Thursday, October 8, 2026
Depan > Kesehatan > Antisipasi Varian Omicron, Dinkes Siapkan Empat Strategi

Antisipasi Varian Omicron, Dinkes Siapkan Empat Strategi

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo bergerak cepat untuk mengantisipasi Covid-19 varian Omicron. Pasalnya, varian ini dikabarkan sudah masuk ke Indonesia.

“Sebetulnya varian Omicron ini tidak ada bedanya dengan varian Covid-19 yang lain. Oleh karena itu, penanganan yang dilakukan juga sama dengan Covid-19 sebelumnya. Meskipun demikian, kita sudah menyiapkan 4 (empat) strategi untuk mengantisipasi Covid-19 varian Omicron,” kata Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Shodiq Tjahjono.

Menurut Shodiq, keempat strategi tersebut diantaranya memantau terus penerapan protokol kesehatan di masyarakat, menggenjot capaian vaksinasi, memaksimalkan 3T (Testing, Tracing dan Treatment) serta menyiapkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

“Alhamdulillah, kita sudah menyiapkan rumah sakit untuk memberikan pelayanan kesehatan. Tahun ini ada 4 (empat) rumah sakit meliputi RSUD Waluyo Jati Kraksaan, RSUD Tongas, RSU Wonolangan dan RS Rizani Paiton,” jelasnya.

Shodiq menerangkan pihaknya sudah menyiapkan lebih dari 200 Tempat Tidur (TT) jika ada pasien varian Omicron atau ada peningkatan kasus Covid-19. Namun harapannya tempat tidur yang disediakan tidak terpakai semuanya.

“Tempat isolasi terpusat kita siapkan 2 puskesmas yakni Puskesmas Maron sebanyak 33 Tempat Tidur dan Puskesmas Paiton sebanyak 16 Tempat Tidur. Kalau itu terisi semua, kita bisa menggunakan tempat isolasi yang lain seperti tahun-tahun kemarin. Jadi persiapan dan penanganannya tidak jauh beda dengan kasus Covid-19 yang lain. Omicron atau bukan sama saja,” terangnya.

Untuk ketersediaan oksigen terang Shodiq, pihaknya baru mendapatkan bantuan oksigen generator dengan kapasitas per jam 2 tabung dan bantuan 100 tabung oksigen dari berbagai pihak. Ada juga bantuan dari PT Perusahaan Gas Negara (PGN) sebanyak 50 tabung di RSUD Tongas dan Dinas Kesehatan serta PT Sampoerna, Tbk di RSUD Waluyo Jati Kraksaan.

“Selain itu juga ada bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur berupa 3 tabung oksigen konsentrator dan 2 tabung oksigen. Semuanya sudah siap dan mudah-mudahan tidak ada kasus dan tidak terpakai,” ujarnya.

Shodiq menegaskan apapun varian dan jenisnya, benteng pertahanan untuk melawan Covid-19 ada di masyarakat. Benteng pertamanya adalah dengan protokol kesehatan. Makanya masyarakat harus betul-betul jangan bosan dan malas untuk menerapkan protokol kesehatan 5 M mulai dari memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas.

“Kedua adalah upaya 3T atau tindakan melakukan tes Covid-19 (testing), penelusuran kontak erat (tracing) dan tindak lanjut berupa perawatan pada pasien Covid-19 (treatment). Ketiga adalah vaksinasi. Ayo yang belum vaksin segera vaksin. Benteng keempat dan jangan sampai tersentuh adalah pelayanan kesehatan. Jangan sampai tersentuh, kalaupun sampai tersentuh jangan sampai roboh. Jangan sampai pelayanan kesehatan tidak mampu menampung lagi. Makanya ketiga benteng itu harus kuat,” pungkasnya. (wan)