Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT) Desa Dringu dan Desa Kedungdalem Kecamatan Dringu.
Kegiatan dihadiri Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Sosial dan Pelayanan Darah UDD PMI Kabupaten Probolinggo Ismail Pandji bersama sejumlah pengurus. Kehadiran mereka disambut Kepala SMPN 1 Dringu Karyati dan jajaran dewan guru.
Dalam sosialisasi tersebut, PMI memberikan pemahaman mengenai sejumlah persoalan kesehatan, terutama tuberkulosis (TBC). Edukasi ini dinilai penting agar pelajar memiliki pengetahuan dasar sekaligus mampu mengenali persoalan kesehatan yang ada di lingkungan sekitarnya.
Selain TBC, PMI juga mengenalkan pentingnya donor darah kepada para pelajar. Edukasi tersebut diberikan untuk menumbuhkan kepedulian terhadap kebutuhan darah sekaligus mengenalkan kegiatan kemanusiaan sejak usia muda.
Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Sosial dan Pelayanan Darah UDD PMI Kabupaten Probolinggo Ismail Pandji mengatakan para siswa yang mengikuti kegiatan merupakan peserta terpilih yang diharapkan tidak hanya menerima pengetahuan untuk dirinya sendiri. “Informasi yang diperoleh diharapkan dapat diteruskan kepada teman, keluarga dan masyarakat di lingkungan masing-masing,” katanya.

Ismail menjelaskan TBC menjadi salah satu materi yang mendapat perhatian dalam kegiatan tersebut. Pemahaman tentang penyakit tersebut perlu diperkuat sejak kalangan pelajar, karena TBC masih menjadi persoalan kesehatan di Indonesia. “Adik-adik semua akan mendapatkan ilmu tentang satu yang berkaitan dengan TBC. Ini penting karena TBC merupakan penyakit yang masih banyak terjadi di Indonesia,” jelasnya.
Lebih lanjut Ismail meminta para siswa menjadi penyambung informasi kesehatan. Jika mengetahui adanya gejala yang mengarah pada TBC di lingkungan sekitar, masyarakat diharapkan tidak mengabaikannya dan segera mendapatkan pemeriksaan. “Kalau misalnya ada gejala-gejala, sampaikan kepada mereka untuk segera didorong berangkat ke puskesmas,” tegasnya.
Ismail juga mengajak para siswa yang nantinya telah memenuhi ketentuan usia dan kesehatan untuk mempertimbangkan donor darah sebagai bentuk kepedulian kepada sesama.
“Ketika sudah masuk SMA dan berusia sekitar 16 sampai 17 tahun, saya mengetuk hati adik-adik untuk melakukan kebaikan dengan memberikan darah kepada manusia yang membutuhkan,” terangnya.
Menurut Ismail, kebutuhan darah di Kabupaten Probolinggo masih cukup tinggi. PMI terus berupaya meningkatkan jumlah pendonor agar kebutuhan pasien yang menjalani perawatan di rumah sakit dapat terpenuhi. Dimana PMI masih kekurangan dan akan mengejar sampai 1.600 kantong, sementara sekarang masih di bawah 1.000 kantong.
“Jumlah donor darah di UDD PMI Kabupaten Probolinggo telah mengalami peningkatan. Namun, upaya memperluas partisipasi masyarakat tetap diperlukan untuk menjaga ketersediaan darah secara berkelanjutan,” tambahnya.

Sementara Kepala SMPN 1 Dringu Karyati mengapresiasi pelaksanaan sosialisasi tersebut. Ia meminta para siswa menyerap materi dengan baik dan membagikan pengetahuan yang diperoleh kepada keluarga maupun lingkungan sekitar.
“Kami SMPN 1 Dringu mengucapkan banyak terima kasih kepada tim yang sudah memilih sekolah kami untuk mendapatkan ilmu. Kehadiran tim ke sekolah kami juga merupakan motivasi bagi kami,” ujarnya.
Menurutnya, ilmu yang diperoleh siswa akan semakin bermanfaat apabila dibagikan kepada orang lain. Karena itu, ia mendorong peserta tidak menyimpan informasi hanya untuk dirinya sendiri.
“Ilmu yang kita dapatkan harus ditularkan kepada yang lainnya. Apapun itu, sekecil apapun informasi yang kita terima, sepanjang ilmunya baik bagi kita dan juga baik bagi orang lain, mari kita siarkan,” jelasnya.
Karyati juga mengingatkan siswa yang belum memenuhi usia untuk donor darah tetap dapat mengambil manfaat dari edukasi tersebut. “Informasi mengenai donor darah dapat disampaikan kepada orang tua, saudara maupun anggota keluarga yang telah memenuhi persyaratan,” lanjutnya.
Karyati berharap semangat kemanusiaan yang dikenalkan melalui kegiatan tersebut dapat tumbuh di kalangan siswa. Terlebih, SMPN 1 Dringu memiliki berbagai organisasi siswa seperti OSIS, Pramuka dan PMR yang dapat menjadi wadah pengembangan kepedulian sosial. “Kalian merupakan kader-kader kami. Entah itu nanti pada bidang apapun, ayo dilaksanakan dengan penuh keikhlasan,” pesannya.

Melalui sosialisasi tersebut, PMI Kabupaten Probolinggo berharap edukasi kesehatan tidak berhenti di ruang sekolah. Para pelajar diharapkan mampu menjadi agen perubahan dengan meneruskan informasi yang benar tentang TBC, donor darah dan kepedulian terhadap kesehatan kepada lingkungan masing-masing. ***
Penulis : Syamsul Akbar
Editor : Tim Bromo Info
