Thursday, October 8, 2026
Depan > Pemerintahan > SKB CPNS 2021, Lima Peserta Tidak Hadir

SKB CPNS 2021, Lima Peserta Tidak Hadir

Reporter : Hendra Trisianto
KRAKSAAN – Setelah 2 (dua) bulan lebih menunggu, akhirnya momentum yang ditunggu-tunggu para peserta ujian Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) CPNS Kabupaten Probolinggo tahun 2021 pun dimulai, Sabtu (11/12/2021) di Auditorium Madakaripura Kantor Bupati Probolinggo.

Seperti umumnya pada setiap seleksi CPNS, seluruh peserta memancarkan ekspresi penuh percaya diri dan semangat berapi-api. Atmosfer tersebut semakin terasa pada babak penentuan ini, tatap mata mereka tajam dan langkah kakinya berderap.

Namun sayangnya berdasarkan data absensi Panitia Seleksi Daerah (Panselda) Kabupaten Probolinggo sampai akhir sesi kedua pada hari pertama pelaksanaan SKB kali ini sedikitnya 5 (lima) orang peserta dinyatakan tidak hadir. Satu diantaranya peserta laki-laki dan empat lainnya adalah peserta perempuan.

Dari kelimanya tersebut, 1 (satu) orang berhalangan hadir dikarenakan bersamaan dengan jadwal pernikahannya. Sedangkan 4 (empat) peserta absen lainnya dipastikan tanpa keterangan.

Amndika Martin Nugroho, Kabid Pengadaan, Pemberhentian, Data dan Informasi pada Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Probolinggo menjelaskan, peserta SKB CPNS kali ini sedang memperjuangkan 196 formasi di lingkungan Pemkab Probolinggo.

Oleh karenanya pihaknya sangat menyayangkan manakala masih ada peserta tes yang tidak hadir. Mengingat perjuangan yang cukup besar agar bisa sampai pada tahap akhir seleksi calon abdi negara ini.

“Ada satu peserta yang sebenarnya sangat kami sayangkan. Pasalnya formasi yang di lamarnya itu hanya dia yang lolos passing grade sehingga tidak ada pesaing satu pun,” terang Amndika.

Sementara itu berbeda dengan semangat yang ditunjukkan Nova Dwi Wardana (25), peserta SKB asal Kabupaten Pamekasan ini terlihat bersemangat meskipun kondisi fisiknya sedang tidak fit. Kehamilan anak pertamanya mengalami kontraksi dini 2 (dua) hari yang lalu, sehingga Nova harus memanfaatkan fasilitas kursi roda dari panitia.

Meskipun kondisi punggungnya terasa sakit dan tubuhnya masih lemas, namun ia tetap memilih melanjutkan perjuangannya dan optimis akan membuahkan hasil yang gemilang. “Alhamdulillah ada perlakuan khusus dari panitia bagi kami peserta yang kesehatannya sedang terganggu. Dari alur pertama saya sudah diprioritaskan dan ada ruang tunggu khusus di lokasi ujian,” ungkapnya. (dra)