Thursday, September 23, 2021
Depan > Kemasyarakatan > Tanam Perdana Demfarm Pengembangan Varietas Unggul Baru Padi Khusus

Tanam Perdana Demfarm Pengembangan Varietas Unggul Baru Padi Khusus

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Probolinggo bersama dengan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Timur melakukan penanaman perdana kegiatan demfarm pengembangan Varietas Unggul Baru (VUB) padi khusus di lahan pertanian Kelompok Tani Sidodadi IV Desa Sidopekso Kecamatan Kraksaan Kabupaten Probolinggo, Selasa (18/5/2021).

Penanaman perdana demfarm pengembangan VUB padi khusus ini dilakukan oleh Kepala DKPP Kabupaten Probolinggo Mahbub Zunaidi didampingi oleh petugas BPTP Jawa Timur, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Kraksaan serta anggota Kelompok Tani Sidodadi IV Desa Sidopekso Kecamatan Kraksaan.

Demfarm pengembangan VUB padi khusus ini merupakan program kolaborasi yang dilakukan oleh Komisi IV DPR RI dengan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia.

Kegiatan demfarm ini dilakukan di 10 hektar lahan pertanian Kelompok Tani Sidodadi IV. Setidaknya ada 5 (lima) varietas padi baru yang ditanam. Yakni, Inpari 32, Inpari 42, Inpari Nutri Zink, Pamelen dan Inpari 45.

“Masing-masing varietas ini dikembangkan di lahan seluas 1,5 hektar. Khusus untuk Inpari Nutri Zink dan Inpari 45 itu kita siapkan untuk benih. Karena rencana ke depan ini kita siapkan lahan 2,5 hektar untuk pembenihan agar bisa ditanam kembali. Sebab varietas ini potensinya sangat bagus sekali,” ujar Peneliti BPTP Jawa Timur Rohmat Budiono.

Rohmat menerangkan untuk kegiatan demfarm ini teknologi semua serba mesin dengan menekankan pada teknologi jarwo super. Salah satunya pemanfaatan jarwo transplanter yang bisa mengefisiensikan biaya tenaga tanam, jarak tanam yang tepat serta populasi yang optimal.

“Selama ini produk ini dianggap gagal, ternyata tidak ada. Semua itu hanya masalah teknis kurang servis saja. Nantinya setelah 3 minggu akan dilakukan penyemprotan menggunakan drone. Walaupun sebenarnya waktu di uretan sudah disemprot,” terangnya.

Untuk kegiatan demfarm ini jelas Rohmat, benih yang digunakan untuk 1 hektarnya mencapai 60 kilogram. “Sebab kalau jarwo tersebut ada tambahan benih sekitar 25 kilogram per hektar,” tegasnya.

Sementara Kepala DKPP Kabupaten Probolinggo Mahbub Zunaidi mengatakan penanaman padi perdana varietas baru ini merupakan kegiatan demfarm yang digagas oleh Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Drs. H. Hasan Aminuddin, M.Si bersama dengan Kementerian Pertanian RI di Kabupaten Probolinggo.

“Kegiatan ini dilakukan di lahan 10 hektar milik Kelompok Tani Sidodadi IV Desa Sidopekso Kecamatan Kraksaan dengan 5 varietas baru padi. Untuk masa tanam, panen dan perlakuannya sama dengan padi pada umumnya. Yang membedakan adalah varietasnya,” katanya.

Menurut Mahbub, salah satu varietas padi yang dikembangkan adalah Inpari Nutri Zink. Padi ini nanti peruntukannya akan dikonsumsi oleh anak-anak sehingga bisa terhindar dari stunting. Sebab padi ini banyak mengandung zink.

“Varietas ini baru dikembangkan di Kabupaten Probolinggo. Kegiatan demfarm pengembangan varietas unggul baru padi khusus ini semuanya menggunakan benih padi varietas baru dengan didukung pemanfaatan alsintan (alat mesin pertanian),” jelasnya.

Oleh karena itu Mahbub berharap agar varietas unggul baru padi khusus ini bisa berkembang dengan baik dan memperoleh tempat di pasaran. Sebab nanti muaranya adalah ke pangsa pasar dan mendukung program pemerintah dalam penanganan stunting di Kabupaten Probolinggo.

“Paljng tidak bisa untuk mendukung di bidang kesehatan agar mencegah anak-anak dari stunting. Yang pasti ke depan akan dikembangkan di seluruh wilayah Kabupaten Probolinggo sesuai karakteristik daerah-daerah tanaman padi serta pengairannya tercukupi,” pungkasnya. (wan)