Sunday, May 19, 2024
Depan > Kemasyarakatan > 95 Wisudawan SOTH di Kecamatan Sumber Diwisuda

95 Wisudawan SOTH di Kecamatan Sumber Diwisuda

Reporter : Syamsul Akbar
SUMBER – Sebanyak 95 orang wisudawan Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH) dari semua desa se-Kecamatan Sumber mengikuti prosesi wisuda di Kantor Kecamatan Sumber pada Rabu (27/12/2023).

Prosesi wisuda SOTH yang disaksikan oleh 150 orang ini dihadiri oleh Kepala Bidang Keluarga Berencana, Ketahanan Keluarga pada Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Probolinggo dr. Adi Nugroho Widiananta Danupaya, Camat Sumber Nur Rachmad Sholeh dan Ketua TP Kecamatan Sumber serta Ketua TP PKK Desa se-Kecamatan Sumber.

Camat Sumber Nur Rachmad Sholeh menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh emak-emak hebat yang berkenan ikut serta program SOTH, sinergi turut serta berpartisipasi mengurangi potensi stunting di lingkungan masing-masing.

“Selanjutnya, kami berharap ilmu yang didapat agar dapat ditularkan kepada emak-emak rekan sejawat, bisa melalui ngerumpi berfaedah di mlijo, pasar, sekolah, lading dan lain sebagainya,” ujarnya.

Sementara Kepala Bidang Keluarga Berencana, Ketahanan Keluarga pada DP3AP2KB Kabupaten Probolinggo dr. Adi Nugroho Widiananta Danupaya mengatakan salah satu cara untuk membentuk anak-anak yang sehat dan berkualitas, sekaligus meminimalkan terjadinya stunting akibat pengasuhan yang kurang tepat adalah melalui program Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH).

“Melalui program SOTH, masyarakat dalam hal ini keluarga juga dapat berperan aktif menurunkan angka stunting,” katanya.

Menurut Adi, banyak informasi penting yang didapatkan peserta SOTH antara lain tentang perencanaan hidup berkeluarga, memahami konsep diri yang positif dan konsep pengasuhan, peran orang tua dan keterlibatan ayah dalam pengasuhan serta menjaga kesehatan anak usia dini.

“Selain itu, pemenuhan gizi anak usia dini, perilaku hidup bersih dan sehat, stimulasi gerakan kasar dan gerakan halus, komunikasi aktif, komunikasi pasif dan kecerdasan, menolong diri sendiri dan tingkah laku sosial, pengenalan kesehatan reproduksi pada anak usia dini, perlindungan dan partisipasi anak, menjaga anak dari pengaruh media serta pembentukan karakter anak pada usia dini,” pungkasnya. (wan)