Thursday, October 8, 2026
Depan > Pendidikan > Semangat Merah Putih dan Religius, Musholla At-Tarbiyah Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Gelar Lomba Adzan dan Iqomah

Semangat Merah Putih dan Religius, Musholla At-Tarbiyah Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Gelar Lomba Adzan dan Iqomah

KRAKSAAN – PROBOLINGGO – Semangat memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dipadukan dengan penguatan nilai keagamaan di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo. Seusai Salat Jum’at, Musholla At-Tarbiyah Disdikdaya Kabupaten Probolinggo menggelar lomba adzan dan iqomah, Jum’at (21/8/2026).

Kegiatan tersebut diikuti perwakilan dari berbagai bidang dan Sekretariat Disdikdaya Kabupaten Probolinggo. Peserta di antaranya Budi S. dari Bidang Pembinaan PAUD dan PNF, Saiful Badri dari Bidang Pembinaan Ketenagaan, Musmiyadi dari Bidang Pembinaan SD, Ahmad dari Bidang Pembinaan SMP, Agus dari Sekretariat serta Misyar dari Bidang Kebudayaan.

Lomba Adzan dan Iqomah menjadi bagian dari rangkaian kegiatan untuk menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI sekaligus memakmurkan Musholla At-Tarbiyah yang selama ini menjadi tempat pelaksanaan ibadah dan salat berjamaah bagi keluarga besar Disdikdaya Kabupaten Probolinggo.

Kepala Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Hary Tjahjono memberikan sambutan dalam lomba adzan dan iqomah di Musholla At-Tarbiyah Disdikdaya Kabupaten Probolinggo. (Foto : Disdikdaya)

Kepala Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Hary Tjahjono mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Peringatan kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan yang bersifat seremonial, tetapi juga dapat diisi dengan kegiatan yang memperkuat keimanan dan kebersamaan.

“Semangat kemerdekaan harus kita isi dengan kegiatan yang positif. Lomba adzan dan iqomah ini bukan sekadar perlombaan, tetapi menjadi bagian dari upaya memakmurkan musholla sekaligus memperkuat nilai keimanan dan kebersamaan di lingkungan Disdikdaya,” katanya.

Ia mengatakan, keberadaan Musholla At-Tarbiyah diharapkan tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun budaya religius di lingkungan kerja. Kegiatan keagamaan yang melibatkan pegawai dari berbagai bidang dapat menjadi sarana mempererat silaturahmi sekaligus membangun suasana kerja yang harmonis.

“Yang paling penting bukan siapa yang menjadi juara, tetapi bagaimana kegiatan ini mampu menumbuhkan semangat kebersamaan, kedisiplinan dalam beribadah dan keteladanan. Mudah-mudahan budaya seperti ini terus kita jaga,” harapnya.

Salah satu peserta lomba adzan dan iqomah di Musholla At-Tarbiyah Disdikdaya Kabupaten Probolinggo. (Foto : Disdikdaya)

Sementara Ketua Takmir Musholla At-Tarbiyah Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Massajo menyampaikan lomba adzan dan iqomah sengaja dikemas sebagai bagian dari upaya menghidupkan suasana religius di lingkungan Disdikdaya Kabupaten Probolinggo.

“Lomba ini merupakan salah satu ikhtiar kita untuk memakmurkan Musholla At-Tarbiyah. Selain memperingati HUT Kemerdekaan, kita ingin membangun kebiasaan baik, terutama budaya salat berjamaah dan kegiatan keagamaan di lingkungan kerja,” ungkapnya.

Menurutnya, adzan memiliki makna yang sangat penting karena merupakan panggilan untuk menunaikan ibadah. Karena itu, peserta tidak hanya dinilai berdasarkan kemampuan vokal, tetapi juga aspek kefasihan, irama, penghayatan, adab dan sportivitas.

“Adzan bukan hanya persoalan suara. Ada lafaz yang harus benar, ada adab dan penghayatan yang harus diperhatikan. Karena itu, kami ingin peserta memahami bahwa ketika mengumandangkan adzan, ada pesan kebaikan dan panggilan kepada umat untuk menghadap Allah SWT,” jelasnya.

Perwakilan Sekretariat dan Bidang di Disdikdaya Kabupaten Probolinggo saat mengikuti lomba adzan dan iqomah di Musholla At-Tarbiyah Disdikdaya Kabupaten Probolinggo. (Foto : Disdikdaya)

Massajo menambahkan, hasil penilaian belum langsung diumumkan karena masih akan dibahas dan ditetapkan oleh tim juri. “Siapa yang menjadi juara bukan tujuan utama. Yang lebih penting adalah keberanian peserta untuk tampil dan semangat bersama dalam memakmurkan musholla. Hasil penilaian akan kami rapatkan terlebih dahulu,” terangnya.

Penilaian dilakukan menggunakan rentang nilai 10 hingga 100. Tim juri terdiri atas Ketua Takmir Musholla At-Tarbiyah Massajo, Kepala Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Hary Tjahjono, Sekretaris Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Yunita Nur Laili serta Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan PNF Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Amik Mutammimah.

Rangkaian kegiatan keagamaan di Musholla At-Tarbiyah akan kembali dilanjutkan pada Jumat berikutnya melalui Lomba Tartil Juz 30 khusus ibu-ibu dan Sholawatan Simtudduror. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari momentum bulan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Dengan perpaduan semangat kemerdekaan dan nilai keagamaan, Musholla At-Tarbiyah diharapkan terus menjadi ruang yang menumbuhkan kebersamaan, keteladanan dan semangat pengabdian bagi seluruh keluarga besar Disdikdaya Kabupaten Probolinggo. ***

Penulis : Syamsul Akbar
Editor : Tim Bromo Info