Wednesday, June 16, 2021
Depan > Kemasyarakatan > Warga Desa Rawan Dilatih Pengolahan Tembakau

Warga Desa Rawan Dilatih Pengolahan Tembakau

Reporter : Syamsul Akbar
KREJENGAN – Sebanyak 20 orang eks TKI (Tenaga Kerja Indonesia) di Desa Rawan Kecamatan Krejengan mendapatkan pelatihan pengolahan tembakau kegiatan penciptaan wirausaha baru tenaga kerja mandiri program desa migran produktif (desmigratif) Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Probolinggo, Rabu hingga Jum’at (11-13/12/2019).

Dalam kegiatan yang menggunakan dana APBN Kementerian Ketenagakerjaan RI melalui pembekalan penciptaan wirausaha baru ini, para eks TKI ini juga mendapatkan bantuan sebanyak 3 (tiga) unit mesin pengrajang tembakau. Selama kegiatan mereka dipandu oleh Ketua APTI (Asosiasi Petani Tembakau Indonesia) Kabupaten Probolinggo Mudzakkir.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Disnaker Kabupaten Probolinggo Hudan Syarifuddin dan jajaran Disnaker Kabupaten Probolinggo, Sekretaris Kecamatan Krejengan Prasetyo serta Kepala Desa Rawan Mustofa.

Kepala Disnaker Kabupaten Probolinggo Hudan Syarifuddin mengatakan pelatihan pengolahan tembakau ini merupakan program bantuan desmigratif dari APBN Kementerian Ketenagakerjaan RI yang melihat data bahwa di Kabupaten Probolinggo banyak pekerja migran, sehingga ditetapkanlah Desa Rawan Kecamatan Krejengan. Dengan program ini, kaum laki-laki yang merupakan eks TKI mendapatkan bantuan mesin pengrajang tembakau.

“Dengan program ini mereka tidak lagi kembali ke luar negeri karena disini sudah bisa bekerja untuk mendapatkan penghasilan. Harapannya penghasilan ini sudah mampu mencukupi kebutuhan keluarganya,” harapnya.

Menurut Hudan, sesuai dari laporan Kepala Desa Rawan bahwanya 95% warganya kalau sudah musim tembakau akan menanam tembakau. Dengan demikian, mereka sangat membutuhkan mesin pengrajang tembakau yang akan membantu aktivitasnya dalam pengolahan tembakau.

“Dengan alat ini nanti ada efisiensi dari biaya proses tembakau hingga 40%. Misalnya kalau biasanya mereka membutuhkan biaya sebesar Rp 100 ribu, maka dengan adanya alat mesin pengrajang tembakau cukup hanya Rp 60 ribu saja. Sehingga peralatan ini sangat membantu karena ada efisiensi baik dari pemilik tembakau maupun segi pekerjanya,” terangnya.

Hudan menghimbau agar alat mesin pengrajang tembakau yang diterima untuk dijaga dan dirawat dengan baik agar bisa dimanfaatkan sebaik mungkin. “Jangan lupa untuk sisihkan sebagian penghasilannya untuk perawatan sehingga alat ini bisa dimanfaatkan selamanya untuk usaha bagi mereka sendiri,” pungkasnya.

Sementara Kepala Desa Rawan Mustofa menyampaikan ucapan terima kasih kepada Disnaker Kabupaten Probolinggo yang telah memberikan bantuan alat mesin pengrajang tembakau. Karena bantuan ini sangat besar sekali manfaatnya, karena potensi pertanian di desanya sekitar 95% lahan pertanian.

“Saat musim tembakau, lahan pertanian disini ditanami tembakau, sehingga bantuan alat mesing pengrajang tembakau ini sangat tepat sekali untuk bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Tentunya dengan alat ini akan meminimalisir pengeluaran biaya operasional dari pengolahan atau pengoperasian tembakau itu sendiri,” ungkapnya. (wan)

cww trust seal