Thursday, October 8, 2026
Depan > Kemasyarakatan > Audiensi dengan DPRD, Muslimat NU Harapkan Perbup PPRG dan Perda Disabilitas

Audiensi dengan DPRD, Muslimat NU Harapkan Perbup PPRG dan Perda Disabilitas

Reporter : Syamsul Akbar
PAJARAKAN – Pengurus Pimpinan Cabang (PC) Muslimat NU Kabupaten Probolinggo melakukan audiensi dengan DPRD Kabupaten Probolinggo, Rabu (20/7/2022) di ruang Banggar DPRD Kabupaten Probolinggo.

Rombongan sebanyak 9 (sembilan) orang yang dipimpin oleh Ketua PC Muslimat NU Kabupaten Probolinggo Hj.Nurayati ini diterima oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo Jon Junaedi bersama Ketua Komisi IV Slamet Riadi, Ketua Bapemperda Sugianto dan anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Probolinggo.

Turut mendampingi dalam kesempatan tersebut Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo H. Akhmad Sruji Bahtiar, Kabag Hukum Setda Kabupaten Probolinggo Priyo Siswoyo, Kasatlantas Polres Probolinggo AKP Ponsen Dadang Martianto, Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Probolinggo Rigustina serta Roy Iskandar dari Bapelitbanda Kabupaten Probolinggo.

Ketua PC Muslimat NU Kabupaten Probolinggo Hj. Nurayati menyampaikan bahwa audiensi ini bertujuan untuk menyampaikan sejumlah aspirasi yang sudah diterima kepada anggota DPRD Kabupaten Probolinggo.

“Kita mengharapkan agar di Kabupaten Probolinggo ini ada sebuah Perbup (Peraturan Bupati) Probolinggo Tentang PPRG (Perencanaan dan Penganggaran Responsif Gender) dan Perda (Peraturan Daerah) Tentang Disabilitas dari inisiatif DPRD Kabupaten Probolinggo,” ujarnya.

Menurut Nurayati, PPRG ini bertujuan untuk meningkatkan peran serta perempuan mulai dari awal perencanaan, penganggaran, pelaksanaan sampai kepada evaluasi. Jika ada keterlibatan perempuan, tentunya hasilnya akan bisa dinikmati oleh semua masyarakat dan ramah aksesibilitas bagi perempuan dan anak penyandang disabilitas.

“Kita mengharapkan dari awal perempuan bisa dilibatkan dalam proses pembangunan yang ada di wilayah Kabupaten Probolinggo. Selama ini keterlibatan kaum perempuan masih kurang maksimal,” jelasnya.

Selain itu jelas Nurayati, Muslimat NU menginginkan ada pengembangan UMKM, khususnya di ruas jalan Tongas hingga Sukapura. Sebab jalan yang bagus dan berakses keselamatan, harus ada pengaruh ekonomi kepada peningkatan ekonomi, terutama ekonomi perempuan.

“Kita mulai dari lereng Gunung Bromo. Oleh karena itu Muslimat NU sudah membentuk Paguyuban Srikandi Bromo dengan harapan nantinya bisa mendongkrak ekonomi perempuan di kawasan lereng Bromo,” jelasnya.

Hal lain yang disampaikan oleh Muslimat NU berkaitan dengan pelayanan SIM bagi penyandang disabilitas, peningkatan taraf pendidikan dan kesehatan masyarakat, stunting, pernikahan dini hingga honorarium guru PAUD yang dinilai masih minim.

Sementara Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Probolinggo Slamet Riadi mengaku sangat bersyukur karena perjuangan PC Muslimat NU Kabupaten Probolinggo dalam menampung aspirasi masyarakat sangat luar biasa.

“Saya sangat berterima kasih untuk pembangunan di segala bidang di Kabupaten Probolinggo. Kiprah ibu-ibu Muslimat NU ini sangat luar biasa. Mereka sudah menyampaikan semua aspirasinya mulai dari pengembangan UMKM, IPM, stunting, pernikahan dini dan honor guru PAUD,” katanya.

Slamet menjelaskan PPRG ini sangat potensial sekali. Sebab Perda ini sangat dibutuhkan sekali. Termasuk juga Perda Disabilitas. Jika nanti eksekutif tidak menyodorkan Perda Disabilitas ini, maka akan dialihkan kepada Perda Inisiatif DPRD.

“Kalau masalah PPRG sudah disampaikan Bagian Hukum dan Bapelitbangda dan sudah menjadi pembahasan. Tetapi kalau tidak ada usulan, maka tetap akan menjadi Perda Inisiatif DPRD Kabupaten Probolinggo,” pungkasnya. (wan)