DRINGU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo bersama jajaran kepolisian dan instansi terkait menggelar Operasi Gabungan dalam rangka meningkatkan ketertiban lalu lintas sekaligus mendorong kepatuhan masyarakat membayar Pajak Kendaraan Bermotor (PKB).
Kegiatan berlangsung di halaman Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Probolinggo di Kecamatan Dringu pada Kamis (3/9/2026) mulai pukul 06.00 hingga 07.30 WIB. Operasi melibatkan unsur Polres Probolinggo, Bidang Pendapatan Badan Pengelolaan Pendapatan, Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten Probolinggo dan Bapenda Provinsi Jawa Timur UPT Probolinggo.
Sebanyak 11 personel Polres Probolinggo, tujuh personel Bidang Pendapatan BPPKAD Kabupaten Probolinggo dan tujuh personel Bapenda Provinsi UPT Probolinggo diterjunkan dalam kegiatan tersebut. Jasa Raharja Probolinggo juga menjadi bagian dari unsur terkait dalam pelaksanaan operasi gabungan.
Kegiatan diawali dengan apel persiapan yang dipimpin Kasat Lantas Polres Probolinggo AKP Ali Rifqi Mubarok. Dalam arahannya, seluruh petugas diminta melaksanakan tugas sesuai kewenangan masing-masing, termasuk menempatkan peralatan dan fasilitas pelayanan serta mengatur alur kendaraan yang keluar-masuk lokasi.
Pendekatan humanis juga menjadi perhatian dalam pelaksanaan operasi. Petugas tidak hanya melakukan penindakan terhadap pelanggaran lalu lintas, tetapi sekaligus memberikan ruang pelayanan kepada masyarakat yang ingin memenuhi kewajiban perpajakannya.
Dari hasil kegiatan, petugas melakukan penindakan terhadap 17 kendaraan roda dua. Sementara untuk kendaraan roda empat tidak terdapat penindakan.
Di sisi lain, operasi gabungan tersebut juga dimanfaatkan masyarakat untuk melakukan pembayaran PKB secara langsung. Tercatat terdapat dua transaksi pembayaran dengan total penerimaan sebesar Rp540.000.

Kepala BPPKAD Kabupaten Probolinggo Kristiana Ruliani mengatakan operasi gabungan menjadi salah satu bentuk sinergi antar instansi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat, baik dalam tertib berlalu lintas maupun memenuhi kewajiban membayar pajak kendaraan.
“Operasi gabungan ini merupakan bentuk sinergi antara pemerintah daerah, kepolisian dan instansi terkait untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. Selain tertib berlalu lintas, kami juga mendorong masyarakat agar semakin patuh memenuhi kewajiban Pajak Kendaraan Bermotor,” ujarnya.
Menurut Kristiana, keberadaan layanan pembayaran PKB di lokasi operasi memberikan kemudahan bagi masyarakat. Warga yang kedapatan belum memenuhi kewajiban pajaknya dapat langsung memperoleh informasi dan melakukan pembayaran sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kami berharap pelayanan seperti ini dapat memberikan kemudahan kepada masyarakat. Ketika masyarakat mendapatkan informasi sekaligus akses pelayanan yang lebih dekat, kesadaran untuk memenuhi kewajiban pajaknya juga diharapkan semakin meningkat,” jelasnya.
Ia menambahkan, kepatuhan membayar pajak kendaraan memiliki kontribusi penting terhadap penerimaan daerah. Karena itu, BPPKAD terus mendorong berbagai bentuk kolaborasi dengan instansi terkait untuk meningkatkan kepatuhan wajib pajak.
“Bagi kami, yang terpenting bukan hanya penindakan, tetapi juga edukasi dan pelayanan. Masyarakat perlu memahami bahwa membayar pajak kendaraan merupakan kewajiban sekaligus bagian dari kontribusi untuk mendukung pembangunan daerah,” terangnya.
Kristiana juga mengapresiasi pelaksanaan operasi yang mengedepankan pendekatan humanis. “Penegakan aturan yang dibarengi pelayanan dan komunikasi yang baik dapat membangun kesadaran masyarakat secara berkelanjutan,” tambahnya.
Operasi gabungan berlangsung aman, lancar dan tertib dengan kondisi cuaca cerah. Pemerintah Kabupaten Probolinggo berharap sinergi lintas instansi tersebut dapat terus dilakukan secara berkala untuk memperkuat budaya tertib berlalu lintas sekaligus meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam membayar PKB. ***
Penulis : Syamsul Akbar
Editor : Tim Bromo Info
