Thursday, October 8, 2026
Depan > Kemasyarakatan > Baznas Kukuhkan Lulusan Program Pendidikan Kesetaraan Paket A, B dan C

Baznas Kukuhkan Lulusan Program Pendidikan Kesetaraan Paket A, B dan C

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Probolinggo bersama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo mengukuhkan lulusan program pendidikan kesetaraan Paket A, B dan C di Gedung Islamic Center (GIC) Kota Kraksaan, Kamis (7/9/2023).

Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Probolinggo Drs HA Timbul Prihanjoko, Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Probolinggo David P Duarsa, Kepala Bakorwil V Jember Nana Fadjar Prijantoro, Wakil Ketua 4 Baznas Provinsi Jawa Timur Husnul Khuluq, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto, Kepala Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Fathur Rozi, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo Samsur dan Ketua Baznas Kabupaten Probolinggo H Ahmad Muzammil.

Hadir pula Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo Hj Nunung Timbul Prihanjoko, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Probolinggo Rita Erik Ugas Irwanto, sejumlah Kepala OPD dan Camat, Korwil Bidang Dikdaya Kecamatan serta Ketua PKBM di Kabupaten Probolinggo.

Pengukuhan 315 peserta didik program peningkatan akses dan mutu pendidikan melalui pendidikan kesetaraan di Kabupaten Probolinggo ini dipimpin oleh Bupati Probolinggo Drs HA Timbul Prihanjoko didampingi Kepala Bakorwil V Jember Nana Fadjar Prijantoro, Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto dan Ketua Baznas Kabupaten Probolinggo H Ahmad Muzammil.

Dalam kesempatan tersebut Ketua Baznas Kabupaten Probolinggo H Ahmad Muzammil, Kepala Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Fathur Rozi dan Wakil Ketua 4 Baznas Provinsi Jawa Timur Husnul Khuluq menyerahkan secara simbolis program Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS). Dilanjutkan dengan penyerahan hasil audit eksternal Baznas Kabupaten Probolinggo ke Baznas Provinsi Jawa Timur.

Bupati Probolinggo Drs HA Timbul Prihanjoko mengatakan program pendidikan kesetaraan Paket A, B dan C ini merupakan sebuah inovasi yang luar biasa dari Disdikdaya Kabupaten Probolinggo dengan Baznas Kabupaten Probolinggo dalam rangka untuk menjawab tantangan dan problematika di dunia pendidikan di Kabupaten Probolinggo.

“Ini salah satu langkah dan terobosan yang sudah dilakukan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan bersama dengan Baznas Kabupaten Probolinggo. Harapan saya tentunya ke depan terus berlanjut sehingga PR-PR selama ini bisa terkurangi. Insya Allah, saya yakin seyakin-yakinnya nanti beberapa tahun ke depan di Kabupaten Probolinggo urusan SDM maupun urusan pendidikan ini akan terjawab,” katanya.

Menurut Bupati Timbul, urusan anggaran itu sangat mudah, tetapi bagaimana masyarakat itu menyadari bahwa pentingnya pendidikan ini sebenarnya bukan kepentingan pemerintah, tetapi agama juga mengajarkan untuk menuntut ilmu bahkan sampai ke negeri Cina. “Jadi ini pentingnya agama menekankan kepada pendidikan,” jelasnya.

Sementara Ketua Baznas Kabupaten Probolinggo H Ahmad Muzammil menyampaikan pengukuhan lulusan program pendidikan kesetaraan Paket A, B dan C ini merupakan kegiatan tasyakuran. Sebab sudah bias melaksanakan kegiatan program akses pendidikan kesetaraan yang merupakan kerja sama Baznas Kabupaten Probolinggo dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Probolinggo.

“Dengan adanya tasyakuran ini kita sudah berhasil meluluskan 315 peserta didik dari 6 PKBM yang semuanya pendidikan kesetaraan kejar Paket A, B dan C. Insya Allah pada semester genap bertambah lagi 99 peserta didik sehingga nanti di semester genap bias mencapai 414 peserta didik yang sudah lulus program pendidikan kesetaraan,” ujarnya.

Menurut Muzammil menjelaskan keikutsertaan Baznas dalam program pendidikan kesetaraan ini bertujuan untuk ikut andil dalam mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan Indek Pembangunan Manusia.

“Pendidikan ini akan membawa dampak kepada sektor-sektor yang lain, terutama kesehatan, ekonomi dan ketahanan pangan sehingga peran pentingnya masalah pendidikan ini menjadi suatu program khusus yang akan ditangani oleh Baznas,” terangnya.

Muzammil menerangkan Biaya Operasional Penyelenggaraan Pendidikan Kesetaraan (BOPPK) penerimanya adalah Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang digunakan untuk membiayai pelaksanaan pembelajaran bagi Anak Putus Sekolah (ATS), utamanya yang berada di desa dengan Indek Desa Membangun (IDM) rendah.

“Jumlah pembiayaan yang dikeluarkan oleh Baznas bagi 6 PKBM untuk program keberlangsungan akses pendidikan kesetaraan selama 6 semester (3 tahun) sebesar Rp 1.650.150.000 yang berasal dari dana zakat dan infaq,” tegasnya.

Sedangkan Kepala Bakorwil V Jember Nana Fadjar Prijantoro menyampaikan selamat dan sukses atas pengukuhan 315 peserta dalam program kesetaraan Paket A, B dan C. “Apresisasi setinggi-tingginya saya sampaikan pada Baznas Kabupaten Probolinggo yang memiliki konsistensi dan komitmen dalam menyediakan layanan pendidikan kepada masyarakat,” ungkapnya.

Menurut Nana, program ini sejalan dengan visi misi Program Jatim Cerdas yang diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Melalui program ini, Pemprov Jawa Timur sukses mendorong kualitas pendidikan dengan meningkatkan infrastruktur dan semangat inovasi.

“Mari kita dukung pengembangan program pendidikan kesetaraan Paket A, B dan C ini dengan kinerja yang baik serta didukung oleh stakeholder atau instansi terkait lainnya dan masyarakat sendiri, sehingga akan tercapai visi dan misi sistem pendidikan nasional,” tegasnya.

Wakil Ketua 4 Baznas Provinsi Jawa Timur Husnul Khuluq menyampaikan momentum ini menjadi sebuah jawaban dalam menyelesaikan masalah pendidikan. Sebab hal ini sangat berhubungan dengan ilmu.

“Dari literatur apapun, ilmu menjadi bagian penting dalam kehidupan. Ilmu itu kunci dari semuanya. Saya berterima kasih kepada Baznas Kabupaten Probolinggo yang telah ambil bagian dalam menyelesaikan masalah pendidikan,” ujarnya.

Hanya saja jelas Khuluq, permasalahan pendidikan ini harus diselesaikan bersama-sama. Sebab pendidikan itu tidak hanya berkaitan dengan anggaran saja, tetapi mindset dan keinginan dari orang tua. “Harus ada kesadaran dari orang tua. Oleh karena itu, jangan sia-siakan kesempatan baik yang telah diberikan oleh Baznas Kabupaten Probolinggo bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Probolinggo,” pungkasnya. (wan)