Depan > Kemasyarakatan > Segera Alihkan Tempat Karantina ke Tingkat Desa

Segera Alihkan Tempat Karantina ke Tingkat Desa

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Jumlah pemudik di Kabupaten Probolinggo semakin hari semakin bertambah. Hal inilah yang menyebabkan tempat karantina di beberapa kecamatan overload. Oleh karena itu, Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease (COVID-19) Kabupaten Probolinggo akan mengalihkan tempat karantina dari tingkat kecamatan ke tingkat desa.

Juru Bicara Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Probolinggo dr. Anang Budi Yoelijanto mengatakan hingga Selasa (14/4/2020) siang jumlah pemudik yang dikarantina mencapai 464 orang yang tersebar di 23 kecamatan dari 24 kecamatan di Kabupaten Probolinggo.

“Jumlah pemudik terbanyak ada di Kecamatan Krucil sebanyak 50 orang pemudik. Hanya di Kecamatan Sukapura yang tidak ada pemudik yang dikarantina. Rata-rata tempat karantina di tingkat kecamatan sudah kelebihan. Jika dibiarkan maka protokol kesehatan tidak akan terjaga dengan baik,” katanya.

Menurut Anang, pengalihan tempat karantina dari kecamatan ke desa ini dilakukan supaya tidak sampai terjadi overload di tingkat kecamatan. Sementara jumlah pemudik terus berdatangan sehingga tempat karantina sudah tidak memadai lagi.

“Oleh karena itu diputuskan untuk disebar ke desa supaya bisa lebih terkelola dengan baik setiap desa. Terlebih didukung oleh kebijakan dengan anggaran desa sesuai dengan mandatorynya bahwa anggaran desa sudah dapat digunakan untuk pengelolaan karantina di masing-masing desa,” jelasnya.

Hanya saja jelas Anang, pengalihan tempat karantina ke desa ini pada prinsipnya akan dilakukan secara bertahap. Meskipun secara kebijakan sudah klir, tetapi secara riil semua akan difasilitasi oleh kecamatan terkait proses pemindahan ini.

“Walaupun sudah ada kebijakan hari Kamis mau bergeser, tetapi kita tetap melihat realita di lapangan step by stepnya. Yang pasti harapannya semua masyarakat yang terkarantina itu diamankan dan merasa nyaman dengan fasilitasnya tetapi tetap terjaga suasana protokol kesehatannya,” tegasnya.

Anang memastikan bahwa pengalihan tempat karantina ke tingkat desa ini akan dilakukan dengan melihat kesiapan dari masing-masing desa. Kalau dipaksakan dipindah namun di daerah belum siap malah masalah.

“Tapi kalau dipaksakan di kecamatan penuh nanti protokol kesehatannya juga tidak terjaga. Maka mohon kerja sama dari semua pihak agar semua berjalan dengan baik dan penyebaran COVID-19 ini bisa segera berakhir melalui karantina bagi pemudik yang baru datang dari luar daerah,” pungkasnya. (*)