Wednesday, September 29, 2021
Depan > Kemasyarakatan > Baznas Kembali Berikan Bantuan Kaki Palsu Bagi Kaum Dhuafa Fakir

Baznas Kembali Berikan Bantuan Kaki Palsu Bagi Kaum Dhuafa Fakir

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Sebanyak 4 (empat) orang kaum dhuafa fakir penyandang disabilitas di Kabupaten Probolinggo mendapatkan bantuan kaki palsu dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Probolinggo, Kamis (9/7/2020).

Anggaran dari bantuan kaki palsu ini diperoleh melalui pengumpulan infaq yang diperoleh dari Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di masing-masing OPD (Organisasi Perangkat Daerah) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo.

Ketua Baznas Kabupaten Probolinggo H. Achmad Muzammil mengungkapkan pemberian bantuan kaki palsu bagi kaum dhuafa fakir ini dimaksudkan untuk berbagi kebahagiaan dengan harapan nantinya mampu melaksanakan aktifitas sehari-hari.

“Tujuan adalah untuk membantu para orang-orang yang tidak mampu sekaligus meringankan beban penderitaannya agar kembali bergairah dan semangat. Semoga pemberian bantuan kaki palsu ini bisa memberikan manfaat bagi kaum dhuafa fakir sehingga mereka bisa beraktifitas sehari-hari,” harapnya.

Menurut Muzammil, bantuan kaki palsu ini diberikan kepada para kaum dhuafa fakir yang ada di Kabupaten Probolinggo dengan kriteria orang tidak mampu dan masih produktif. Tetapi yang menjadi prioritas utama adalah anak-anak yang masih sekolah.

“Para penerima bantuan kaki palsu ini dikirim ke Mojokerto, tepatnya di Than Must Soegenk Mirtha Production. Disana mereka langsung diukur dulu. Tidak perlu menunggu terlalu lama, hanya dalam waktu sekitar 4 jam, kaki palsu sudah jadi dan siap untuk langsung dipakai,” jelasnya.

Muzammil menerangkan, pembuatan kaki palsu ini semuanya ditanggung oleh Baznas Kabupaten Probolinggo. Harganya untuk diatas lutut mencapai Rp 5 juta dan di bawah lutut sebesar Rp 2,5 juta. Itu baru biaya materialnya saja. Untuk ongkosnya diserahkan kepada keikhlasan masing-masing pemesan.

“Alhamdulillah untuk yang anak-anak yang diatas lutut itu pembuatan kaki palsunya digratiskan. Selain itu yang 3 orang dapat potongan harga karena ingin berpartisipasi (beramal) sehingga hanya membayar Rp 9 juta dari yang seharusnya Rp 17,5 juta,” terangnya.

Lebih lanjut Muzammil menambahkan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian ASN Kabupaten Probolinggo melalui dana infaq yang disalurkan melalui Baznas Kabupaten Probolinggo. “Dengan adanya bantuan kaki palsu ini harapannya bagaimana orang-orang penyandang disabilitas yang masih produktif ini bisa bekerja kembali,” pungkasnya. (wan)