Depan > Kemasyarakatan > Satpol PP Amankan Puluhan Banner Kadaluarsa dan Ilegal

Satpol PP Amankan Puluhan Banner Kadaluarsa dan Ilegal

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Probolinggo melakukan penertiban dan pengamanan puluhan banner tanpa izin atau illegal dan kadaluarsa di wilayah Kabupaten Probolinggo, Senin (11/7/22).

Polisi Pamong Praja Muda pada Satpol PP Kabupaten Probolinggo Budi Utomo mengatakan penertiban banner kadaluarsa ini dilakukan di berbagai titik jalan yang ada di wilayah Kabupaten Probolinggo.

“Kami mendapatkan perintah dari pimpinan untuk menurunkan banner yang sudah rusak atau kadaluarsa maupun tidak berizin. Tujuannya supaya jalan-jalan terlihat bersih. Terutama banner yang momentumnya sudah lewat. Seperti banner ucapan selamat hari raya Idul Fitri, sekarang sudah Idul Adha,” katanya.

Menurut Budi, penertiban banner kadaluarsa dan tidak berizin ini akan terus dilakukan di seluruh jalan yang ada di Kabupaten Probolinggo. Sebab dikhawatirkan banner tersebut roboh dan berbahaya bagi pengguna jalan yang melintas.

“Semua banner yang sudah kadaluarsa dan tidak berizin harus dicopot tanpa pandang bulu. Terlebih banner yang ada di wilayah Kota Kraksaan. Nantinya akan dilakukan pencopotan secara bertahap,” terangnya.

Budi menerangkan dari kegiatan penertiban ini terdapat sekitar 500 banner yang diturunkan secara serentak di 24 kecamatan se-Kabupaten Probolinggo. Rata-rata banner itu sudah using, kadaluarsa dan tidak berizin.

“Dalam penertiban banner ini kami tidak serta merta mencopot banner ataupun spanduk. Kami mempunyai aturan dan tidak sembarangan mengamankan banner. Terlebih dahulu kami melakukan pengecekan perizinan banner-banner yang ada di pinggir jalan,” jelasnya.

Lebih lanjut Budi menambahkan bahwa penertiban banner ini akan terus dilakukan sampai batas waktu yang belum ditentukan. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi pelanggaran-pelanggaran yang sering dilakukan masyarakat.

“Kami menghimbau kepada masyarakat jika memasang banner jangan diletakkan sembarangan. Khawatir nantinya malah membahayakan pengguna jalan. Apabila momentumnya sudah lewat, mohon untuk segera dibuka kembali supaya bersih dilihatnya,” pungkasnya. (wan)