Tuesday, June 25, 2024
Depan > Informasi Layak Anak > 1.300 Anak Yatim Piatu Terima Santunan

1.300 Anak Yatim Piatu Terima Santunan

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Momentum peringatan 10 Muharram 1445 Hijriyah membawa berkah tersendiri bagi 1.300 anak yatim piatu di Kabupaten Probolinggo. Mereka mendapatkan santunan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Probolinggo, Jum’at (28/7/2023).

Pemberian santunan tersebut diserahkan secara simbolis kepada 150 anak di Auditorium Madakaripura Kantor Bupati Probolinggo. Mereka berasal dari Korwil Pendidikan dan Kebudayaan (Dikdaya) Kecamatan Kraksaan, Pajarakan dan Krejengan. Sisanya 21 Korwil akan diserahkan di masing-masing kecamatan secara bertahap.

Penyerahan santunan ini dihadiri oleh Wakil Bupati (Wabup) Probolinggo Drs HA Timbul Prihanjoko didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo Hj Nunung Timbul Prihanjoko, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto, Wakil Ketua MUI Kabupaten Probolinggo KH Abdul Wasik Hannan, Ketua Baznas Kabupaten Probolinggo H Ahmad Muzammil dan Komisioner Baznas Kabupaten Probolinggo.

Santunan yang diberikan berupa tas sekolah lengkap dengan alat tulisnya dan uang masing-masing sebesar Rp 75 ribu. Tidak sebatas memberikan bantuan, dalam kesempatan Wabup Timbul, Hj Nunung, Sekda Ugas dan undangan yang lain juga mengusap rambut anak-anak yatim piatu sebagaimana anjuran Rasulullah SAW.

Dalam kesempatan tersebut Ketua Baznas Kabupaten Probolinggo H Ahmad Muzammil menyerahkan hasil audit eksternal laporan keuangan Baznas Kabupaten Probolinggo tahun 2022 dengan opini Wajar Dengan Pengecualian (DWP) kepada Wabup Probolinggo Drs HA Timbul Prihanjoko.

Wakil Bupati (Wabup) Probolinggo Drs HA Timbul Prihanjoko menyampaikan ucapan terima kasih kepada Baznas Kabupaten Probolinggo yang telah menginisiasi kegiatan peringatan 10 Muharram yang istiqomah dilakukan setiap tahun.

“Kegiatan ini dilaksanakan untuk mengingatkan kita tentang keistimewaan dan keutamaan tanggal 10 Muharram sebagai hari istimewa dan hari ulang tahunnya yatim piatu. Di hari yang istimewa ini kita dianjurkan untuk berbagi dengan sesama terutama dengan menyantuni anak yatim piatu,” katanya.

Menurut Wabup Timbul, menyantuni anak yatim piatu tidak sekedar hanya shodaqoh semata, namun terdapat berbagai keutamaan di dalamnya. Dekatnya Rasulullah SAW dengan anak yatim piatu di surga nanti seperti jari telunjuk dan jari tengah. Selain itu, umat muslim yang mengasihi siapa saja yang ada di bumi niscaya akan dikasihi oleh yang Allah SWT.

“Shodaqoh merupakan pemberian yang dilakukan kepada orang lain. Tetapi sebenarnya yang menerima kebaikan dari shodaqoh tersebut bukanlah orang lain, namun diri kita sendiri. Sebenarnya kita sendiri yang menerima kebaikan dari yang kita lakukan,” jelasnya.

Wabup Timbul mengajak agar memanfaatkan sebaik mungkin bulan Muharram untuk memastikan bahwa kita telah memberikan perhatian kepada anak yatim piatu. Yang lebih penting dari itu adalah bentuk perhatian dan kasih sayang kepada semuanya.

“Manfaatkan bulan Muharram ini untuk menabur kebaikan bagi sesama, terlebih kepada saudara-saudara kita, tetangga kanan dan kiri kita yang sangat membutuhkan,” tegasnya.

Sementara Ketua Baznas Kabupaten Probolinggo H Ahmad Muzammil mengungkapkan bahwa kegiatan pemberikan santunan kepada anak yatim ini merupakan rutin yang dilakukan oleh Baznas Kabupaten Probolinggo setiap tanggal 10 Muharram.

“Untuk tahun ini, santunan diberikan kepada 1.300 anak yatim yang tersebar di 24 kecamatan bekerja sama dengan Korwil Bidang Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan,” ujarnya.

Muzammil menerangkan, untuk yang bertepatan dengan momentum 10 Muharram 1445 Hijriyah ini diserahkan simbolis kepada 150 anak yatim piatu berasal dari 3 korwil yang masing-masing korwil sebanyak 50 anak berasal dari Kecamatan Kraksaan, Pajarakan dan Krejengan.

“Selanjutnya 21 korwil lainnya, Baznas akan hadir di tiap-tiap korwil. Karena disamping menyerahkan santunan juga ada door prize yang dibantu oleh para OPD yang ada di lingkungan Pemerintah Kabupaten Probolinggo. Nantinya anak-anak diberi pertanyaan sehingga bisa mengevaluasi dari sisi kemampuan dari anak-anak itu sendiri,” tegasnya.

Menurut Muzammil, santunan kepada anak yatim piatu yang dilakukan oleh Baznas Kabupaten Probolinggo ini sebenarnya untuk memberkan contoh atau teladan kepada masyarakat luas, khususnya warga Kabupaten Probolinggo.

“Paling tidak nantinya bisa diikuti oleh masyarakat. Terutama masyarakat yang mampu dan memiliki kepedulian kepada anak yatim piatu. Kalau tidak sekarang mungkin bisa tahun depan untuk berbagi dengan anak yatim piatu di wilayahnya masing-masing,” pungkasnya. (wan)