Depan > Kesehatan > Tingkatkan Angka Harapan Hidup Usila, Puskesmas Pajarakan Gelar Senam Lansia

Tingkatkan Angka Harapan Hidup Usila, Puskesmas Pajarakan Gelar Senam Lansia

Reporter : Syamsul Akbar
PAJARAKAN – Sebagai upaya untuk meningkatkan angka harapan hidup usia lanjut (usila), Puskesmas Pajarakan menggelar senam lansia di Kantor Desa Karanggeger Kecamatan Pajarakan, Senin (18/10/2021).

Senam lansia ini diikuti oleh para lansia dan pra lansia yang berada di Desa Karanggeger Kecamatan Pajarakan. Dengan semangat mereka mengikuti setiap gerakan senam lansia yang dipandu oleh instruktur.

Kegiatan pokok melakukan gerakan senam lansia ini meliputi gerakan pemanasan, inti serta pendinginan. Dalam kesempatan tersebut petugas mengucapkan salam sapa, petugas mengatur barisan lansia, petugas mencatat nama-nama usia lanjut (usila) yang datang dan petugas memberikan contoh gerakan senam pada usila.

“Senam lansia bagi masyarakat usia lanjut ini bertujuan untuk menjaga tubuh dalam keadaan sehat dan aktif untuk membina dan meningkatkan kesehatan serta kebugaran kesegaran jasmani dan rohani,” kata Kepala Puskesmas Pajarakan dr. Maulida Rachmani.

Menurut Maulida, usia lanjut adalah suatu fase kehidupan yang pasti akan dialami oleh semua orang yang dikaruniai usia panjang. Menjadi tua tidaklah dapat dihindari oleh siapapun, namun manusia dapat berupaya untuk menghambat kecepatan waktunya. Salah satunya dengan olahraga.

“Oleh karena itu, agar dapat tetap sehat di usia lanjut, pemeliharaan kesehatan haruslah dimulai sejak dini. Artinya aktivitas olahraga merupakan kegiatan yang berlangsung rutin dan kontiniu hingga usia lanjut. Untuk kesehatan, idealnya olahraga harus dilakukan sejak awal,” jelasnya.

Maulida menjelaskan kategori untuk manusia lanjut usia (lansia) sendiri sangat bervariasi. Menurut Departemen Kesehatan, manula adalah orang yang sudah mencapai usia 60 tahun. Sementara menurut kedokteran olahraga manula sangat tergantung pada kondisi fisik individu.

“Jika dia baru berusia 50 tahun, namun secara fisik sudah renta, dia bisa dikategorikan sebagai manula Walaupun masih ada lansia yang tinggal bersama pihak keluarganya, kehidupan mereka tidaklah berbeda dengan para lansia yang tinggal di panti jompo. Setiap harinya hanya duduk-duduk di rumah dan menunggu anak-anak dan cucunya menyapanya,” terangnya.

Lebih lanjut Maulida menerangkan keadaan merekapun sangat memprihatinkan, terutama para lansia pria yang pada masa mudanya merupakan orang-orang yang aktif. Mereka akan mengalami apa yang disebut post-power syndrome.

“Melihat kondisi para lansia yang sangat tidak sehat membuat itulah kami melakukan suatu kegiatan yang akan menggerakkan para lansia untuk memiliki hidup yang lebih sehat, sejahtera, lebih berarti dan lebih bermanfaat bagi orang-orang di sekitarnya melalui program senam untuk lajut usia,” pungkasnya. (wan)