SURABAYA – RSUD Waluyo Jati Kabupaten Probolinggo memperkuat kualitas pelayanan neonatal melalui peningkatan kompetensi sumber daya manusia dan penguatan mutu layanan Neonatal Intensive Care Unit (NICU).
Upaya tersebut dilakukan melalui partisipasi RSUD Waluyo Jati dalam kegiatan Penguatan Pelayanan NICU Nasional yang diselenggarakan Kementerian Kesehatan bersama UNICEF di Fairfield by Marriott Hotel Surabaya, Kamis (3/9/2026).
Kegiatan ini diikuti perwakilan Dinas Kesehatan (Dinkes) kabupaten/kota serta sejumlah rumah sakit pemerintah dan swasta terpilih di wilayah Jawa Timur. Forum tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapan rumah sakit dalam memberikan pelayanan neonatal yang berkualitas, aman dan berkelanjutan.
RSUD Waluyo Jati dalam kegiatan tersebut diwakili dr. Muhammad Reza, dr. Aryoga Samudra Asmara, Khusnul Nur Khotimah, Lilik Muskiatun serta Agus Sulistyowati. Rangkaian kegiatan meliputi pemaparan kebijakan dan materi teknis, diskusi panel, identifikasi kesenjangan pelayanan neonatal, penyusunan rencana perbaikan, paparan hasil serta pembahasan tindak lanjut penguatan pelayanan NICU.
Sejumlah aspek menjadi perhatian utama, mulai dari kesiapan sumber daya manusia, sarana dan prasarana, alat kesehatan, penerapan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI), peningkatan mutu, keselamatan pasien, sistem pelaporan hingga koordinasi antarprofesi.
Melalui kegiatan tersebut, peserta memperoleh pemahaman lebih komprehensif mengenai penguatan pelayanan NICU sekaligus melakukan identifikasi terhadap kesenjangan pelayanan yang masih perlu diperbaiki di masing-masing fasilitas kesehatan.
Hasil identifikasi kemudian menjadi dasar dalam menentukan prioritas perbaikan dan menyusun rencana tindak lanjut. Langkah ini diharapkan dapat mendorong peningkatan kualitas pelayanan neonatal secara terukur dan berkelanjutan.
Direktur RSUD Waluyo Jati Kabupaten Probolinggo dr. Yessi Rahmawati mengatakan penguatan pelayanan NICU menjadi bagian penting dari komitmen rumah sakit dalam meningkatkan mutu pelayanan, khususnya bagi bayi yang membutuhkan penanganan dan pemantauan intensif.
Menurut Yessi, peningkatan kualitas pelayanan neonatal tidak hanya bergantung pada ketersediaan fasilitas dan peralatan, tetapi juga membutuhkan tenaga kesehatan yang kompeten serta mampu bekerja secara kolaboratif.
“RSUD Waluyo Jati berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan neonatal melalui penguatan kompetensi sumber daya manusia, pemenuhan kesiapan sarana dan prasarana serta penerapan mutu dan keselamatan pasien secara berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menambahkan, keterlibatan RSUD Waluyo Jati dalam Penguatan Pelayanan NICU Nasional menjadi momentum untuk melakukan evaluasi sekaligus mengidentifikasi aspek pelayanan yang masih perlu diperkuat.
“Kegiatan ini menjadi momentum bagi kami untuk melihat kembali kesiapan pelayanan NICU, mengidentifikasi kesenjangan yang ada, kemudian menyusun langkah perbaikan yang dapat dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan,” jelasnya.
Yessi menegaskan pelayanan NICU membutuhkan ketelitian, kompetensi serta kerja sama berbagai profesi. Karena itu, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan dan koordinasi antarprofesi menjadi bagian penting dalam penguatan pelayanan.
“Pelayanan NICU merupakan pelayanan yang membutuhkan ketelitian, kompetensi dan kerja sama tim. Karena itu, kami akan terus mendorong peningkatan kapasitas tenaga kesehatan serta memperkuat koordinasi antarprofesi agar pelayanan yang diberikan semakin aman dan berkualitas,” terangnya.
Sebagai tindak lanjut, RSUD Waluyo Jati akan melakukan evaluasi terhadap kesenjangan pelayanan NICU, menyusun dan melaksanakan rencana perbaikan, meningkatkan kompetensi SDM, memperkuat penerapan PPI dan keselamatan pasien serta menjalankan monitoring dan mentoring secara berkelanjutan.
Yessi berharap penguatan tersebut memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pelayanan kesehatan neonatal di RSUD Waluyo Jati. “Harapan kami, penguatan pelayanan NICU ini dapat terus berlanjut dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan mutu pelayanan kesehatan neonatal di RSUD Waluyo Jati. Kami ingin memastikan setiap pasien mendapatkan pelayanan yang aman, berkualitas dan berkesinambungan,” pungkasnya. ***
Penulis : Syamsul Akbar
Editor : Tim Bromo Info
