Sunday, September 19, 2021
Depan > Kemasyarakatan > 25 Pelaku Usaha Mikro Dilatih Manajemen Kelembagaan Usaha

25 Pelaku Usaha Mikro Dilatih Manajemen Kelembagaan Usaha

Reporter : Syamsul Akbar
DRINGU – Sebanyak 25 orang pelaku usaha mikro dilatih manajemen kelembagaan usaha dari Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo di Café J’ Bing Desa Tamansari Kecamatan Dringu, Rabu hingga Jum’at (2-4/6/2021).

UKM atau pelaku usaha pemula yang meliputi UKM mamin (makanan minuman), handycraft dan batik di wilayah Kecamatan Dringu, Gending, Pajarakan dan Sumberasih. Selama kegiatan mereka mendapatkan materi pembukuan akuntansi dasar dari Josef Teguh Sulaksono (Dekopinda Kabupaten Probolinggo).

Kepala Bidang Usaha Mikro Kecil dan Menengah Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo Zulkarnain mengungkapkan kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan kepada pelaku usaha cara menghitung HPP (Harga Pokok Penjualan).

“Selain itu memberikan pemahaman kepada pedagang mengenai pentingnya mencatat atau membuat pembukuan sehingga pedagang dapat mengetahui setiap pemasukan dan pengeluaran setiap periode. Serta memberikan pemahaman pelaku usaha cara melakukan pencatatan atau pembukuan dengan baik, benar dan jelas,” ungkapnya.

Sementara Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo Anung Widiarto mengatakan kegiatan ini dimaksudkan untuk memberikan pemahaman kepada pelaku usaha UMKM mengenai pentingnya mencatat atau membuat pembukuan usaha sehingga dapat mengetahui setiap pemasukan dan pengeluaran agar baik dan benar.

“Sebagian besar pelaku usaha mikro seringkali tidak melakukan laporan pembukuan keuangan dan masih mencampur adukkan keuangan usaha dengan keuangan pribadi,” katanya.

Menurut Anung, pelaku usaha masih kesulitan dalam melakukan pencatatan keuangan atas kegiatan operasional usahanya dan tidak melakukan pencatatan pembukuan keuangan sehingga tidak mengetahui apakah usahanya berkembang atau tidak.

“Melalui pelatihan ini diharapkan pelaku usaha mikro dapat mengerti dan bisa membuat pencatatan transaksi keuangan agar dapat dilakukan dengan mudah, efektif dan efisien,” harapnya. (wan)