Thursday, October 8, 2026
Depan > Kemasyarakatan > Support TMMD ke-128, DKUPP Kabupaten Probolinggo Tingkatkan Kapasitas SDM Pengurus dan Pengawas KDMP

Support TMMD ke-128, DKUPP Kabupaten Probolinggo Tingkatkan Kapasitas SDM Pengurus dan Pengawas KDMP

MARON – Dalam rangka mendukung pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128, Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Probolinggo menggelar peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pengurus dan pengawas Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) se-Kecamatan Maron, Kamis (7/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Café Dam 8 Desa Brabe Kecamatan Maron tersebut diikuti oleh 40 peserta dari pengurus dan pengawas KDMP di Kecamatan Maron. Selama kegiatan, peserta mendapatkan materi dari Pengawas Koperasi DKUPP Kabupaten Probolinggo Josef Teguh Sulaksono tentang perkoperasian, Simkopdes, jati diri koperasi serta laporan rapat anggota tahunan (RAT).

Selain itu, peserta juga memperoleh motivasi dari Ketua KDMP Wringinanom Kecamatan Kuripan Rudi terkait kemitraan usaha koperasi desa. KDMP Wringinanom sendiri dinilai berhasil menjalankan berbagai unit usaha mulai sembako, kios pupuk subsidi, sub pangkalan LPG 3 kilogram hingga layanan agen perbankan.

Kepala DKUPP Kabupaten Probolinggo Sugeng Wiyanto melalui Kepala Bidang Perkoperasian Ary Sulistyowati mengatakan peningkatan kapasitas SDM pengurus koperasi menjadi langkah penting agar koperasi mampu berkembang secara sehat, profesional dan dipercaya anggota.

“Pengurus adalah jantung koperasi. Kalau SDM pengurusnya bagus, koperasi tidak akan jalan di tempat. Karena itu peningkatan kapasitas ini penting agar koperasi semakin sehat, maju dan dipercaya anggota,” katanya.

Menurut Ary, pengurus koperasi tidak cukup hanya memiliki semangat, tetapi juga harus memahami manajemen koperasi, akuntansi, regulasi hingga inovasi usaha agar koperasi mampu bersaing di tengah perkembangan ekonomi digital.

“Tujuan utamanya agar koperasi dikelola secara profesional. Pengurus harus memahami akuntansi, manajemen risiko, laporan keuangan hingga aturan perkoperasian supaya koperasi berjalan baik dan aman dari persoalan hukum,” jelasnya.

Ary menjelaskan peningkatan kualitas SDM juga berdampak pada pelayanan kepada anggota, penguatan keuangan koperasi hingga tumbuhnya inovasi usaha baru yang mampu meningkatkan kesejahteraan anggota.

“Kalau pengurus kompeten, pelayanan kepada anggota akan lebih baik, transparan dan terpercaya. Anggota pun semakin yakin untuk menyimpan maupun meminjam di koperasi,” terangnya.

Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat regenerasi kepengurusan koperasi agar keberlangsungan organisasi tetap terjaga. “Intinya SDM pengurus naik, koperasi juga naik kelas. Dari koperasi yang sebelumnya jalan lambat menjadi koperasi yang benar-benar mampu menyejahterakan anggotanya,” pungkasnya. ***

Penulis : Syamsul Akbar
Editor : Tim Bromo Info